Headlines News :

Ikan Paus Jadi Obyek Wisata

Written By ansel-boto.blogspot.com on Sunday, May 25, 2008 | 3:09 PM

Amerika Serikat menikmati gerak dan kelihaian ikan paus bermain di perairan merupakan kegiatan yang paling banyak diminati para turis. Ikan paus bukan menjadi obyek yang diburu nelayan seperti di Lamalera, Kabupaten Lembata. Bahkan, ada investor yang menginvestasi berbagai fasilitas yang memudahkan orang untuk menikmati keindahan dan keunikan ikan paus itu.

Turis di Amerika senang mengamati ikan paus dari dekat. Para turis selalu bersorak setiap kali seekor ikan paus menyemburkan air sebelum muncul ke permukaan. Populasi berbagai jenis ikan paus meningkat, setelah terancam kepunahan akibat diburu secara berlebihan selama beberapa dasawarsa. Kepulihan populasi ikan paus mulai sejak tahun 1986, ketika Konferensi Perburuan Ikan Paus Internasional menetapkan moratorium pembunuhan ikan paus.

Beberapa jenis spesies ikan paus masih terancam kepunahan. Ikan paus biru merupakan yang paling besar di dunia. Dulu, populasi ikan paus biru mencapai hampir 240 ribu ekor dan sekarang jumlahnya menurun sekitar 1.700 ekor, karena terlalu banyak diburu. Ikan paus biru panjangnya bisa mencapai 27 meter, dan beratnya 190 ton. Ikan paus yang menarik perhatian para wisatawan di Ameika adalah jenis humpback, yang panjangnya mencapai 16 meter dan beratnya 65 ton. Setiap tahun, hampir satu juta orang wisatawan datang ke Amerika untuk menyaksikan ikan paus humpback. Ikan paus humpback yang dulu populasinya mencapai 125.000 ekor, suatu saat pernah hampir punah, dan sekarang populasinya sekitar 10.000 ekor.

Ikan paus humpback memiliki suara yang sangat menarik. Sebuah rekaman yang disebut "Nyanyian Ikan Paus Humpback" sangat laris pada tahun 1971. Karena itu tidak heran kalau lebih dari 100 ribu orang datang untuk menyaksikan ikan paus kelabu berenang di lepas pantai Meksiko pada musim dingin mencapai 2000 orang pada tahun 1991. Ini sekadar contoh yang dilaporkan sebuah media yang melansir khusus populasi ikan paus di dunia.

Di Lamalera, Kabupaten Lembata juga menjadikan ikan paus sebagai obyek wisata yang menarik. Bedanya, di Amerika turis menikmati kelihaian ikan paus melompat di perairan, di Lamalera para turis menonton nelayan memburu ikan paus yang diikuti dengan ritual adat yang kental.

Setiap musim perburuan ikan paus, banyak wisatawan dari berbagai negara turun ke Lamalera untuk menyaksikan kelihaian para nelayan memburu ikan paus hingga ke perairan yang paling dalam. Bahkan, saat memburu ikan paus sering nelayan menjadi korban jika yang diburu lebih kuat dari armada dan peralatan yang dimiliki nelayan. Dilaporkan sudah 475 ekor paus yang ditangkap nelayan Lamalera, sementara proses reproduksi ikan paus berlangsung lambat sampai ikan paus berusia dewasa 20 tahun. Hal ini sangat berpengaruh terhadap menurunnya populasi sehingga nelayan Lamalara mulai kesulitan mendapatkan ikan paus. Menurunnya populasi ini jangan dipandang sebelah mata. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lembata perlu memikirkan dan mencari jalan keluar agar ikan paus yang sudah dikenal dunia, itu tidak punah.

Perburuan ikan paus oleh masyarakat Lamalera yang diperkirakan dimulai tahun 1600-an, tanpa ada pelestarian sehingga berdampak pada menurunnya populasi. Nelayan yang memburu ikan paus di musim lefa (Mei-Agustus) dan musim baleo (September-April) mempengaruhi populasi ikan paus. Sebab, proses reproduksi ikan paus yang berlangsung lambat menunggu sampai ikan paus berusia dewasa 20 tahun dan bisa melahirkan bayi, tak sebanding dengan populasi ikan paus yang mati diburu. Ikan paus bukan jenis ikan dalam pengertian biologis, tetapi mamalia (menyusui) yang tergolong dalam ordo cetacean, bernafas dengan paru-paru, memiliki sirip dada sebagai alat keseimbangan pada saat berenang dan sirip ekor sebagai alat berenang.

Hasil penelitian, terdapat 24 jenis ikan paus di perairan Indonesia. Lima jenis diantaranya digolongkan ikan paus tidak bergigi (mysticati) dan selebihnya jenis bergigi (odontoceti). Jenis ikan paus lodan atau koteklema (physeter catodon) merupakan ikan paus bergigi yang banyak dijumpai di Laut Flores, Sawu dan Laut Banda. Daerah penyebaran ikan paus meliputi Samudera Hindia dan Samudera Pasifik sampai perairan Kutub Utara (Benua Antartika).

Perkiraan jalur migrasi koteklema (sperm whale) dari Samudera Pasifik melewati Laut Banda, Laut Flores masuk Laut Sawu melalui perairan Pulau Alor dan ke Samudera Hindia di Selatan Sumba dan sebaliknya. Rute ini merupakan jalur tetap sehingga mudahkan nelayan Lamalera memngatur jadwal perburuan.

Kita berharap Pemkab Lembata mengarahkan nelayan Lamalera mengubah pola penangkapan ikan paus. Jangan hanya berburu ikan paus, tapi tangkap juga ikan jenis lain yang bisa memberikan penghasilan sehingga populasi ikan paus bisa terpelihara. Kita khawatir dalam rentang waktu 10 tahun sampai 20 tahun mendatang, generasi Lamalera tidak mengenal ikan paus, karena sudah hilang dari perairan. Untuk itu, semua pihak perlu memikirkan kelestarian dan peningkatan populasi ikan paus, jika perlu mengubah pola ekploitasi dari perburuan ke pelestarian sehingga ikan paus bisa dijadikan obyek wisata bahari yang manarik seperti di Amerika.
Sumber: Pos Kupang, 19 Mei 2008

Xanana Gusmao: "Soal Jimat, Itu Cuma Isu"

Written By ansel-boto.blogspot.com on Friday, May 02, 2008 | 1:35 PM

Bagi Perdana Menteri Timor Leste Xanana Gusmao, insiden 11 Februari lalu menjadi pelajaran baik bagi negaranya. "Sejak itu semua institusi negara berupaya melaksanakan konstitusi dan menempatkan kepentingan rakyat di atas semuanya.”

Di hari terakhir kunjungan kenegaraannya, Xanana kemarin menerima Faisal Assegaf dan juru foto Nickmatul Huda dari Tempo untuk wawancara khusus di kamar 1838 Presidential Suite, Hotel Borobudur. Berikut penuturannya:

Anda merasa trauma dengan insiden 11 Februari?
Saya sudah pernah mengalami yang lebih sulit dari pada ini, jadi saya tidak pernah trauma.

Sebelumnya Anda punya firasat bakal diserang?Sama sekali tidak. Saya mendapat laporan Presiden ditembak. (Menurut) pikiran saya ia tidak luka.

Banyak yang percaya Anda punya jimat sehingga sering selamat?
Mau lihat? (tertawa sambil membuka jas abu-abunya). Itu cuma isu.

Apakah Timor Leste bakal lebih stabil setelah Salsinha menyerah?Dari pengalaman 2006, institusi-institusi negara tidak bisa kerja bersama sehingga memberi kesempatan kepada pihak-pihak yang berusaha membuat kekerasan. Namun, sejak 11 Februari lalu, semua institusi negara berupaya melaksanakan konstitusi dan menempatkan kepentingan rakyat di atas semuanya. Karena itu, negara bisa meredakan situasi. Selama 72 hari keadaan darurat tidak terjadi apa-apa. Ini merupakan suatu periode yang bagus buat mendidik kewarganegaraan.

Apakah status darurat sudah dicabut?
Pada 22 April hanya satu wilayah yang masih kena, yaitu Distrik Ermera, karena di sana kelompok pemberontak berada. Sedangkan di daerah lain sudah dicabut. Soal pencabutan keadaan darurat di Ermera itu kewenangan presiden.

Anda yakin tidak ada intervensi asing yang membuat Timor Leste terus tidak stabil?
Dari permulaan, saya sama sekali tidak bicara soal itu. Sebagai kepala pemerintahan, saya harus melihat ke negara sendiri. Untuk menganalisis semacam itu urusan orang lain.

Jadi, itu kesalahan pemerintah?
Pemberontakan bukan terjadi pada pemerintahan sekarang. Pemberontakan sudah dari 2006. Kami baru memerintah pada Agustus 2007. Biasanya, kalau dalam politik, kita menerima kesalahan dilempar kepada orang lain. Pemerintah sekarang tidak mau. Keadaan sekarang ini harus kami selesaikan.

Dengan menjadi perdana menteri, Anda yakin dapat memajukan Timor Leste?Presiden hanya sebagai figur. Kalau mau membangun harus ke eksekutif. Saat saya menjadi presiden, saya hanya bisa bicara, oy, tolong bikin ini, bikin itu. Susah. Presiden bukan politik. Karena itu saya terjun ke politik, kalau menang membuat sesuatu. Itu yang sekarang saya pegang.

Jika dalam lima tahun Timor Leste belum berkembang, Anda bersedia mundur?Pada Juni, kami akan membangun pembangkit listrik 120 megawatt. Rencananya, 20 Mei 2009 semua kecamatan bisa menikmati listrik selama 24 jam. Pada Mei 2010, kami punya rencana untuk pembangunan infrastruktur. Tahun ini kami juga kami akan membangun pelabuhan yang bagus. Karena itu, setelah 31 Desember baru bisa menilai apakah saya layak terus atau mundur.
Sumber: Koran Tempo, 2 Mei 2008
 
Didukung : Creating Website | MFILES
Copyright © 2015. Ansel Deri - All Rights Reserved
Thanks to KORAN MIGRAN
Proudly powered by Blogger