Diklat Kompas untuk pertama kalinya memberikan pelatihan jurnalistik untuk siswa SMA di luar pulau Jawa, dengan memberikan pelatihan kepada 350 siswa SMAK Syuradikara, di Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).Pelantihan selama empat hari dimulai hari Rabu (28/7) dan dijadwalkan berakhir Sabtu (31/7/2010). "Anak-anak kami di Flores ini sangat berminat pada jurnalistik terutama berkaitan dengan praktik jurnalistik di lapangan, seperti mencari berita, membuat foto, dan sampai menerbitkan suratkabar. Pelatihan ini diharapkan akan semakin menumbuhkan minat mereka dalam jurnalistik. Apalagi selama banyak warga Flores yang menjadi jurnalis di media nasional," ujar Pater Khanis Bhila SVD, Kepala Sekolah SMAK Syuradikara, saat pembukaan di Aula Syuradikara, Ende, Rabu (28/7/2010).
Manajer Diklat Kompas, Tonni Widiastono pada acara jurnalistik ini menegaskan, pelatihan jurnalistik di Ende ini selain yang pertama dilakukan oleh Diklat Kompas untuk siswa SMAK di luar Jawa, jumlah siswa yang mengikuti pelatihan itu yakni 350 orang ini juga rekor jumlah peserta.
Sebelumnya, dalam pelatihan jurnalistik di Pualau Jawa paling banya dihadiri hanya 250 siswa. Selain itu, menurut Tonni, Kompas juga perlu memberikan pelatihan kepada siswa-siswa di Flores erat berkaitan dengan sejarah berdirinya Harian Kompas yang tahun ini berusia 45 tahun.
"Saya menyebutkan anda semua saudara-saudara karena orang Flores banyak terlibat dan berjasa dalam berdirinya Kompas," ujar Tonni. Penjelasan ini berkaitan dengan sekitar 5.000 tandatangan dari Orang Flores yang diperlukan untuk terbitkan harian Kompas pada 28 Juni 1965.
Pelatihan jurnalistik ini bukan saja memberikan teori menulis berita, feature, juga soal dunia multimedia seperti internet, video, dll. Para siswa juga akan bergerak ke lapangan tak ubahnya wartawan, mencari berita sampai dengan menerbitkan surat khabar.
Dengan demikian mereka akan memahami dunia jurnalistik, dan bahkan suatu saat kelak mau menjadi wartawan entah di media nasaional. Lokal ataupun punya minat dalam menulis seperti menulis buku, opini dan sebagainya.
Sumber: Kompas.com, 29 Juli 2010
Ket foto: Manajer Diklat Kompas Tonni Widiastono.
Foto: dok. www.kubukubuku.blogspot.com
Ket foto: Manajer Diklat Kompas Tonni Widiastono.
Foto: dok. www.kubukubuku.blogspot.com
0 komentar:
Silahkan berkomentar
Tuliskan apa pendapatmu...!