Headlines News :

Gunung Bromo: Erupsi Terus Meningkat

Written By ansel-boto.blogspot.com on Tuesday, November 30, 2010 | 12:34 PM

Ketinggian lontaran material vulkanik Gunung Bromo terus meningkat. Jika Jumat (26/11) lontaran material hanya mencapai ketinggian 500 meter, mulai Senin dini hari letusan Gunung Bromo meningkat hingga menghasilkan lontaran material setinggi 800 meter.

Kepala Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Gede Suantika di Dusun Cemaralawang, Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Probolinggo, Jawa Timur, Senin, mengatakan, selain ketinggian lontaran material vulkanik bertambah, kepulan asap abu-abu yang dihasilkan Gunung Bromo juga lebih pekat. Arah asap masih mengarah ke barat daya, tepatnya ke arah Kabupaten Malang.

Bandara Malang tutup

Peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Bromo langsung melumpuhkan penerbangan dari dan ke Malang. Juru bicara Kementerian Perhubungan, Bambang S Ervan, kemarin, mengatakan, pihaknya memutuskan menutup penerbangan menuju Bandara Abdurrahman Saleh di Kota Malang.

Penutupan bandara ditetapkan mulai Senin pukul 03.19 hingga hari Sabtu (4/12) pukul 00.00. ”Demi keselamatan penerbangan, pemerintah menutup bandara itu. Tapi, keputusan ini hanya untuk penerbangan komersial, kami tak berhak untuk mengatur penerbangan militer,” kata Bambang.

Penutupan bandara hingga lima hari itu supaya ada kepastian bagi penumpang. ”Jika peninjauan dilakukan per hari malahan membingungkan jadwal penerbangan. Lagi pula Badan Vulkanologi menginformasikan kondisinya diperkirakan baru akan normal hari Jumat,” kata Bambang.

Operator bandara PT Angkasa Pura II menegaskan, mulai Senin pukul 10.20 hingga Sabtu (4/12) pukul 17.00, Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Banten, tidak melayani penerbangan dari Jakarta menuju Malang.

Di Jakarta, Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono dan Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf berharap masyarakat mematuhi rambu, peringatan, dan jalur evakuasi yang ditetapkan para ahli dan petugas lapangan agar ancaman erupsi Gunung Bromo tidak menimbulkan korban.

Meski saat ini Gunung Bromo masih berstatus Awas dalam radius 3 kilometer, petugas-petugas telah mempersiapkan ”skenario” apabila status Awas meningkat hingga radius 6 kilometer dan 10 kilometer.

Keduanya menyampaikan harapan mereka pada kesempatan terpisah seusai rapat koordinasi kebijakan penanggulangan kemiskinan di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Senin.

Sejak Senin meningkat

Gede Suantika mengatakan, sejak Senin pukul 00.00 hingga pukul 06.00 terjadi gempa vulkanik delapan kali, dengan amplitudo getaran 12-36 milimeter (mm) dan berlangsung 10-28 detik. Sementara gempa tremor juga terjadi terus-menerus dengan amplitudo hingga 35 milimeter.

Selanjutnya, mulai pukul 06.00 hingga 12.00 kembali terjadi delapan kali gempa vulkanik dengan amplitudo yang lebih besar, yakni 22-38 mm. Gempa ini berlangsung lebih lama, yaitu 22-31 detik, disertai gempa tremor beramplitudo 20-30 mm.

”Letusan masih terus-menerus terjadi dengan ketinggian lontaran material vulkanik kini mencapai 800 meter. Dari pandangan mata, hujan abu terlihat di tangga menuju kawah serta bagian utara Gunung Batok yang sekarang telihat hitam,” kata Suantika.

Berdasarkan pantauan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, secara visual kepulan asap Gunung Bromo, sejak Minggu dini hari kemarin, lebih tinggi. Artinya, material letusan yang dikeluarkan lebih banyak.

Pantau debu dan gas

Menurut teknisi Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pemberantasan Penyakit Menular Surabaya, Dwi Sulaksono, hasil pemantauan kadar udara sejak Jumat lalu menunjukkan, kadar debu dan gas di daerah terdampak hujan abu, seperti Poncokusumo di Kabupaten Malang dan Penanjakan di Kabupaten Probolinggo, masih di bawah ambang batas. ”Sampai sekarang belum ada ancaman serius dari debu maupun gas vulkanik Gunung Bromo,” kata Dwi.

Meski demikian, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nasional Syafii Maarif mengatakan, pihaknya punya hak paksa untuk mengamankan dan menyelamatkan masyarakat. ”Silakan menyaksikan Gunung Bromo, tapi tidak perlu masuk ke lautan pasir,” ujarnya.

Kepala Polres Probolinggo Ajun Komisaris Besar Zulfikar Tarius mengakui, pihaknya memiliki kendala untuk mengontrol masyarakat yang beraktivitas di kaldera Bromo. Sebab, sebagian masyarakat nekat melintasi kaldera untuk mempersingkat waktu perjalanan. ”Kami sudah menutup lima titik akses menuju kaldera dari Probolinggo,” kata Zulfikar.
Sumber: Kompas, 30 November 2010
Ket foto: Material vulkanik yang keluar dari kawah Gunung Bromo terpantau dari udara dengan pesawat Cassa C-212-200 milik TNI Angkatan Udara yang dipiloti Letkol (Pnb) Meka Yudanto dan kopilot Mayor (Pnb) Yose Rida di atas Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Senin (29/11). Ketinggian material vulkanik yang keluar dari kawah Gunung Bromo mencapai 800 meter.

Alfonsa Mengajar Tenun Hingga ke Inggris

ALFONSA merasa bangga, alat tenun tradisional yang dibawanya dari Tanah Air, akhirnya dibeli Hornima Museum, dan menjadi salah satu koleksi museum ternama di London itu.

Alfonsa, yang turut dalam misi kesenian Citra Nusantara, binaan Letjen TNI (Purn) Agum Gumelar dari Swiss sampai ke London, semula hanya didaulat untuk melakukan demo menenun.

Namun, karena demo tenun Alfonsa memikat hati petinggi Hornima Museum, semua peralatan tenun ikat Flores itu diborong.

"Peralatan tenun kami diborong oleh Museum Hornima London," ujar Alfonsa Horeng, Direktur Sentra Tenun Ikat Lepo Lorun Nita, Flores yang ikut memeriahkan pavilion Indonesia pada Bursa Pariwisata Dunia (World Turism Market-WTM) London yang berlangsung di gedung Excel baru-baru ini.

Alfonsa datang ke London, tidak hanya memperkenalkan kain tenun tetapi juga wisata Flores serta pulau Komodo. Ia sangat bersemangat mempromosikan Flores di pavilion Indonesia pada ke Bursa Pariwisata Dunia (World Turism Market-WTM), bursa pariwisata terbesar kedua setelah ITB Berlin.

Alfonsa Horeng dalam bincang bincang dengan koresponden ANTARA London, mengatakan bahwa ia tidak saja mempromosikan kain tenun tetapi juga melestarikan salah satu warisan budaya Indonesia berupa cara bertenun.

Alfonso sebelumnya juga tampil melakukan demo menenun pada acara "The Heritage of Indonesia" di Swiss.

Selain ke Inggris dan Swiss, Alfonsa juga telah mempromosikan tenun ikat Sikka ke delapan kota di Australia pada tahun lalu, dari Februari hingga Mei.

Perhelatan yang diadakan KBRI London dan Masyarakat Pecinta Seni Budaya Cinta Nusantara (Citra) itu juga menampilkan kelompok angklung Daeng Udjo. Angklung Udjo tampil pula di gedung Conway Hall, Red Lion Square, di pusat Kota London.

Selain berpromosi, Alfonsa Horeng juga mengajarkan pembuatan kain tenun ikat Sikka kepada mahasiswa di The Australian National University dan Canbera Instutute of Technology.

Sementara di London, Alfonsa mengajarkan masyarakat Inggris bertenun, dan bahkan alat tenun yang menyertainya sejak dari Jakarta pun menjadi koleksi Museum Hornima, yang akan digunakan sebagai alat promosi.

"Saya ingin melestarikan kain tenun ikat," ujar Alfonsa yang mengakui bahwa ia tidak ingin hanya sekedar memberikan demo bagaimana caranya menenun tetapi juga memberikan pengetahuan dan melestarikan warisan budaya tenun yang hanya dimiliki oleh Indonesia.

Alfonsa, yang lulusan jurusan nutrisi pada Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya, berjanji akan terus gigih melestarikan kain tenun ikat asal Flores, kampung halamannya.

Di usianya yang masih belia, ia telah menghimpun ratusan wanita perajin tenun ikat, yang berhasil dibina dan membawanya keliling dunia.

Menurut Alfonsa, di kampungnya di Flores, menenun sudah menjadi kegiatan sehari-hari dan dilakukan secara turun-temurun, bahkan semua wanita di Flores dan NTT sudah terbiasa menenun sejak kecil.

Sementara Alfonsa yang dilahirkan di Jakarta 1 Agustus 1974 itu telah menenun sejak SMP. Meskipun tidak seluruh kain karena untuk anak dan remaja, hanya diperbolehkan mengerjakan bagian tertentu saja.

Alfonsa yang selama di London sempat mengunjungi tempat wisata itu mengakui bahwa ia terjun aktif melestarikan tenun ikat baru pada Oktober 2003.

Setamat kuliah pada 1998, ia sempat bekerja di Surabaya. Namun karena jiwanya ada di tenun, akhirnya ia pulang kampung.

Terpanggil

Alfonsa pun mengumpulkan ibu-ibu di kampung dan mulai menenun, meskipun awalnya iseng-iseng belaka. Namun, akhirnya ia berhasil membina 12 desa di seluruh Pulau Flores dan Pulau Palue.

Menurut Alfonsa, setiap kelompok beranggotakan sekitar 21 orang dan saat ini terdapat lebih dari 252 orang anggota yang memproduksi sekitar 900 helai kain tenun ikat Flores.

Ia mengakui jumlah itu memang tidak cukup banyak, karena memang prosesnya menenun sangat rumit dan membutuhkan 18 tahapan, mulai dari kapas dipintal jadi benang, benang ditenun menjadi kain, sebelum jadi kain diikat dulu, diberi warna, diurai satu per satu.

Rata-rata untuk satu lembar kain, yang asli dari bahan pintal dan pewarna alam kurang lebih dikerjakan selama sembilan bulan. Tidak heran harga tenun ikat Alfonsa bisa mencapai 2,5 juta rupiah per helai.

Pada kesempatan itu seorang ibu membeli rok tenun ikat Alfonsa seharga 80 Poundsterling (sekitar Rp1,12 juta). "Besok akan saya pakai," ujar wanita paruh baya yang memperlihatkan rok tenun yang dibelinya.

Selama penyelenggaraan Bursa Pariwisata Dunia WTM London itu, banyak masyarakat Inggris yang tertarik melihat Alfonsa menenun. Ada beberapa diantara mereka yang mencoba melakukannya.

Dengan sabar Alfonsa membimbing para pengunjung belajar menenun. Menenun, kata Alfonsa, membutuhkan kesabaran dan tidak setiap orang memiliki kesabaran seperti dimiliki oleh wanita Flores. "Itulah alasan utama, mengapa tenun ikat Sikka perlu dilestarikan dan dipromosikan ke seluruh dunia," kata Alfonso.
Sumber: Kompas.com, 30 November 2010
Ket foto: Alfonsa

WikiLeaks: Saudi Minta AS Serang Iran

Situs web online peniup peluit (whistle-blower) WikiLeaks mulai menerbitkan lebih dari 250.000 dokumen diplomatik dari kedutaan-kedutaan besar AS di seluruh dunia, Minggu (28/11/2010), yang mengundang kecaman tajam Gedung Putih dan para pemimpin Kongres AS.

Dari ribuan dokumen yang dibocorkan, antara lain, tentang raja Arab Saudi yang secara pribadi mendesak Amerika Serikat untuk menyerang Iran demi menghancurkan program senjata nuklir negera republik Islam itu.

WikiLeaks, yang mengatakan server-nya mengalami serangan elektronik pada Minggu sore, mengatakan, dokumen-dokumen tersebut merupakan pengungkapan terbesar yang pernah ada tentang informasi rahasia dan memberikan kepada dunia wawasan yang belum pernah punya preseden tentang kegiatan luar negeri Pemerintah Amerika Serikat.

"Dokumen-dokumen itu menunjukkan, AS memata-matai sekutu-sekutunya dan PBB; menutup mata terhadap korupsi dan pelanggaran hak asasi manusia di 'negara-negara yang menjadi klien'; mengadakan perjanjian rahasia dengan negara-negara yang seharusnya menjadi negara netral; dan melobi untuk kegiatan perusahaan-perusahaan AS," kata pemimpin redaksi dan juru bicara WikiLeaks, Julian Assange, dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan pada Minggu malam, sebagaimana dikutip CNN.

"Pembeberan dokumen ini mengungkapkan kontradiksi antara persona publik AS dan apa yang dikatakannya di balik pintu tertutup, dan menunjukkan bahwa warga suatu negara demokrasi ingin pemerintah mereka bisa mencerminkan keinginan mereka, mereka meminta untuk melihat apa yang terjadi di balik layar."

Namun, Juru Bicara Gedung Putih Robert Gibbs mengecam pembeberan dokumen itu. "Penerbitan dokumen-dokumen tersebut akan membahayakan para diplomat kami, para intelijen profesional dan orang-orang dari seluruh dunia yang datang ke Amerika Serikat untuk upaya mempromosikan demokrasi dan pemerintahan yang terbuka.

Dengan membeberkan dokumen-dokumen yang dicuri dan dirahasiakan, WikiLeaks telah menempatkan dalam bahaya tidak hanya hak asasi manusia, tetapi juga kehidupan dan pekerjaan orang-orang ini," kata Gibbs. "Kami mengutuk keras pengungkapan yang tidak sah dari dokumen-dokumen rahasia dan informasi keamanan nasional yang sensitif."

Bocoran dari WikiLeaks menyebutkan, pemimpin Arab Saudi sering mendesak AS untuk menyerang Iran demi mengakhiri program senjata nuklir Iran. Bocoran itu mengungkapkan, Raja Arab Saudi, Abdullah, meminta kepada Amerika untuk "memotong kepala ular itu (Iran)" pada sebuah pertemuan tahun 2008.

Bocoran itu juga mengungkapkan bagaimana para pemimpin di Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Mesir menyebut Iran "jahat" dan sebuah kekuasaan yang "akan membawa kami ke dalam perang".

Bocoran itu, sebagaimana dilansir Telegraph.co.uk, juga mengungkap tindakan para pejabat Amerika yang memata-matai kepemimpinan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), termasuk Sekretaris Jenderal PBB, Ban Ki-moon.

Dalam dokumen-dokumen itu, diplomat Amerika juga membandingkan Presiden Iran Ahmadinejad dengan Adolf Hitler dan melabel Presiden Perancis Nicolas Sarkozy sebagai "kaisar tanpa busana". Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin disebut sebagai seekor "anjing alpha". Presiden Afganistan Hamid Karzai sebagai orang "yang didorong oleh paranoia".
Sumber: Kompas, 29 November 2010
Ket foto: Raja Abdullah dari Arab Saudi, Menlu AS Hillary Clinton, dan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad


Miyabi Ngumpet di Bali

Gelombang penolakan dari Front Pembela Islam membuat bintang film Jepang Maria Ozawa alias Miyabi urung ke Jakarta. Seorang pekerja film yang mengatakan saat ini Miyabi berada di Bali.

"Karena kemarin penerbangannya dari Jepang singgah di Bali," kata sumber yang enggan dikutip namanya itu. Dia adalah pekerja di Hantu Tanah Kusir, film Indonesia kedua yang dibintangi aktris 24 tahun tersebut.

Menurutnya, selama proses pengambilan gambar yang berlangsung akhir bulan lalu, Miyabi merasa diterima baik oleh warga Jakarta dan sekitarnya. "Dia baru dengar ada yang protes beberapa saat sebelum berangkat dari Jepang," katanya. "Karena didemo dia tidak lanjutkan flight ke Jakarta."

Produser Rumah Produksi Maxima, Ody Hidayat, mengaku tidak mengetahui keberadaan bintangnya itu. "Menurut jadwal dia seharusnya sudah di Jakarta sejak kemarin," kata produser "Hantu Tanah Kusir" itu.

Miyabi dijadwalkan berada di Indonesia selama empat hari untuk promosi film tersebut. Selain di Jakarta, dia juga ingin mengunjungi pengungsi Merapi di Yogyakarta. Menurut Ody, agenda berubah karena penolakan FPI.

Besok, mereka akan menerima pengunjuk rasa FPI di kantor Maxima di Mangga Dua Jakarta Pusat. "Kami akan rundingkan apa yang jadi keberatan mereka," kata Ody.

Ini adalah kali kedua Maxima berupaya mendatangkan aktris yang telah membintangi 130 film porno sejak 2005 itu. Tahun lalu dia urung datang untuk promosi "Menculik Miyabi" karena juga diprotes FPI.

"Kami kuatir kedatangan Miyabi membuat pornografi semakin menyebar," ujar Ketua Dewan Pimpinan Daerah FPI Jakarta Salim bin Umar Alatas. "Kalau sampai masuk Jakarta, kami serbu, kirim langsung ke bandara, suruh pulang."
Sumber: Tempo Interaktif, 30 November 2010
Ket foto: Maria Ozawa alias Miyabi
Foto: www.chaharkudo.blogspot.com

Silap Lidah Boediono Soal Singkatan

Written By ansel-boto.blogspot.com on Monday, November 29, 2010 | 5:52 PM

Wakil Presiden Boediono mungkin sedang banyak pikiran, tak fokus, atau sekadar sulit mengingat sederet singkatan. Saat membuka Rapat Koordinasi Kebijakan Nasional Penanggulangan Kemiskinan di Istana Wakil Presiden hari Senin (29/11) ini, ia kesulitan menyebut setidaknya tiga singkatan.

Tiga singkatan itu memang tak mudah diingat, apalagi kepanjangannya. Yang pertama, TNP2K alias Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan yang dipimpin oleh Boediono sendiri. Agaknya, pria berusia 67 tahun itu bermaksud menyebut nama lengkap tim tersebut, namun nyaris lupa pula singkatannya.

"Tim Nasional... TNP3K, eh, TNP2K, hehehe, itu akan siap untuk mendampingi saudara-saudara sekalian," ujarnya kepada 22 wakil gubernur dan sejumlah petinggi daerah lainnya yang berkumpul dalam rapat itu.

Pak Boed, demikian ia disapa, juga kesulitan menyebut kepanjangan UKP4, yakni Unit Kerja Presiden bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan, yang diketuai oleh Kuntoro Mangkusubroto.

"Yang tidak kalah penting adalah UKP4, Unit Kerja Presiden...," ucapan Boediono sempat terhenti beberapa saat, ketika ia mencoba mengingat label lengkap unit tersebut.

"Ya pokoknya Pak Kuntoro, sudah terkenal," sambungnya setelah usaha mengingatnya tak berhasil. Hadirin kontan tertawa mendengarnya.

Dua kali salah sebut ternyata tak cukup dalam sambutannya. Terakhir ia menyebut Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah, atau TKPK Daerah, sebagai TKPD.

Rupanya Wakil Presiden terlekati pula oleh sifat yang sangat manusiawi: pelupa.
Sumber: Tempo Interaktif, 29 November 2010
Ket foto: Wakil Presiden Boediono

Orakel

Oleh Goenawan Mohamad
budayawan & wartawan senior

SYAHDAN, dewa-dewa berhenti bicara, sekitar abad pertama tarikh Masehi. Yang saya maksud adalah dewa-dewa Yunani, yang berabad-abad sebelumnya dipercaya menyampaikan pesannya kepada manusia melalui orakel. Mereka seakan-akan telah pergi.

Apa sebabnya?

Pada mulanya, takjub, gentar, dan merasa tak berdaya melihat angkasa yang tak terbatas, orang Yunani Kuno merunduk. Mereka menegakkan satu sesembahan, yakni langit itu sendiri. Seperti di mana pun, dulu dan sekarang, mereka percaya bahwa alam semesta-yang tak selamanya bisa ditebak itu-mengandung kekuatan supernatural yang bebas dari daya manusia.

Tapi kemudian yang disembah terasa begitu jauh, begitu abstrak, begitu susah dipahami. Maka ia dibayangkan punya sosok seperti manusia: mula-mula disebut Uranus, kemudian Zeus. Dan dari sini mithologi berkembang. Politheisme lahir dengan banyak sekali dewa. "Nama-nama mereka semua," kata Hesiodos, penyair dan pencerita lisan yang hidup antara abad ke-8 dan ke-7 Sebelum Masehi, "akan merepotkan manusia yang fana bila harus mengisahkannya."

Di Olimpus, nun di puncak itu, sejumlah besar dewa pun tinggal, hidup bersama, bersengketa, saling dendam, saling membantu. Di bawah, di bumi, sang dewi Gaea. Di sampingnya, ribuan dewa-dewi yang kurang penting menghuni dan menjaga air, udara, laut, hutan, dan angin.

Tampaknya itulah cara orang Yunani Kuno menafsir Ada-atau lebih tepat: misteri Ada. Mereka menyadari, mungkin dengan terkesima, bahwa langit, laut, darat, dan segala isinya itu "ada"-satu keadaan yang jadi penting (dan memukau) karena di sisi lain, manusia juga mengenal keadaan "tidak ada". Kelahiran, kematian.

Saya tak tahu kapan monotheisme lahir pertama kalinya, dan apakah itu tak pernah terjadi dalam alam pikiran Yunani. Saya tak tahu apakah dalam menafsirkan Ada itu orang-orang Yunani Kuno ada yang bertemu dengan satu pengalaman religius yang dialami orang di masa lain, di tempat lain. Ataukah mereka mendapat wahyu. Yang kita tahu, Yunani Kuno tak sepi dewa-dewa.

Saya kira, politheisme itu berkembang dari suatu sikap yang pantheistik-tapi kemudian menampiknya. Sikap yang pantheistik menganggap segala sesuatu yang ada sebenarnya Satu, tapi Satu yang memanifestasikan diri-Nya dalam segala benda. Misteri Ada meruap di mana-mana. Manusia tak henti-hentinya bertanya dari mana dan kenapa ia datang, ke mana dan kenapa ia pergi. Tak mudah menjawab. Manusia terpukau.

Mungkin itu sebabnya pantheisme menyamakan Yang Satu dengan Yang Suci, atau "yang ilahi".

Tapi dari sini politheisme kemudian berkembang lain. Bagi sikap pantheistis, Yang Suci itu tak bisa diwujudkan dalam sosok sesembahan yang personal-apalagi mirip manusia, dengan gerak, kehendak, kecemburuan, dan kemarahannya. Politheisme sebaliknya. Zeus beristri dan beranak, berhasrat dan beremosi.

Saya ingat satu sajak Amir Hamzah, ketika berdoa di depan Tuhan yang tak mudah dimengertinya: "Aku manusia, rindu rasa, rindu rupa". Politheisme seperti yang terdapat di Yunani Kuno menyatakan kerinduan itu dalam nama, upacara, patung, dan kisah-kisah.

Tapi tetap saja: jarak antara dewa-dewa dan manusia tak mudah terjembatani. Maka dibutuhkan orakel.

Orang-orang yang dianggap bisa jadi perantara dengan apa yang diniatkan penghuni Olimpus hadir di mana-mana dalam kehidupan zaman itu. Ada sejumlah perempuan yang disebut Sibyl ("Kehendak Dewa"). Mereka memaklumkan orakel yang dipercayai luas.

Yang termasyhur di Delphi. Di situ, dewa yang diajak bicara adalah Apollo. Tiga perempuan tua yang tanpa cela dalam hidup dianggap jadi perantaranya. Yang paling utama, disebut Pythia, akan duduk di sebuah tripod tinggi di tepi sebuah lubang besar dari mana keluar gas yang ganjil. Seraya mengunyah daun-daun yang memabukkan, sang Pythia akan menghirup gas itu, dan akhirnya ia mengigau. Kata-katanya itulah yang dianggap jawaban Apollo kepada manusia.

Tapi kalimat yang tak jelas itu harus ditafsirkan oleh para pendeta. Interpretasi bisa bertentangan. Maka si penanya sendiri yang sebenarnya memilih jawaban.

Pada akhirnya, manusia itulah yang memilih.

Mungkin itulah kemudian yang menyebabkan dewa-dewa berhenti bicara. Di abad pertama Masehi, dari sebuah diskusi di Delphi, Plutarch, pemikir dan tokoh publik yang terkemuka itu, menulis buku yang dalam terjemahan Latinnya disebut De Defectu Oraculorum. Di sana, bersama beberapa tamunya, Plutarch mengemukakan problem: mengapa orakel mulai kehilangan dayanya: tak terasa lagi sebagai wahyu para dewa.

Tak ada jawaban yang final. Hanya Plutarch menunjukkan satu indikasi, ada tanda-tanda kematian para dewa-sekian ratus tahun sebelum Nietzsche mengumumkan, Tuhan telah mati. Mungkin karena orang makin sadar, orakel sebenarnya dibentuk oleh tafsir yang tak pasti dan bahasa yang terbatas.

Tapi ada dua sikap yang sebenarnya bisa tumbuh dari sini.

Yang pertama, manusia makin merasa penting. Misteri tentang Ada makin tak menggetarkan dan memukau lagi. Hanya orang yang percaya takhayul yang meneruskan itu. Dan oleh Plutarch mereka yang percaya takhayul diejek sebagai "takut akan dewa-dewa, lari berlindung kepada mereka, dan marah kepada mereka, menjilat mereka, bersumpah kepada mereka...".

Yang kedua, manusia seharusnya makin sadar, betapa besar peran bahasa yang terbatas yang dipakai untuk menafsirkan misteri dari Ada. Dengan demikian semakin sadar pula ia seharusnya, bahwa tuhan atau para dewa tak dapat ditemui tanpa menghayati bahwa dunia dan isinya menyimpan apa yang ilahi, apa yang suci, apa yang transenden.

Katakanlah itu takhayul. Tapi siapa tahu ada sesuatu yang berharga di dalamnya.
Sumber: Tempo, 29 November 2010

FPI: Kalau Miyabi Mau Belajar Ngaji, Kami Terima


BINTANG film Jepang Maria Ozawa alias Miyabi akan tiba di Jakarta hari ini. "Dari jadwal flight, dia tiba siang ini," kata produser rumah produksi Maxima, Ody Hidayat, Senin (29/11).

Kunjungan itu bagian dari promosi film terbaru Maxima, Hantu Tanah Kusir. Di film itu, Miyabi menggunakan nama alias, Pauleen.

Namun rencana itu mendapat tentangan. Sebanyak 500 anggota Front Pembela Islam berdemonstrasi di Bandar Udara Soekarno-Hatta untuk menolak kedatangan aktris yang membintangi 130 film porno sejak 2005 itu.

"Karena kuatir membuat pornografi semakin menyebar," kata Ketua Dewan Pimpinan Daerah FPI Jakarta, Salim bin Umar Alatas atau biasa disapa Habis Selon.

Akibat unjuk rasa itu, Ody menjadwal ulang agenda. Aktris 24 tahun itu kemungkinan besar akan membatalkan konferensi pers yang dijadwalkan berlangsung di Jakarta malam ini.
Namun dia memastikan Miyabi tetap datang ke Indonesia karena sudah terikat kontrak. "Mungkin akan dialihkan ke Bali, tapi belum pasti juga," kata Ody.
Jika tidak ada aral melintang, selain promosi film dari bioskop ke bioskop, aktris berdarah Jepang-Perancis itu juga akan mengunjungi pengungsi Merapi di Yogyakarta. "Dia juga ingin bertemu dengan FPI untuk mengetahui apa yang jadi masalah mereka," kata Ody.

FPI menolak rencana silaturahmi itu. "Tidak ada toleransi," kata Habib Selon. Dia hanya mau menerima Miyabi jika bintang itu masuk Islam dan mengenakan jilbab. "Kalau mau datang belajar mengaji, kami akan terima dengan baik," katanya.

Jika Miyabi ngotot datang, dia melanjutkan, anggota FPI akan menggeruduk lokasi keberadaannya. "Kami akan kirim langsung ke bandara, suruh naik pesawat," ujar Selon.

Ody belum bisa memastikan agenda Miyabi. "Karena penolakan ini, semuanya jadi berubah," katanya.
Sumber naskah: Tempo Interaktif, 29 November 2010
Ket foto: Pose vulgar Maria Ozawa alias Miyabi, artis panas Jepang
Sumber foto ilustrasi: www.keranikronik.blogspot.com & gossipsay.blogsome.com

Cewek Perkosa Cewek di Toilet Hotel

Seorang perempuan memerkosa perempuan lain dalam sebuah kamar toilet di hotel Brisbane, Australia. Demikian dikatakan seorang jaksa.

Kepada Pengadilan Distrik Brisbane, Senin (29/11/2010), seorang perempuan berumur 25 tahun, Anne-Marie O’Loughlin, mengaku tidak bersalah atas dua tuduhan perkosaan, perampasan kebebasan, dan kekerasan seksual.

Seorang jaksa penuntut, Chris Minnery, mengatakan pada persidangan dalam pernyataan pembukanya bahwa sang korban yang tidak ingin namanya disebutkan sedang berada di Hotel Caxton Street dengan rekan dan sejumlah kawannya sewaktu korban pergi sendirian ke kamar mandi dan diperkosa oleh O’Loughlin pada 29 November 2008.

"Namun, ketika korban mencoba pergi, tersangka menarik rambut korban dan membanting kepalanya ke dinding lalu menariknya ke kamar toilet," kata Minnery. Ia menambahkan, O’Loughlin kemudian diduga memerkosa korbannya. "Korban mendengar orang lain di kamar toilet sebelahnya dan mencoba mengatakan sesuatu serta memukul dinding kamar itu," kata Minnery.

"Dia dipaksa O’Loughlin untuk diam dan tetap tenang, sementara orang di kamar toilet sebelahnya datang dan mengetuk pintu toilet dengan mengatakan, "Saya akan memanggil petugas keamanan".

Minnery mengatakan, O’Loughlin pergi sebelum pihak keamanan datang. Namun, dia lupa membawa tas yang berisi identitasnya, yang sempat diambil korban. O’Loughlin ditangkap di luar hotel dan mengatakan kepada polisi bahwa dia hanya mencium wanita itu di kamar toilet.

Minnery menjelaskan bahwa polisi telah mengambil contoh kulit yang ditemukan di bawah kuku jari O’Loughlin dan menyatakan cocok dengan DNA sang korban.
Sumber: Kompas, 29 November 20
Ket foto ilustrasi: Kompas.com

Muhaimin Iskandar: Lebih Besar Manfaat ketimbang Mudaratnya

Sungguh memilukan nasib Sumiati, tenaga kerja wanita asal Nusa Tenggara Barat. Pergi jauh-jauh ke negeri orang untuk menambal nafkah keluarga, dia malah mendapat siksaan tak terperi dari majikan di Arab Saudi. Sekujur tubuhnya penuh luka, dan yang paling mengerikan: bibir bagian atasnya hilang digunting majikan yang telengas.

Demi mengais rezeki pula, Kikim Komalasari, tenaga kerja asal Cianjur, Jawa Barat, harus kehilangan nyawa. Lagi-lagi kisah nestapa itu terjadi di Arab Saudi. Lantaran sering terjadi penganiayaan terhadap tenaga kerja kita di sana, pemerintah pernah melarang pengiriman tenaga kerja atau melakukan moratorium pada 2006.

Reda sesaat, keran pengiriman tenaga kerja kembali dibuka tanpa ada perbaikan sistem. Tak mengherankan bila kasus kekejaman terhadap "pahlawan devisa" kembali berulang. Menghadapi situasi terbaru, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar memilih mengetatkan pengawasan ketimbang menghentikan sama sekali pengiriman tenaga kerja baru.

Moratorium, menurut Muhaimin, malah mengundang pekerja ilegal dengan alasan umrah dan wisata. Pemerintah juga akan dianggap tak adil terhadap pekerja yang sukses dan diterima dengan baik oleh majikannya. Dia menunjuk contoh Malaysia: tenaga kerja asal Indonesia masih ada yang bisa pergi dengan alasan wisata.

Di tengah kesibukan kerja dan upaya memantau perkembangan kasus Sumiati, Selasa pekan lalu, Muhaimin menerima Yandi M. Rofiyandi, Ninin Damayanti, Istiqomatul Hayati, Akbar Tri Kurniawan, dan fotografer Jacky Rachmansyah dari Tempo di kantornya. Wawancara yang berlangsung hangat berlanjut di perjalanan menuju Bandar Udara Soekarno-Hatta karena Muhaimin harus melakukan kunjungan ke Yogyakarta.

Penyiksaan terhadap tenaga kerja di luar negeri kembali terulang....
Setiap hari, bulan, dan tahun kita melakukan upaya tiada henti menyempurnakan sistem perlindungan, pelayanan, dan penanganan kasus. Kami perlu mendalami, apakah kasus ini muncul karena ada masalah atau kuantitasnya terlampau besar sehingga tak mungkin tidak ada kasus. Sejak 2002, saya sudah berpikir harus ada langkah revolusioner karena terjadi terus-menerus. Di Malaysia, sudah kita lakukan moratorium. Langkah ini berhasil mengurangi jumlah, tapi tak bisa menutup total.
Mengapa tak melakukan moratorium pengiriman tenaga kerja ke Arab Saudi seperti halnya di Malaysia?
Kita belum tahu detailnya. Malaysia itu lalu lintas dan kulturnya sangat dekat sehingga tak bisa jadi ukuran. Di Yordania, evaluasi terakhir cukup efektif, tapi migrasi ilegal tetap berlangsung karena ada visa on arrival. Jumlahnya turun drastis sehingga banyak perusahaan pengelola tenaga kerja bangkrut, termasuk di Kuwait. Di Saudi permintaan dan penawaran kuat, sehari bisa 2.500 tenaga kerja. Jadi masyarakat tak boleh emosional. Moratorium juga bisa memicu munculnya pekerja ilegal melalui umrah. Pembenahan persoalan ini harus ekstrasistemik. Saya belum memutuskan apakah jadi melakukan moratorium atau tidak.

Apa kendala dalam melakukan moratorium?
Moratorium lebih pada sisi pembenahan. Harus ada kepastian waktu dan bisa dirahasiakan kepada negara serta pelakunya. Selama proses ini juga harus memperketat penjagaan semua pintu keluar. Di Malaysia, banyak yang masuk dengan alasan wisata. Selama moratorium juga harus mencari solusi dalam negeri mengenai pembenahan dan alternatif kerja. Saya pernah bertemu dengan bupati yang penduduknya banyak bekerja di luar negeri. Setiap hari transaksi di bank di daerah itu mencapai Rp 1 miliar.

Mengapa pemerintah tak memiliki kerja sama bilateral dengan Arab Saudi mengenai tenaga kerja ini?
Pemerintah Arab Saudi menganggap penyaluran tenaga kerja ditangani sektor swasta. Persoalan tenaga kerja di bawah Kementerian Tenaga Kerja dan Dalam Negeri. Saya berkali-kali ketemu minta dilakukan pembahasan dan mereka selalu menjawab akan dipertimbangkan. Kami bertemu dengan Menteri Tenaga Kerja Saudi di Jenewa pada acara International Labour Organization. Ia berkata, "Sudahlah, percayakan pada undang-undang kami tanpa harus ada MOU." Arab Saudi tak memiliki nota kesepahaman dengan negara lain. Kalau Indonesia meminta MOU, Filipina dan negara lain akan minta. Mereka berkomitmen membantu pengawasan dan lain-lain.

Mengapa percaya pada jaminan Saudi padahal banyak kasus di sana tak ada penyelesaian hukumnya dan majikan malah dilindungi pemerintahnya?
Kami sedang melakukan investigasi apakah sinyalemen itu benar. Semua kejahatan di sana juga ada hukumannya. Saya berkali-kali ketemu dengan orang Arab. Katanya, 50 persen orang yang dipenggal di sana itu orang Arab dan sisanya orang asing dari berbagai negara. Saya terus terang kesulitan memperoleh data signifikan. Untuk itulah selama masa pengetatan ini akan dilakukan investigasi.

Pengawasan tenaga kerja di Arab Saudi terkesan lebih susah ketimbang di negara lain....
Ini sektor domestik. Rumah tangga di sana tertutup. Masalah lain, akses tenaga kerja kita. Padahal, dalam setiap pembekalan akhir, selalu diberikan nomor telepon Kementerian Tenaga Kerja, Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia, serta kedutaan setempat. Tapi sampai di sana tak bisa bawa telepon seluler.

Apa alasan di balik rencana pemerintah membekali tenaga kerja dengan ponsel?
Makna di balik kebijakan ponsel ini adalah agar dalam setiap perjanjian kerja, TKI berhak memiliki dan memegang ponsel. Kalau kita tak berusaha membuat perjanjian kerja seperti itu, apa lagi usaha kita. Masak kita biarkan. Kalau dibilang tak ada solusi, lalu bagaimana solusinya? Kalau masuk perjanjian kan paling tidak ada akses. Solusi idealnya, bisa saja membuat asrama khusus tenaga kerja. Tapi pemerintah di sana belum menyetujuinya.

Ada pula usul melakukan fit and proper test calon majikan?
Kita sedang berpikir memperketat majikan pengguna tenaga kerja kita. Misalnya peta rumah dan jumlah keluarga yang ada di rumah itu harus diketahui sebelum berangkat. Tidak boleh berpindah di luar kontrak itu. Dalam fit and proper test di Saudi juga harus ada informasi tentang majikan dan dilampirkan dalam perjanjian kerja. Kalau tak ada informasi tentang calon pengguna, jangan disetujui.

Diplomasi kita dengan Arab Saudi juga terlihat sangat lemah....
Sebetulnya tidak lemah. Kita bisa saja bilang sekarang TKI tidak usah berangkat ke Arab. Maka kita menunggu hasil investigasi lalu diputuskan melalui rapat kabinet. Kalau memang tutup total, pengawasan harus diperketat. Bisa saja biro travel yang memberangkatkan dihukum mati karena masuk kategori jual-beli manusia. Biro travel umrah harus dibuatkan peraturan pemerintah. Tapi saya mengajak semua pihak berpikir komprehensif. Pemerintah akan betul-betul melakukan kalkulasi. Saya masih percaya tenaga kerja lebih besar manfaat daripada mudaratnya.

Jadi pemerintah berpendapat tenaga kerja di Arab Saudi masih lebih banyak manfaatnya?
Pemerintah berusaha mencari kesimpulan adil terhadap tenaga kerja yang bermasalah dan yang berhasil. Untuk itu, harus ada data manfaat dan mudaratnya. Bayangkan kalau ternyata hanya ada 0,8 persen kasus, artinya banyak orang baik dirugikan. Kita akan betul-betul melarang pekerja luar negeri sebagai pembantu kalau itu menjadi solusi untuk menghambat perdagangan manusia. Jadi posisi sekarang masih menghitung.

Pemerintah sepertinya berpendapat kita lebih butuh Arab Saudi ketimbang sebaliknya?
Saya setiap hari berdiskusi, mengkalkulasi kebutuhan masyarakat Arab Saudi akan pembantu rumah tangga kita. Ini menjadi pertimbangan negosiasi kita. Kalaupun sampai dilakukan moratorium total, bisa diketahui dampak buat mereka. Kita belum sampai pada satu kesimpulan. Terus terang titik lemah birokrasi saya adalah data. Hambatan cukup berat dalam pekerjaan ini adalah updating data. Misalkan berapa yang benar-benar membutuhkan tenaga kerja kita, termasuk seberapa besar ketergantungan Saudi. Data kita lemah sehingga saya tak mau berdebat soal data. Saya berpikir apa perlu pihak ketiga membantu investigasi, terutama soal pendataan.

Pemerintah dianggap tak memiliki konsep pembinaan tenaga kerja....
Kita tak ingin disalahkan seolah tak memiliki konsep. Pada zaman saya, ada beberapa langkah. Pertama, kewajiban mengikuti pelatihan 200 jam dan kontrol penuh. Ini menjadi solusi atas keputusan Mahkamah Konstitusi yang menghapus pasal pendidikan minimal tenaga kerja. Lalu koordinasi pemerintah pusat dan daerah. Pembinaan terhadap tokoh masyarakat yang menjadi bagian resmi perusahaan penyedia tenaga kerja. Di daerah embarkasi juga kami berusaha meningkatkan pendidikan tenaga kerja selama di sana. Titik lemah memang masih di pengawasan, seperti pemalsuan dokumen pelatihan.

Apa evaluasi dari kasus-kasus penyiksaan terhadap tenaga kerja?
Tak bisa kita hindari bahwa arus dan manfaatnya masih besar. Bayangkan, dengan pendidikan rendah, bisa mendapatkan pendapatan besar. Sulit mendapatkan upah seperti itu di sini. Pemerintah tak memiliki hak menghambat atau melarang bermigrasi. Itu prinsip pertama. Warga negara dengan kapasitas apa pun tak boleh dihambat bekerja di suatu tempat. Kita terus berbenah sehingga tak ada ruang yang bisa dimanfaatkan oleh perusahaan nakal.

Apa upaya pemerintah untuk mengurangi jumlah pekerja sektor informal?
Kita sedang mengarah untuk mengurangi pekerja sektor informal, seperti pembantu rumah tangga, dan memperbanyak sektor formal. Profesi pembantu rumah tangga ini penting. Prinsipnya kan sama seperti pegawai di hotel yang membersihkan kamar dan sebagainya. Pasti dibutuhkan, apalagi oleh orang kaya. Pekerjaan itu ada pasarnya dan pasar tak bisa dihambat siapa pun. Kalau pasar dihambat, akan terjadi pelanggaran hak asasi manusia. Penghambatan itu juga bisa menjadi bumerang karena akan menghasilkan ilegalitas pasar.

Sejauh mana implementasi perlindungan berupa asuransi tenaga kerja?
Dalam Undang-Undang Nomor 39 disebutkan tenaga kerja harus dilindungi asuransi. Jenis dan model ditentukan menteri. Zaman Pak Erman, ada sembilan konsorsium. Satu konsorsium 10 jenis asuransi. Saya tak mampu mengelola karena data tersebar di sembilan konsorsium itu, klaim susah dikejar, TKI tak mengerti cara mengurus klaim, dan ada kongkalikong perusahaan penyedia tenaga kerja dengan asuransi. Peraturan menteri mengatur soal asuransi lebih ketat. Saya lalu memilih satu konsorsium.

Mengapa hanya menunjuk satu konsorsium tanpa tender?
Karena ini bukan uang negara dan kita hanya meregulasi. Sudah terbentuk September lalu. Belum saya cek yang melakukan klaim. Kita melakukan evaluasi setiap tiga bulan. Asuransi yang dipilih mempermudah klaim, tak berbelit-belit, dan kalau ada kecelakaan langsung dibayar. Untuk mengarah ke sana, perusahaan harus sehat. Preminya kan US$ 40 dibayar TKI ketika mau berangkat selama dua tahun. PJTKI marah-marah hingga ke Komisi Pengawas Persaingan Usaha. Lho, yang seharusnya marah kan yang tidak saya tunjuk, sehingga memperkuat sinyalemen adanya kongkalikong pengusaha dan asuransi.

Bagaimana menjawab tuduhan bahwa asuransi ini sarat kepentingan menteri?
Saya tak masuk dalam tim. Tapi bisa dicek dan publik boleh tahu bahwa ada kriteria dari masing-masing penilaian. Sebetulnya semacam tender, tapi karena bukan uang negara, menjadi semitender atau beauty-contest melalui tim seleksi. Semua prosesnya terbuka.

Bagaimana memberikan informasi kepada TKI di luar negeri tentang asuransi baru ini?
Justru ini yang membuat saya marah berbulan-bulan. Perusahaan asuransi sembilan konsorsium yang saya bubarkan itu mendapat untung tapi tak mau melakukan sosialisasi. Kewajiban asuransi melakukan sosialisasi tentang hak TKI. Kalau asuransi tak memberikan klaim, saya kejar ke mana pun. Sekarang ini lebih sehat, transparan, dan online. Saya juga jadi tahu data tenaga kerja yang berangkat dan pulang. Banyak manfaat asuransi ini.

Bagaimana pengaturan tenaga kerja informal dalam negeri melalui Undang-Undang Pembantu Rumah Tangga?
Memang kita terus-menerus melakukan penyempurnaan undang-undang. Tapi belum ketemu standardisasinya, misalnya gaji minimum. Pengguna pembantu rumah tangga itu gajinya terbatas. Ada juga yang memandang soal ini bisa masuk dalam KUHP dan Undang-Undang Kekerasan dalam Rumah Tangga. Kami belum memutuskan menolak. Kami akan menunggu inisiatif DPR dan kami belum berinisiatif.

A. Muhaimin Iskandar, MSi
Tempat dan tanggal lahir: Jombang, 24 September 1966

Pendidikan
:
Madrasah Tsanawiyah Negeri Jombang, 1979-1982
Madrasah Aliyah Negeri I Yogyakarta, 1982-1985
Fisip Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, 1985-1992
Komunikasi Universitas Indonesia, Jakarta, 1996-1998

Karier:
Staf pengajar Pesantren Denanyar, Jombang, 1980-1983
Sekretaris Lembaga Kajian Islam dan Sosial, Yogyakarta, 1989
Kepala Divisi Penelitian Lembaga Pendapat Umum, Jakarta, 1992-1994
Kepala Lembaga Penelitian dan Pengembangan Tabloid Detik, 1993
Hellen Keller International, 1998
Wakil Ketua DPR RI, 1999-2009
Sekretaris Jenderal DPP PKB, Jakarta, 1998-2005
Ketua Umum Dewan Tanfidz DPP PKB, 2005-2010
Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, 2009-sekarang.
Sumber: Tempo, edisi 29 November 2010
Ket foto: Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar (1) bersama para TKW (gbr 2)

Mengembalikan Kehormatan Guru

Written By ansel-boto.blogspot.com on Friday, November 26, 2010 | 2:43 PM

Oleh Doni Koesoema A
Peneliti dan Konsultan Pendidikan;
Alumnus Boston College Lynch School of Education, AS

Tak pernah ada dalam sejarah bangsa ini profesi guru begitu terpuruk di mata masyarakat seperti saat ini.

Seringnya guru mogok mengajar karena berdemonstrasi, citra guru yang rusak karena tuntutan ujian nasional, dan kebijakan pendidikan yang abai terhadap pengembangan profesional guru hanya beberapa kenyataan yang menunjukkan betapa kehormatan guru telah hilang. Mengembalikan kehormatan guru tak lagi bisa ditawar untuk menyelamatkan masa depan negeri ini. Tugas itu tak ringan dan memerlukan kerja sama banyak pihak sesuai cakupan tanggung jawab mereka. Hanya dengan pendekatan utuh dan sinergilah, kita dapat mengembalikan kehormatan guru.

Tiga sisi

Persoalan guru bisa diurai dengan melihatnya dari tiga sudut pandang: guru, negara, dan masyarakat. Pertama, persoalan yang penting direfleksikan oleh guru adalah bagaimana mereka tetap memiliki inspirasi pribadi yang memberi landasan nilai, makna bagi perkembangan dirinya sebagai guru. Inspirasi adalah sumber kekuatan, berupa nilai, prinsip pendidikan, dan tujuan hidup yang diyakini sebagai dasar bagi pengembangan panggilan pribadinya sebagai guru.

Memiliki inspirasi yang kuat sebagai guru berarti bahwa di tengah menumpuknya tugas rutin, guru tak pernah boleh kehilangan idealismenya sebagai pembelajar. Rutinitas dan keteraturan adalah ciri pendidikan formal. Persoalan seperti tugas administrasi, membuat silabus, satuan pelajaran adalah bagian dari kinerja guru. Oleh karena itu, beres secara administratif saja belum cukup. Lebih dari itu, mampu merefleksikan dasar terdalam panggilan sebagai guru bisa menjadi sumber rohani yang memungkinkan guru tetap menemukan makna di tengah tantangan dan kesulitan.

Memiliki inspirasi sangat penting sebab dengan itu, guru dapat mempertahankan kebebasan dan kemerdekaan sebagai pengajar. Kebebasan adalah dasar dari pengembangan bermutu setiap profesi. Jika inspirasi tak ada, guru bisa kering nilai dan tanpa makna menjalani panggilan sebagai guru. Bahkan, guru bisa terpuruk sekadar jadi tukang yang melakukan sesuatu karena disuruh atau diperintah orang lain, atau sekadar taat aturan.

Tentu guru tak bisa bertindak seenak sendiri tanpa aturan yang sesuai dengan prosedur. Negara, dalam hal ini pemerintah, telah memberi rambu hukum dan peraturan yang membatasi profesi guru. Mengembalikan kehormatan guru tak mungkin terjadi secara efektif dan sistematis tanpa campur tangan negara.

Ruang kebebasan guru

Oleh karena itu, persoalan kedua yang mendesak dibuat oleh pemerintah untuk mengembalikan kehormatan guru adalah diberikannya ruang bagi guru untuk melaksanakan kebebasan profesionalnya sebagai guru dan pendidik. Ruang ini selama ini telah direnggut oleh UN. Pendidikan yang merupakan komunikasi antara anak didik dan guru jadi sebuah komunikasi teknis dan instrumental karena tak ada lagi keautentikan suasana pembelajaran yang terenggut karena tuntutan UN. Kehormatan guru tak akan pulih dengan efektif jika polemik seputar kebijakan UN tidak diselesaikan.

Negara memang telah memberi peraturan dan rambu untuk menyeleksi siapa saja yang layak dan pantas mengajar di depan kelas melalui peraturan perundang-undangan, terutama lewat sertifikasi. Namun, perlindungan atas profesi guru—negeri dan swasta—belum terjadi secara sinergis. Melindungi profesi guru dari terabasan berbagai kepentingan di luar dunia pendidikan, yang sering kali mempolitisasi guru, adalah hal yang mendesak.

Hal ketiga yang bisa membantu guru menemukan kembali kehormatan adalah tanggung jawab masyarakat sebagai rekan kerja utama para guru di sekolah, terutama orangtua. Mau tak mau, harus diakui, sekolah kita banyak diintervensi oleh orangtua dan masyarakat yang arogan, yang menganggap sekolah mesin produksi untuk memintarkan anak. Bahkan, ada yang sekadar menganggap sekolah lembaga pemberi ijazah. Mental dagang itu ada di masyarakat kita, dan guru harus berhadapan dengan kultur yang tak kondusif ini.

Mental dagang seperti tak mau terlibat dengan pendidikan anak karena sudah bayar mahal sekolah serta mental korup yang ada dengan membeli nilai atau ijazah adalah hal yang merugikan anak dan melecehkan martabat guru.

Namun, tak jarang juga mental dagang itu ada dalam diri guru sendiri. Gejala jual beli soal dan jawaban ujian, lobi orangtua untuk memperoleh nilai baik untuk anaknya dengan cara ”membeli” guru pun, sering juga tak disadari guru sebagai bagian yang sesungguhnya merusak martabatnya sebagai guru. Masyarakat perlu sadar bahwa kehormatan guru bisa pulih jika masyarakat membantu menciptakan kondisi yang baik bagi pertumbuhan guru dan anak didik. Tanpa bantuan masyarakat, pendidikan di sekolah tak akan berkesinambungan.

Mengembalikan kehormatan guru adalah hal mendesak. Tindakan yang bisa dibuat mesti sinergis dan simultan, serentak bersama-sama tiga pihak yang berkepentingan dengan pulihnya kehormatan dan martabat guru itu sendiri: guru, masyarakat, dan negara. Hari Guru Nasional yang kita peringati kemarin merupakan momentum untuk menyadari kembali, kehormatan guru harus segera dipulihkan demi perbaikan pendidikan di negeri ini.
Sumber: Kompas, 26 November 2010

Wanita "Penghujat" Nabi Akan Dimaafkan

Written By ansel-boto.blogspot.com on Wednesday, November 24, 2010 | 6:33 PM

PRESIDEN Pakistan Asif Ali Zardari akan memaafkan seorang perempuan Kristen yang dijatuhi hukuman mati karena menghujat Nabi Muhammad, kata Gubernur Negara Bagian Punjab, Salman Taseer, kepada CNN, Selasa (23/11/2010).

"Dia (Presiden) ingin membuat jelas bahwa perempuan itu tidak akan menjadi korban dari undang-undang ini," kata Taseer merujuk pada sebuah UU tentang penghujatan di negara itu. "Maksud saya, Presiden seorang liberal, seorang yang berpikiran modern dan dia tidak ingin melihat seorang perempuan miskin seperti itu menjadi target dan dihukum mati. Itu tidak akan terjadi," tutur Taseer.

Asia Bibi, yang telah mendekam di penjara selama hampir 15 bulan, dinyatakan bersalah oleh sebuah pengadilan di Pakistan awal bulan ini karena melanggar UU penghujatan negara itu yang kontroversial.

Bibi dinyatakan telah menghina Nabi Muhammad, sebuah kejahatan yang diancam dengan hukuman mati atau penjara seumur hidup berdasarkan hukum pidana Pakistan. Dalam kasus itu, Bibi divonis dengan hukuman mati.

Bibi telah mengajukan permohonan pengampunan ke Pengadilan Tinggi, kata Taseer. "Jika Pengadilan Tinggi mencabut hukuman dan memberi dia jaminan, maka itu merupakan sesuatu yang baik. Kami akan melihat itu, dan jika hal tersebut tidak terjadi, maka Presiden akan memaafkan dia," katanya.

Sebuah penyelidikan pendahuluan menunjukkan, tuduhan terhadap Bibi merupakan kesalahan, kata seorang pejabat pemerintah, Senin.

"Presiden meminta saya untuk menyelidiki kasus perempuan itu dan temuan awal saya menunjukkan, dia tidak bersalah dan dakwaan terhadapnya tidak berdasar," kata Menteri Pakistan untuk Urusan Minoritas Shahbaz Bhatti kepada CNN. Bhatti, Senin, menekankan bahwa ia hanya mencapai kesimpulan awal dan akan menyampaikan laporan akhir ke kantor Zardari, Rabu ini.

Para jaksa penuntut mengatakan, Bibi, seorang buruh tani berusia 45 tahun, menghina Nabi Muhammad setelah dia terlibat sebuah perdebatan sengit dengan para rekan kerjanya yang Muslim, yang menolak untuk meminum air dari ember yang telah disentuh Bibi karena dinilai najis.

Dalam sebuah konferensi pers singkat di penjara di mana dia ditahan, Bibi, Sabtu pekan lalu, mengatakan, tuduhan terhadap dirinya merupakan kebohongan yang dibuat sekelompok perempuan yang tidak menyukainya. "Kami memiliki beberapa perbedaan dan ini merupakan cara mereka untuk membalas dendam," katanya.

Putusan hukuman mati terhadap Bibi memicu kemarahan di kalangan kelompok-kelompok hak asasi manusia, yang mengutuk UU penghujatan Pakistan sebagai sumber kekerasan dan penganiayaan terhadap kelompok minoritas agama.
Sumber: Kompas, 24 November 2010
Ket foto: Asia Bibi, perempuan Kristen Pakistan yang divonis hukuman mati karena dinyatakan menghujat Nabi Muhammad

Perang Tanpa Strategi Lawan Korupsi

Oleh Frenky Simanjuntak
Manager Economic Governance Department
Transparency International Indonesia

Strategy without tactics is the slowest route to victory. Tactics without strategy is the noise before defeat - Sun Tzu
 
UNTUK memenangkan perang diperlukan strategi. Ini hal yang jelas dan tidak perlu diperdebatkan.

Ketika Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam pidatonya pada Desember 2009 menyatakan perang melawan korupsi, logika mengatakan bahwa Presiden tentu sudah memiliki strategi khusus untuk memenangkan perang tersebut.

Satu tahun hampir berlalu sejak pidatonya, situasi pemberantasan korupsi di Indonesia tetap saja jalan di tempat. Hal ini antara lain dapat dilihat berdasarkan indikator skor Indonesia dalam Indeks Persepsi Korupsi (Corruption Perception Index/CPI) 2010 yang masih belum bergeser dari angka 2,8.

CPI adalah instrumen pengukuran korupsi global yang dibuat Transparency International dengan rentang indeks 0-10, di mana 0 dipersepsikan sangat korup dan 10 sangat bersih. Apakah ini berarti pidato Presiden hanya sekadar janji politik dan pemerintah sama sekali tidak memiliki strategi apa pun untuk berperang melawan korupsi?

Salah satu elemen paling penting dalam penyusunan strategi adalah penetapan target capaian. Tanpa adanya target, strategi akan kehilangan makna dan hanya akan berupa serangkaian aktivitas yang tidak jelas arah tujuannya.

Dalam konteks strategi pemberantasan korupsi, pemerintah ternyata punya target capaian. Capaian itu dapat ditemukan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2009-2014. Di dalamnya ada target demokratisasi dan penegakan hukum dengan salah satu indikator skor Indonesia dalam CPI 2014 adalah 5.

Secara metodologi, penetapan CPI sebagai target capaian pemberantasan korupsi sebenarnya sangat bermasalah. Transparency International dalam setiap publikasinya tentang CPI selalu mengingatkan bahwa CPI bukanlah instrumen yang tepat untuk menganalisis kecenderungan perubahan antarwaktu. Ini karena metode CPI menggabungkan indeks dari berbagai sumber survei yang bisa berbeda dari tahun ke tahun sehingga perubahan skor dapat terjadi akibat perubahan metode dan bukan representasi perubahan sesungguhnya di lapangan. CPI lebih merupakan potret situasi tahunan korupsi di suatu negara.

Sepertinya pemerintah tidak mengindahkan fakta ini ketika menyusun target capaian RPJMN. Dalam penyusunan strategi perang, penentuan target capaian yang tidak tepat merupakan kekeliruan fatal.

Bantai atau bumi hangus?

Dalam perang melawan korupsi, teori perang konvensional bisa diaplikasikan. Teks-teks mengenai teori perang menyebutkan, paling tidak ada dua tipe perang, yaitu war of annihilation dan war of attrition.

War of annihilation atau perang pembantaian mengacu pada strategi penghancuran total kemampuan berperang dalam beberapa atau bahkan dalam satu pertempuran yang menentukan. Strategi perang ini digunakan Napoleon Bonaparte dalam Pertempuran Austerlitz (1805) melawan pasukan koalisi Kerajaan Rusia dan Australia.

Pertempuran Austerlitz secara efektif menghancurkan perlawanan negara-negara Eropa terhadap kekuatan Kerajaan Perancis. Dalam perang melawan korupsi, strategi perang pembantaian bisa diaplikasikan dalam bentuk penyelesaian secara cepat dan tegas kasus-kasus korupsi besar, penangkapan koruptor kelas kakap dan berpengaruh, dan pemberian hukuman maksimal kepada para koruptor.

War of attrition atau perang bumi hangus adalah strategi perang yang bertujuan menghancurkan kemampuan bertempur lawan lewat perang berkepanjangan dan penghancuran sumber daya logistik dan personel. Ketika Kerajaan Romawi diinvasi pasukan Carthage di bawah pimpinan Hannibal Barca dalam perang Punic Kedua (218-202 SM), Konsul Fabius menggunakan strategi bumi hangus.

Ia menghancurkan jalur suplai makanan dan bantuan personel dengan membakar desa-desa dan ladang gandum yang akan dilewati pasukan Cartaghe. Strategi Fabius ternyata efektif memaksa pasukan Cartaghe mundur.

Dalam perang melawan korupsi, strategi bumi hangus dapat diaplikasikan dengan cara menutup ruang gerak koruptor dalam birokrasi melalui penerapan reformasi birokrasi, pengawasan yang efektif, dan penerapan transparansi. Strategi ini bila diterapkan secara efektif akan menutup ruang gerak dan jalur-jalur suplai uang haram para koruptor.

Strategi pencitraan

Sebagai mantan jenderal lulusan terbaik Akabri angkatan 1973, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tentunya sangat paham mengenai strategi perang tersebut. Doktrin perang modern menyatakan bahwa strategi perang berkembang dan saat ini strategi perang pembantaian ataupun bumi hangus secara murni tidak aplikatif lagi. Sama halnya dalam perang melawan korupsi, kedua strategi pertempuran tersebut harus digunakan dengan melihat prioritas yang terukur secara jelas.

Persoalannya, pemerintah seakan tidak memiliki skala prioritas yang jelas dalam pemberantasan korupsi. Penegakan hukum dan penindakan kasusnya tanggung. Reformasi birokrasi dan penerapan tata kelola pemerintahan yang baik juga berjalan sangat lambat.

Seharusnya pemerintah membuat gebrakan berani dengan membongkar kasus-kasus besar yang melibatkan orang-orang kuat, misalnya dengan menindaklanjuti kesaksian Gayus Tambunan di persidangan atau kasus cek pelawat di DPR. Prioritas reformasi birokrasi harus difokuskan pada sektor-sektor strategis, seperti aspek perizinan usaha dan tata kelola industri ekstraktif.

Alih-alih melakukan hal itu, pemerintah justru menerapkan strategi pencitraan dengan institusi-institusi taktis dan ad-hoc yang ternyata tidak efektif dalam memerangi korupsi yang sistemik. Strategi pencitraan mungkin jitu untuk kepentingan pemenangan pemilu, tapi saya kira tidak tepat bila diterapkan untuk berperang.

Dokumen Strategi Nasional Pemberantasan Korupsi dan Rencana Aksi Pemberantasan Korupsi 2010-2025 telah diluncurkan awal tahun ini oleh Bappenas. Dokumen yang rencananya akan diresmikan sebagai peraturan presiden, ternyata sampai saat ini belum ditandatangani sehingga tidak punya kekuatan hukum. Ironis rasanya bahwa perang yang dicanangkan oleh Presiden hampir setahun yang lalu ternyata hanya mengandalkan taktik tanpa strategi.
Sumber: Kompas, 25 November 2010
 
Didukung : Creating Website | MFILES
Copyright © 2015. Ansel Deri - All Rights Reserved
Thanks to KORAN MIGRAN
Proudly powered by Blogger