Headlines News :

Pohon Kelapa Membahayakan Penerbangan di Bandara Wonupito Lembata

Written By ansel-boto.blogspot.com on Thursday, September 29, 2011 | 1:53 PM

Keberadaan sejumlah pohon kelapa di ujung landasan pacu (Runway) bandara Wonupito Lewoleba, Kabupaten Lembata, NTT, sangat membahayakan keselamatan penerbangan.

Demikian disampaikan Kepala Bandara Wunopito melalui Kepala Operasional Sisi Darat (Kapoksi), Michel Hire Wake, kepada pos-kupang.com, Rabu (28/9/2011). Menurutnya, pucuk pohon kelapa itu sangat mengganggau ketika pesawar akan take off.

“Sebelah barat Di ujung Runway 02, ada pohon kelapa yang sangat membahayakan keselamatan penerbangan pada saat take off,” katanya.

Dia meminta agar pemerintah setempat memberi perhatian dengan melakukan pembebasan lahan tempat tumbuh pohon kelapa itu. “Mohon perhatian dari pemerintah daerah dalam pembebasan pohon kelapa itu,” katanya.

Seperti diketahui, hingga saat ini Pemda Lembata belum menyelesaikan kewajibannya terhadap tuntutan ganti rugi atas tanah yang digunakan untuk membangun bandara ini.

Pemilik tanah, Lorens Hadung Boleng melalui Kuasa hukumnya, Petrus Bala Pattyona, SH sudah mengirim surat bahkan memberi somasi beberapa waktu lalu agar segera ada perhatian pemda membayar ganti rugi.

Tidak disebutkan berapa besar nilai uang yang harus diganti rugi namun dari informasi yang dihimpun Pos Kupang, nilai ganti rugi itu mencapai Rp 20 miliar.

Pihak Pemda Lembata rupanya telah duduk bersama membicarakan langka yang diambil untuk menyelesaikan persoalan itu. Selasa (27/9/2011) pemda menggelar rapat internal tertutup guna membahas langkah yang diambil. Tidak diketahui hasil pertemuannya seperti apa.

Namun menurut Kepala Bagian Administrasi Pemerintahan Setda Lembata, Ansel Ola Bahi, rapat itu dilakukan guna membicarakan desakan dan somasi dari pemilik tanah agar segera ada sikap dari Pemda. Menurutnya, setelah rapat internal itu, pemda akan mengundang pemilik tanah untuk membicarakan langkah selanjutnya.
Sumber : Pos Kupang, 29 September 2011
Ket foto: Pesawat Susi Air saat mendarat di Bandara Udara Wunopito Lewoleba, Lembata.
Dok. foto: hurek.blogspot.com

Trio Musisi NTT Konser Bantu Gereja Puor

TIGA musisi asal NTT masing-masing Ivan Nestorman, Djtron Pah, dan Coenrad Floresman bersama sejumlah musisi NTT lainnya, akan menggelar konser amal pada Jumat (30/9/2011) malam, di Marketing Gallery Kota Kasablanka, Casa Grande, Jakarta Selatan.

Konser bertajuk Tribute to East dalam rangka penggalangan dana untuk Pembangunan Gereja Santo Petrus Puor, Paroki Santu Joseph Boto, Keuskupan Larantuka. Konser digagas Profesional Muda Labalekan Jakarta bekerja sama dengan Keluarga Besar Mahasiswa dan Pemuda Lembata Jabodetabek.

Menurut Ketua Panitia Pelaksana, Coenrad Floresman, sebelum konser diadakan misa kudus yang dipimpin Pastor Rekan Paroki Boto, Romo Lukas Lile Masan, Pr.

"Dari konser kami berharap umat yang hadir saat misa maupun undangan yang datang mengulurkan tangan membantu umat stasi Puor. Konser musik yang dibawakan dalam kemasan acoustic,” ujar Coenrad.

Gereja Santo Petrus Puor dibangun tahun 1933 oleh Pastor Bernard Bode, SVD. Akibat termakan usia, gereja ini nyaris tak bisa digunakan lagi. Pada 2003, umat memulai memikirkan membangun gedung gereja baru. Pada 14 Agustus 2003 Bupati Lembata, Andreas Duli Manuk melakukan peletakan batu pertama dimulainya pembangunan gedung baru.

Pembangunan berjalan sangat lambat karena mengandalkan swadaya umat. Hingga kini, gedung gereja tersebut mandek dan belum diatap. Umat dan panitia kehabisan anggaran yang sebagian besar swadaya umat.

Koordinator Profesional Muda Labalekan Jakarta, Ferdinandus Diri Lamak mengatakan, Tribute to East adalah sebuah aksi solidaritas untuk membantu umat agar cepat menyelesaikan pembangunan rumah ibadah mereka.


“Ini hanya awal dari usaha penggalangan dana untuk Gereja Puor karena sudah delapan tahun belum selesai. Kami bersama-sama dengan adik-adik mahasiswa Lembata Jakarta akan melakukan sejumlah kegiatan lain untuk keperluan ini,” kata Edi Lamak, sapaan akrabnya kepada Tribunnews.com, Kamis (29/9/2011).

Sementara itu, Ansel Deri, seorang tokoh muda asal Lembata di Jakarta menambahkan, aksi solidaritas ini harus diikuti juga dengan upaya lain guna memperoleh bantuan merampungkan gereja Puor.

“Delapan tahun itu waktu yang cukup panjang untuk merampungkan gereja ini. Padahal cukup banyak sumber pendanaan di pusat yang bisa diakses, jika ada koordinasi antara panitia lokal dan pemerintah daerah,” ujar Ansel, staf ahli anggota DPR RI.

Menurut Ansel, dalam beberapa kesempatan ia sudah bertemu dengan beberapa anggota DPR RI dari NTT dan beberapa pihak untuk menyampaikan kesulitan yang dihadapi umat di beberapa wilayah di Keuskupan Larantuka.

“Saya dan Pastor Lukas sudah bertemu Pak Melky Mekeng dan Pak Honing Sanny. Begitu juga beberapa anggota DPR dari NTT lainnya. Tanggapan mereka positif dan semoga bisa sedikit memberikan solusi bagi umat di Puor,” kata Ansel.

Batasi publikasi

Mengenai target undangan yang diharapkan hadir pada acara Tribute to East, Coenrad menambahkan, pihaknya memang membatasi publikasi mengenai acara ini mengingat undangan yang hadir adalah mereka yang akan menjadi donatur bagi gereja Puor.

Selain itu, acara ini pun diselenggarakan di Casa Grande, venue eksklusif yang sudah menyediakan fasilitasnya bagi kegiatan ini.

“Casa Grande adalah sebuah kawasan property eksklusif yang terletak di lokasi strategis sehingga mudah dijangkau. Terima kasih untuk Pakuwon Group, khususnya manajemen Casa Grande yang telah menyediakan tempat bagi kegiatan ini,” ujar Coenrad.

Ivan Nestorman yang juga vokalis dari Nera Band akan tampil bersama Djitron Pah, musisi Sasando yang ngetop melalui ajang Indonesia Mencari Bakat (IMB) serta Coenrad yang juga penyanyi beraliran reggae.

“Kami akan menampilkan performa untuk dinikmati. Lagu-lagunya bebas. Ivan mau membawakan lagu apa saja, juga Djitron dan saya. Pokoknya kami bernyanyi untuk dinikmati, jadi tidak ada order lagu khusus sehingga mudah-mudahan pertunjukan esok nanti dapat dinikmati,” kata musisi reggae asal Puor, kelahiran Larantuka, Flores Timur ini.
Sumber: Tribunnews.com, 29 September 2011
Ket foto: Gereja St Petrus Puor, Paroki Boto, Keuskupan Larantuka.
Masih menunggu kemurahan hati penderma untuk dirampungkan.
Foto: dok. Ansel Deri

Selingkuhi Istri Napi, Sipir Dibui 3 Bulan

Majelis hakim Pengadilan Negeri Tulungagung, Jawa Timur, Rabu kemarin, menjatuhkan vonis penjara selama tiga bulan kepada seorang sipir (petugas lembaga pemasyarakatan) setempat, gara-gara tepergok menyelingkuhi istri orang.

SYN (47), sipir asal Desa Rejoagung, Kecamatan Kedungwaru tersebut, tampak pasrah saat ketua majelis hakim mengetukkan palu tiga kali tanda vonis dijatuhkan.

“Terpidana telah terbukti melanggar Pasal 284 KUHP tentang Perzinahan, apalagi keduanya sama-sama telah memiliki pasangan,” ujar Ketua Majelis Hakim PN Tulungagung, Ramelan, dikonfirmasi usai sidang.

Tidak sepatah kata pun komentar keluar dari mulut SYN. Sejak pembacaan vonis, SYN yang telah dikaruniai dua orang anak dari istri sahnya ini hanya bisa tertunduk lesu.

Ia pantas malu dengan para pegawai di PN Tulungagung, sebab istri sahnya juga bekerja di tempat tersebut. Kepada majelis hakim yang menanyakan sikapnya atas vonis yang dijatuhkan, SYN hanya menyatakan pikir-pikir.

Informasi dari beberapa sumber, SYN selama ini diketahui sebagai PNS yang bekerja di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas II B Tulungagung. Ia merupakan salah satu sipir yang cukup disegani di tempat kerjanya. Selain memang sudah senior dibanding sipir-sipir yang lain, SYN dikenal tegas.

Jabatannya sebagai sipir penjara rupanya membuat SYN dekat dengan keluarga napi, termasuk TH (39), perempuan yang kemudian diselingkuhinya. Meski sama-sama telah berkeluarga, keduanya semakin dekat dan bahkan melakukan perselingkuhan. SYN dan TH kemudian hidup serumah di Perum Griya Tunggul Asri, Desa Tunggulsari, Kecamatan Kedungwaru.

SYN akhirnya digerebek oleh istri sahnya sekitar setahun lalu. Pada saat digerebek, kedua pasangan berada di dalam rumah dengan hanya menggunakan baju singlet dan celana pendek, sedangkan TH mengenakan daster.
Sumber: Kompas.com, 29 September 2011
Ket foto ilustrasi: google.co.id

Mantan Kapolri Jenderal (Purn) Kunarto Meninggal Dunia

Written By ansel-boto.blogspot.com on Wednesday, September 28, 2011 | 1:51 PM

Mantan Kepala Polisi Jenderal (Purn) Kunarto meninggal dunia hari ini, Rabu (28/9/2011). Kapolri periode 1991-1993 itu meninggal dunia sekitar pukul 04.30 di Rumah Sakit Internasional Surabaya.

"Beliau meninggal karena sakit dan sudah tua," kata Juru Bicara Kepolisian Daerah Jawa Timur Komisaris Besar Rachmad Mulyana dihubungi wartawan.

Rencananya, jenazah akan dimakamkan di Jakarta. Rachmad belum dapat memastikan tempat pemakaman Kunarto. "Nanti tergantung keluarga apakah akan dimakamkan di tempat pemakaman umum atau tidak," katanya.

Kunarto lahir di Yogyakarta, 8 Juni 1940. Sejak masih di bangku SD dia sudah bercita-cita menjadi polisi sehingga begitu tamat SMA (1961), dia langsung melamar menjadi polisi.

Setelah lulus dari SMA Negeri III/B Yogyakarta pada 1960, Kunarto meneruskan pendidikan di Perguruan Tinggu Ilmu Kepolisian (PTIK) angkatan X dan rampung pada 1970. Setelah menjalani sejumlah jabatan penting di Polri, pada 27 Februari 1991 ia dipercaya memegang tampuk pimpinan Polri menggantikan Jenderal Polisi Drs Sanoesi.

Kunarto meninggalkan seorang istri bernama Warsiyah yang dinikahinya pada 1967 dan dua orang putra, Rino Adi Kuswaryono dan Hariadi Kuswaryono.
Sumber: Kompas.com, 28 September 2011
Foto: Alm. Jenderal Pol Purn Kunarto

Rabies Bisa Dicegah

Oleh drh Maria Geong, PhD
alumnus School of Veterinary and Biomedical Sciences,
Murdoch University, Perth, Western Australia

RABIES adalah penyakit infeksius yang ditularkan melalui gigitan hewan. Secara global sedikitnya 55 000 orang meninggal dunia setiap tahun karena rabies. Menyadari pentingnya rabies sebagai salah satu penyakit yang sangat serius maka Badan Kesehatan Dunia (World Health Organization /WHO) dan Badan Kesehatan Hewan Dunia/OIE (Office Internationalle des Epizooties/World Organization for Animal Health) menetapkan tanggal 28 September sebagai Hari Rabies Dunia yang diperingati setiap tahun di seluruh dunia. Sampai saat ini rabies pada anjing (rabid dogs) masih merupakan sumber infeksi utama terjadinya kasus rabies pada manusia.

Di Indonesia, rabies dilaporkan dihampir seluruh wilayah kepulauan di 33 provinsi. Provinsi yang tidak pernah tertular rabies atau dinyatakan bebas secara historis adalah provinsi Nusa Tenggara Barat, Papua dan Papua Barat. Beberapa provinsi secara berurut-turut dinyatakan sebagai wilayah tertular baru adalah pulau Buru Selatan, pulau Bali, pulau Bengkalis, Pulau Nias dan Pulau Larat.

Berdasarkan laporan situasi penyakit rabies di Indonesia, terlihat bahwa rabies cenderung menyebar ke pulau pulau yang masih bebas termasuk pulau Buru Selatan Maluku (tahun 2006), Pulau Bali (akhir tahun 2008), Pulau Bengkalis (tahun 2009), Pulau Nias (tahun 2010) dan Pulau Larat (tahun 2010). Jumlah rata-rata orang meninggal dunia yang dilaporkan setiap tahun di Indonesia sebanyak 143 orang.

Di NTT, Pulau Flores, Lembata, Solor dan Adonara merupakan wilayah tetular rabies sejak akhir tahun 2007. Sampai saat ini rabies belum dilaporkan di pulau-pulau lain di luar pulau Flores dan Lembata seperti pulau Timor, Sumba, Alor dan pulau pulau lain yang berbatasan langsung dengan pulau-pulau tertular rabies. Berdasarkan laporan kasus kematian manusia selama kurun waktu 14 tahun berjumlah 224 kasus (data sampai dengan akhir Agustus 2011). Mencermati penyebaran rabies di Indonesia dan kurun waktu penanganan rabies di Flores dan Lembata selama 14 tahun terakhir, maka menarik untuk di renungkan sejauh mana kepedulian kita menyikapi rabies di daerah ini?

Dalam memperingati hari rabies dunia tanggal 28 September yang diselenggarakan setiap tahun, Badan Pengendali Rabies Dunia yang berada di bawah koordinasi WHO dan OIE diserukan bahwa rabies adalah penyakit yang bisa dicegah dan kepedulian adalah pertahanan terdepan melawan rabies.

Rabies telah diketahui sebagai penyakit tertua di dunia dan paling mematikan manusia dan atas dasar tersebut inisitif ini dikedepankan. Di Indonesia kasus rabies telah ditemukan lebih dari satu abad yang lalu dan kasus kematian pada manusia masih akibat rabies masih saja berlangsung sampai dengan saat ini.

Teknologi pengembangan penelitian untuk analisis pengujian, pengembangan diagnosis dan vaksin pada hewan dan manusia berkembang sangat cepat di berbagai negara namun dilain pihak penyakit rabies masih saja menjadi ancaman serius di berbagai negara terutama di Asia, Afrika dan Amerika Latin tidak terkecuali di Indonesia.

Anak anak memiliki risiko tinggi terhadap penularan penyakit ganas ini karena kedekatan mereka dengan anjing sebagai sumber penularan. Hal ini karena mereka tidak paham dan mengetahui bahaya rabies dan juga takut dipisahkan dari anjing kesayangannya.

Anak-anak memiliki kecenderungan yang tinggi lebih karena mengalami gigitan dan cakaran berulang di wajah dan kepala yang kedua-duanya membawa resiko yang tinggi terhadap penularan rabies. Anak-anak biasanya acuh terhadap bahaya akibat anjing penular rabies dan mungkin tidak menyampaikan kepada orang tuanya bilamana telah terjadi gigitan, jilatan atau cakaran oleh anjing yang telah tertular rabies.

Rabies adalah penyakit yang disebabkan oleh virus yang dapat menyerang hewan dan manusia. Penyakit rabies umumnya menular lewat gigitan, tetapi kemungkinan penularan dapat juga terjadi melalui pencemaran air liur dari hewan penderita pada kulit yang terluka atau jaringan mukosa.

Rabies pada hewan dan manusia berakibat fatal manakala gejala syaraf mulai muncul. Berita yang menggembirakan adalah bahwa rabies adalah penyakit yang mudah dicegah dengan vaksinasi. Vaksinasi adalah tindakan paling penting dalam managemen kesehatan hewan peliharaan dan merupakan satu-satunya upaya paling penting untuk pencegahan.

Untuk pelaksanaan vaksinasi di Pulau Flores dan Lembata dibutuhkan komitmen bersama lintas wilayah tertular sehingga program vaksinasi terjadwal secara konsisten setiap tahun.
Sesungguhnya keberhasilan pengendalian rabies harus dimulai dari pemilik anjing itu sendiri yakni dengan membawa anjing untuk divaksinasi.

Upaya pencegahan dengan vaksinasi bertujuan untuk melindungi diri, hewan peliharaan dan masyarakat sekitar. Vaksinasi pada semua anjing peliharaan sangat penting untuk memutuskan mata rantai infeksi virus rabies pada hewan dan manusia. Jika anjing menggigit, luka gigitan harus dicuci dengan sabun (detergen) selama 15 menit di bawah air mengalir dan korban gigitan segera dilaporkan ke dokter atau pusat pelayanan kesehatan (Puskesmas) untuk mendapatkan pertolongan medis. Sebaliknya jika anjing peliharaan menggigit seseorang maka pemilik atau korban segera melaporkan diri ke dokter hewan.

Persoalannya sudahkah masyarakat di NTT memahami upaya sederhana ini dan seberapa jauhkan upaya ini disosialisasikan kepada semua masyarakat terutama untuk mereka yang berdomisili di wilayah endemis rabies.

Selanjutnya ketika masyarakat paham tentang upaya ini, apakah penyediaan pelayanan kesehatan dan kesehatan hewan sudah siap memberikan pelayanan sesuai tuntutan dalam prosedure penanganan yang sederhana ini.

Tampaknya ketika berbicara tentang prosedure penangan rabies begitu sederhana namun hal ini menjadi begitu rumit dan sangat kompleks manakala kebutuhan akan fasilitas dan sumber daya manusia belum cukup tersedia.

Untuk melaksanakan vaksinasi hewan diibaratkan seperti mempertahankan suatu wilayah dari serangan musuh dimana dibutuhkan amunisi, senjata, prajurit, sarana dan prasarana operasional. Untuk vaksinasi sangat dibutuhkan tenaga vaksinator sebagai prajurit untuk melakukan vaksinasi, vaksin, peralatan injeksi, sarana dan prasarana operasional untuk mempertahankan fasilitas rantai dingin.

Sampai saat ini dokter hewan dan mantri hewan sebagai tenaga vaksinator belum cukup tersedia di lingkungan masyarakat. Di lain pihak fasilitas pelayanan sangat dibutuhkan seperti tersedianya vaksin, rantai dingin (kulkas dan ice box) untuk memelihara daya hidup vaksin, peralatan injeksi, transportasi dan pusat pelayanan seperti Pusat Pelayanan Kesehatan Hewan (Puskeswan) belum mendapat perhatian dalam penyediaan dan pengelolaannya.

Badan rabies dunia menyerukan bahwa eliminasi virus rabies pada anjing melalui vaksinasi hewan dan membangun tanggung jawab pemilik anjing merupakan sasaran yang direkomendasikan untuk pengambil kebijakan penanganan rabies pada hewan dan manusia. Pengembangan peraturan daerah sangat penting sehingga penanganan rabies bisa berlangsung secara konsisten. Partisipasi masyarakat harus dapat tercermin dalam setiap upaya penanganan rabies sehingga wadah yang terkait dengan penanganan rabies seharusnya melibatkan seluruh komponen yang ada dalam masyarakat mulai dari tingkat desa dan kelurahan dan tidak hanya didominasi oleh unsur pemerintah.

Penanganan rabies pada anjing khusus di daerah Flores dan Lembata dan di wilayah Nusa Tenggara Timur umumnya bukan hanya untuk kepentingan social terkait keselamatan manusia dari gigiatn hewan penular rabies (rabid dogs) tetapi juga untuk menyelamatkan berbagai usaha pertanian. Secara ekologi anjing memiliki peranan sangat penting sebagai pemangsa hama tanaman pertanian dan horticultura yang diusahakan oleh mayoritas masyarakat di Flores dan Lembata. Disamping itu anjing juga dimanfaatkan sebagai komoditi ekonomi yang bisa diperdagangkan dan sebagai salah satu sumber pangan.

Sebagian kecil masyarakat memelihara anjing untuk kepentingan adat dan social budaya.

Menyikapi upaya penangulangan rabies di Flores dan Lembata dalam rangka Hari Rabies Dunia maka perlu dipahami bahwa rabies dapat dicegah dan kepedulian merupakan garda terdepan untuk mencegah rabies.

Payung hukum, publik awareness, penyediaan sarana dan prasarana termasuk vaksin untuk hewan dan manusia (VAR dan SAR) dan pusat pengendali rabies terpadu untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat merupakan aspek penting yang harus dibangun dan disediakan oleh pemerintah. Masyarakat memiliki hak seluas luasnya untuk menda-patkan informasi yang benar tentang upaya melindungi dirinya dari bahaya rabies dan mencegah rabies agar tidak menulari hewan peliharaannya. Semoga kepedulian kita ter-gugah demi terwujudnya NTT bebas rabies.
Sumber: Pos Kupang, 28 September 2011

Sony Kogoya: Kesejahteraan Guru di Puncak Jaya Perlu Diperhatikan

Written By ansel-boto.blogspot.com on Tuesday, September 27, 2011 | 4:15 PM

Kesejahteraan guru di pedalaman Kabupaten Puncak Jaya, Propinsi Papua, perlu terus mendapat perhatian pemerintah pusat melalui komitmen anggaran.

Pasalnya, Pemerintah Kabupaten Puncak Jaya sedikit kesulitan dalam menangani masalah pendidikan mengingat berbagai faktor yang melingkupinya. Selain itu, sarana dan prasaran pendidikan lain berupa rumah guru juga harus mendapat perhatian.

“Kesejahteraan guru harus diperhatikan dalam rangka memajukan pendidikan anak didik di pedalaman seperti Puncak Jaya,” ujar Wakil Ketua DPRD Puncak Jaya B. Sony Kogoya, SKM kepada wartawan di Gedung DPR/MPR Senayan, Jakarta, Selasa, 27/9.

Sebelumnya, Sony menemui sejumlah anggota komisi yang membidangi pendidikan, kebudayaan dan pariwisata, dan perpustakaan nasional terkait persoalan-persoalan yang dihadapi di Puncak Jaya.

“Saya pikir, dengan anggaran pendidikan 20 persen masalah ini harus segera diatasi. Kami di daerah menunggu komitmen pemerintah pusat melalui alokasi anggaran,” ujar Sony, wakil rakyat dari Partai Peduli Rakyat Nasional (PPRN).
Sumber: diazgwijangge.com, 27 September 2011
Ket foto: Wakil Ketua DPRD Puncak Jaya B. Sony Kogoya, SKM

21 Transaksi Perusahaan Nazar-Anas Terungkap

Written By ansel-boto.blogspot.com on Monday, September 26, 2011 | 2:13 PM

Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum tak hanya pernah menjadi pemegang saham di PT Anugrah Nusantara bersama Muhammad Nazaruddin, mantan Bendahara Umum Partai Demokrat. Sebelum menjadi Ketua Umum Demokrat, Anas pun tercatat menerima aliran dana dari PT Anugrah.

Situs berita Gresnews.com kembali merilis catatan transaksi keuangan PT Anugrah yang mencantumkan nama Anas. Nilai dari 21 transaksi pada kurun 2006-2008 itu bervariasi, dari Rp 5.000 sampai Rp 100 juta. Peruntukan uangnya pun beragam, dari pemberian fee, pembuatan baju, pembayaran tiket pesawat, hingga pembelian es krim dan minuman cappuccino.

Pengacara Anas, Hinca Panjaitan, mengatakan menyerahkan sepenuhnya tindak lanjut atas informasi itu kepada proses hukum. "Sejak semula dan sampai kini, sikap kami atas berbagai tuduhan itu tetap sama. Seluruhnya kami serahkan ke mekanisme hukum," kata Hinca melalui pesan pendek kemarin.

Nama Anas terus terseret ke pusaran dugaan korupsi yang melibatkan perusahaan-perusahaan Nazar. Terakhir Anas dibawa-bawa dalam kasus dugaan korupsi proyek pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi.

Dugaan korupsi proyek PLTS yang berbiaya Rp 8,9 miliar terjadi pada tahun anggaran 2008. Komisi Pemberantasan Korupsi menduga kuat kasus ini merugikan negara sebesar Rp 3,6 miliar.

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan dua tersangka. Mereka adalah Timas Ginting, pejabat pembuat komitmen di kementerian, dan Neneng Sri Wahyuni, istri Nazar.

Kamis lalu, KPK memeriksa Anas sebagai saksi kasus PLTS. Menurut juru bicara KPK, Johan Budi S.P., penyidik KPK menanyakan beberapa informasi, antara lain mengenai posisi Anas di PT Anugrah.

Dalam konferensi pers seusai pemeriksaan di KPK, Anas mengaku tak mengetahui proyek PLTS. "Saya justru baru tahu proyek itu dari media dan ketika dipanggil KPK." Anas pun menolak berkomentar soal status dia di PT Anugrah. "Tanya penyidik."

Saat mendampingi Anas ke KPK, Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Saan Mustopa mengatakan bahwa Anas sudah tak lagi tercatat sebagai pemegang saham PT Anugrah. Menurut dia, Anas telah keluar dari PT Anugrah sebelum Pemilihan Umum 2009.

PT Anugrah merupakan salah satu peserta lelang proyek PLTS. Yang menjadi pemenang lelang adalah PT Alifindo Nuratama Perkasa, perusahaan lain yang banyak dipakai Nazar untuk mengeruk proyek pemerintah. Namun pengerjaan proyek diserahkan kepada PT Sundaya Indonesia.

PT Anugrah juga tercatat berkali-kali memenangi tender proyek pemerintah. Misalnya proyek pengadaan peralatan laboratorium di Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi bernilai Rp 49,42 miliar (2007), pembangunan fasilitas teknologi vaksin flu burung di Kementerian Kesehatan bernilai Rp 718,8 miliar (2008), serta pengadaan 13 pesawat latih dan dua simulator sayap di Kementerian Perhubungan bernilai Rp 114,59 miliar (2008).
Sumber: Tempo Interaktif, 26 September 2011
Ket foto:Anas Urbaningrum

Jejak Pelaku Bom Bunuh Diri Solo Sebelum Meledakkan Diri

Written By ansel-boto.blogspot.com on Sunday, September 25, 2011 | 8:22 PM

Sebelum meledakkan dirinya sendiri di depan pintu masuk Gereja Bethel Injil Sepenuh Kepunton di Jalan Arif Rachman Hakim, Kelurahan Tegalharjo, Kecamatan Jebres, pelaku bom bunuh diri diduga sempat mampir ke beberapa tempat.

Pertama, pelaku diduga mampir ke sebuah warnet bernama Solonet di Jalan Arifin. Lokasinya sekitar 200 meter di barat gereja. Dia di warnet sekitar pukul 08.30 dan berselancar selama satu jam.

“Selama berselancar, pelaku membuka situs Ar Rahman dengan memilih halaman yang membahas tentang seputar perjuangan Islam,” kata Rina Kristiningsih, penjaga warnet, Ahad, 25 September 2011.

Rina menambahkan, saat itu pelaku sempat membuka berita tentang pasukan Amerika Serikat di Afghanistan, protes pembakaran Al Quran di Afghanistan, dan ledakan yang melukai tentara Prancis di Afghanistan.

Dari rincian halaman yang sempat dilihat Tempo, pelaku juga membuka sebuah situs yang menayangkan video Usamah bin Laden tentang mati syahid cita-cita manusia terbaik. juga yang dibuka situs balapan motor MotoGP.

“Usai dari warnet, pelaku menuju warung angkringan di dekat gereja,” kata salah seorang sumber kepolisian di lapangan. Pemilik warung angkringan, Kartinah, membenarkan bahwa sekitar pukul 10.00 ada seorang laki-laki yang tidak dikenalnya, masuk ke warungnya dengan berjalan kaki.

Warung tersebut terletak sekitar 100 meter di timur gereja, masih di Jalan Arif Rahman Hakim. Selama di warung angkringan, si pelaku sempat makan nasi bungkus dua buah. Dia mengaku akan menjemput seseorang di gereja.

Menjelang kebaktian usai, dia bergerak menuju gereja. Tak berselang lama, Kartinah mendengar bunyi ledakan.

Gereja Kepunton berada sekitar 3,5 kilometer di timur Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta. Sedangkan dari Balai Kota Surakarta, gereja tersebut terletak sekitar 2 kilometer di sebelah utara Balai Kota. Antara lokasi kejadian dengan Balai Kota Surakarta, terdapat Kejaksaan Negeri Surakarta.
Sumber: Tempo Interaktif.com, 25 September 2011
Ket foto: Foto diduga pelaku bom bunuh diri di gereja Kepunton, Solo, Jawa Tengah.

Mohammad Sobary: Semua Bupati di Indonesia Bodoh

Budayawan Mohammad Sobary menilai para bupati di seluruh Indonesia bodoh. Pasalnya mereka sering kali menipu masyarakatnya dengan cara membangun sesuatu yang bukan substantif. Misalnya, mereka berjanji mendatangkan kapital tetapi dengan cara membangun mol. Padahal, pada saat bersamaan cara itu justru mematikan urat nadi ekonomi rakyat. Tetapi ironisnya masyarakat justru mengelukan pemimpin-pemimpin seperti ini.

"Soal kemandirian eknonomi, yang membuat saya tidak habis pikir adalah, mengapa bupati di seluruh Indonesia tidak ada yang pintar? Semuanya bodoh-bodoh. Kepada masyarakatnya berkata, saya akan datangkan kapital, saya akan bangun mall. Rakyatnya pun setuju saja sambil mengelu-elukan bupati “yang baik hati” ini. Yang dimaksudkan bupati “saya akan bangunkan mall” itu artinya saya akan cekik nadi ekonomimu sehingga tidak ada lagi pasar lokal yang tersisa," kata Sobary dalam sebuah diskusi terbatas yang diselenggarakan oleh KKM (Keluarga Katolik Manggarai) Jakarta bersama Justice Peace and Integrity of Creation Ordo Fratrum Minorum (JPIC OFM) di Capela Gabrielis di kawasan Cibubur, Jakarta Timur belum lama ini.

Sobary yang pernah menjadi pemimpin umum Kantor Berita Antara itu juga mengeritik "idelogi" pertumbuhan ekonomi yang dianut pemerintah. Menurut dia, "ideologi" itu masih harus dikaji kembali. Misalnya, apakah pertumbuhan itu berbanding lurus dengan peningkatan kesehatan, pendidikan dan bahkan kebahagian penduduk.

Sehubungan dengan itu, Sobary menilai, ekonomi Indonesia saat ini belum mandiri. Ekonomi negeri ini banyak diatur dari jauh oleh pihak lain, yaitu pusat perencanaan dunia ekonomi.

"Karena itu kita bisa bicara mengenai pembangunan ekonomi yang mapan, solid dan stabil dan berdampak mensejahterahkan, kalau tata ekonomi dunia kita recoki juga. Tata ekonomi dunia ini harus diserang secara perlahan seperti Hugho Chaves di Amerika Latin yang tahun-tahun ini terus menyeruakan alternatif ekonomi. Saat ini tata ekonomi dunia mendekati ambruk dan kita butuh alternatif hidup ekonomi yang bukan ini," paparnya.

Dia yakin kekuatan ekonomi yang disuarakan Hugo Chaves di Venezuela akan menjadi keniscayaan di Indonesia, bila negara ini mampu mengawinkan rohani pada satu sisi dan ekonomi pada sisi lainnya. Namun saat ini ekonomi yang terjadi adalah ekonomi yang jauh dari kerohanian, sebuah ekonomi yang menjajah, menguasai, mengexploitasi.

"Karl Max yang menjerit tentang eknomi zaman itu yang tingkatnya masih 50 persen dari zaman saat ini yang begitu kejamnya. Andai Karl Max dikasih kehidupan lagi dan bersama kita di sini, saya yakin beliau akan memimpin sebuah pergerakan yang fundamental," pungkasnya.
Sumber: Suara Pembaruan, 24 September 2011
Ket foto:Mohammad Sobary

Justin Bieber Sewa Satu Stadion Khusus Buat Selena Gomez

Sepertinya pantas jika para fans Justin Bieber, Beliebers, jeles abis pada sang kekasih, Selena Gomez. Bagaimana tidak, kalau Bieber sampai rela menyewa seluruh stadion hanya untuk memberi kejutan pada Selena!

Seperti dilaporkan TMZ, penyanyi remaja pujaan jutaan gadis di seluruh dunia ini berniat mengejutkan sang kekasih dengan kejutan paling romantis. Bieber sengaja menyewa seluruh gedung Staples Center di Los Angeles untuk menonton film paling romantis sepanjang masa, TITANIC, berdua bersama Selena.

Beberapa sumber yang dekat dengan Bieber menyatakan pada TMZ bahwa pelantun tembang U Smile ini mendapat ide kejutan untuk sang kekasih setelah menonton film MR. DEEDS. Dalam film ini, Adam Sandler melakukan hal yang sama pada Winona Ryder, hanya saja yang digunakan adalah Madison Square Garden.

Sang sumber juga menyatakan bahwa Justin sudah menyiapkan rencana matang untuk melancarkan kejutannya. Justin akan mengajak Selena menyaksikan konser Demi Lovato di Nokia Theater yang berada tak jauh dari Staples Center. Justin akan berujar, "Come with me," pada Selena dan menggiringnya ke Staples Center lewat jalur bawah tanah untuk menonton TITANIC berdua saja lewat layar lebar yang sudah dipasang di stadion ini.

Dan kalau hal ini saja sudah bisa membuat banyak Beliebers kebakaran jenggot, tunggu sampai kabar selanjutnya. Justin tak perlu membayar untuk seluruh Staples Center yang disewanya. Karena sang penyanyi sudah pernah membuat seluruh kursi di Staples Center terjual habis tiga kali berturut-turut, pihak pengelola memberinya kesempatan untuk mengosongkan stadion dan menggunakannya dalam aksi kejutannya.
Ket foto: Justin Bieber dan Selena Gomez, sang kekasih.
Sumber: Kapanlagi.com, 24 September 2011

TKI Asal Lembata Dibunuh di Johor Bahru

Written By ansel-boto.blogspot.com on Friday, September 23, 2011 | 4:06 PM

SEORANG Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Desa Labalimut, Kecamatan Nagawutun, Lembata, NTT dikabarkan tewas di Johon Bahru, Malaysia Barat, Kamis (22/9/2011).

TKI bernama Petrus Dori Deona (59) diduga tewas di tangan orang tak dikenal di tempat tinggalnya, Kulai Johor, Malaysia Barat, sekitar pukul 12.00 siang waktu setempat.
 
Jenazah baru ditemukan temannya sekitar pukul 06.00 sore. Saat ditemukan, pintu dan jendela rumah korban dalam keadaan terkunci dari luar.
 
“Beliau dibunuh kemarin, Kamis (22/9/2011). Apa motifnya, apakah perampokan atau balas dendam, kami masih menunggu informasi penyelidikan dari Kepolisian Kulai Johor,” kata Anton Wujon, kerabat almahrum kepada Tribunnews.com melalui pesan singkat (SMS) dari Johor Bahru, Malaysia, Jumat (23/9/2011) siang.
 
Almahrum adalah petani kecil yang merantau hampir 20-an tahun di Malaysia Barat untuk menafkahi keluarganya. Namun, ajal menjemputnya sebelum ia kembali ke Lembata.
 
“Kami rencanakan sore atau besok jenazah sudah ambil untuk makamkan. Hingga kini, jenazah masih di tangan polisi untuk divisum,” lanjut, Anton, yang juga memilih merantau guna mengubah ekonomi keluarga yang pas-pasan.
 
Almahrum meninggalkan seorang istri, Bernadeta Barek Idan dan tiga orang anak. Masing-masing Kristoforus Padak Deona, Yohanes Boli Deona, dan Maria Peni Deona. Semuanya tinggal di kampung. 
Sumber: tribunnews.com, 23 September 2011  
Ket foto ilustrasi: Korban pembunuhan

Manfaat Ataukah Risiko untuk Pulau Semau?

Oleh Fary Dj Francis
Anggota Komisi V DPR RI

Ahirnya penantian panjang dan melelahkan dari saudara-saudara kita di Pulau Semau mencapai titik terang.Hari ini 23 September 2011 dermaga penyeberangan Hansisi yang direncanakan akan menghubungkan Pulau Semau , Pulau Timor dan pulau lainnya di Propinsi NTT mulai dibangun.

Gubernur NTT bersama Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan akan melakukan peletakan batu pertama. Saya bersama rekan satu komisi Pak Saleh Husin dan Pak Yosep Nai Soi juga diundang untuk menyaksikan peristiwa bersejarah hari ini.


Secara konseptual keputusan untuk membangun sebuah infrastruktur pelabuhan seperti yang terjadi di Hansisi ini dilakukan karena ketersediaan sebuah pelabuhan dipandang akan membawa sejumlah manfaat antara lain manfaat sosial, ekonomi maupun budaya, misalnya meningkatkan kesempatan kerja dan pendapatan, memperluas cakrawala pengalaman maupun persepsi masyarakat tentang kebinekaan, dan meningkatnya status kesehatan penduduk setempat, dan lain-lain.

Dengan kata lain pelabuhan Hansisi akan membawa perubahan pada masyarakat Pulau Semau sendiri. Meskipun demikian harus diakui pula bahwa, sejarah kehadiran pelabuhan di Indonesia juga mencatat banyak keresahan ketika manfaat yang diharap-harapkan justru mengalir ke pihak luar dan penduduk lokal seringkali hanya menjadi obyek penderita dari skenario pembangunan pelabuhan.


Peningkatan taraf hidup masyarakat petani dan nelayan Semau sesungguhnya merupakan kata kunci lolosnya usulan pembangunan dermaga tersebut ketika saya, pak Saleh Husin dan pak Yosep Nai Soi menggagas usulannya di Komisi V DPR RI 2 tahun lalu. Seperti gayung bersambut, gagasan ini ternyata mendapat dukungan dari seluruh warga Semau.

Dalam pertemuan di desa Bokonusan Semau pada bulan November 2010 ketika saya membocorkan perihal rencana pembangunan dermaga tersebut, saya menyaksikan hasrat mereka untuk menyongsong perubahan itu meluap-luap. Salah satu di antaranya adalah tekad mereka untuk menjadikan Semau sebagai sentra produksi sayuran dan buah-buahan seperti bawang, tomat, sawi, kol, lombok, timun dan terong. Sementara buah-buahan yang menjadi andalan pulau ini adalah semangka, mangga udang, dan pisang.

Dari laut, warga Semau telah memiliki rencana besar untuk menjadikan pulau ini sebagai produsen rumput laut kualitas super dengan didukung oleh produk perikanan tangkap baik perikanan permukaan maupun laut dalam, yang selama ini menjadi sandaran hidup mereka turun temurun. Di dermaga itu sendiri penduduk Semau telah memiliki angan-angan untuk menjadi pemilik atas petak kios, lapak jualan, warung makan, area parkir, bahkan staf pengelolanya.


Mimpi masyarakat Semau untuk menjadi tuan di negeri mereka adalah sebuah kewajaran karena sesungguhnya mereka telah terlibat langsung dalam investasi besar tersebut. Sehingga, menurut hemat saya penyediaan dermaga Hansisi dan dampak positif maupun negatifnya terhadap masyarakat Semua harus menjadi kepedulian semua pihak, termasuk masyarakat Semau sendiri.

Tanpa kepedulian atau keberpihakan yang lebih nyata kepada mereka, niscaya kehadiran dermaga penyeberangan Hansisi akhirnya hanya akan menjadi monumen kenangan yang akan menorehkan catatan kegagalan dalam hati masyarakat .
Saya kira banyak contoh bisa dikemukakan mengenai pembangunan dermaga yang pada akhirnya tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Salah satunya pembangunan dermaga Sangkapura, Bawean Jawa Timur yang diselesaikan sejak 2008, namun hingga kini belum digunakan.

Akibatnya, bangunan yang dibangun tersebut mangkrak, beberapa bagian bangunan sudah rusak. Mulai dari aspal yang megelupas, atap yang jebol, dan beberapa beton dermaga yang mulai longsor. Dermaga Sangkapura, Bawean belum bisa dioperasikan karena ketinggian air laut di sekitar dermaga terlalu dangkal, sehingga dikhawatirkan kapal besar yang sandar akan kandas.

Di sekitar dermaga ada beberapa batu karang yang harus disingkirkan, jika tidak kapal yang berusaha sandar akan tersangkut di sana, tentu ini membahayakan sekali. Tapi hingga saat ini kabarnya belum ada kejelasan kapan dermaga itu dikeruk dan akan dioperasikan. Dari informasi ini menunjukkan bahwa perencanaan pembangunan pelabuhan yang kurang matang dan kurangnya komitmen pemanfaatan dermaga dari piha-pihak terkait telah menyebabkan bangunan dermaga menjadi mubazir. Oleh karena itu saya berharap bahwa apa yang terjadi pada pembangunan Dermaga Sangkapura Bawean diatas tidak terjadi pada pembangunan pelabuhan Hansisi.

Saya baru saja kembali dari Pulau Semua 3 minggu yang lalu dan menemukan bahwa semangat dan tekad mereka untuk menjadi aktor utama dalam konfigurasi pembangunan dermaga Hansisi tidak pernah surut.

Dalam pertemuan dengan anggota masyarakat di desa Oenasila Semau Selatan untuk kesekian kalinya, terungkap harapan akan pentingnya dukungan kebijakan pemerintah kabupaten Kupang maupun pemerintah provinsi yang berpihak pada masyarakat Semau, karena selama 66 tahun merdeka, menurut catatan mereka prasarana pelabuhan inilah karya infrastruktur perhubungan pertama yang akan membawa dampak luas terhadap upaya peningkatan kesejahteraan mereka, meskipun ruas jalan maupun moda transportasi darat penghubung antara kecamatan dan desa di pulau itu masih dalam kondisi di bawah standar.

Keberpihakan kini menjadi kata kunci yang harus menjadi pegangan pemerintah daerah dalam rangka menjaga keseimbangan antara derasnya arus luar yang mungkin segera akan masuk bersamaan dengan saratnya muatan kepentingan luar dan kesigapan masyarakat Semau untuk mengantisipasi ekses negatif yang mungkin menyertainya.

Keberpihakan yang saya tandaskan di sini hendaknya tidak pula dipahami sebagai diskriminasi, melainkan sebuah tindakan nyata pemerintah untuk mendorong terbangun-nya kolaborasi dan interaksi yang me-nempatkan masyarakat Semau dalam posisi yang setara dengan saudara-saudaranya dari berbagai belahan NTT dan Indonesia yang berhasrat untuk mengadu perun-tungan di sana. Momen peletakan batu pertama hari ini harus menjadi langkah awal pemerintah provinsi maupun kabupaten untuk membuktikan keberpi-hakan tersebut. Dari sini kita semua dapat mulai membaca arah dari kolaborasi yang ideal tadi.

Peluang sudah ada di depan mata. Tinggal bagaimana masyarakat Semau dan pemerintah daerahnya mengelolanya. Apakah akan membawa manfaat seperti yang diimpikan atau malahan menjadi resiko yang akan terus disesali sepanjang sejarah. Kitalah, masyarakat Semau dan pemerintah daerah yang dapat memastikannya. Sejak hari ini.
Sumber: Pos Kupang, 23 September 2011

Aksi Boikot Paus di Jerman Berlanjut

Paus Benediktus XVI mengunjungi parlemen Jerman di gedung sejarah Reichstag pada Kamis (22/9) waktu setempat (hari ini WIB, red). Ia mengingatkan para politisi untuk tidak mengorbankan etik untuk kekuasaan dan menjadikan rezim NAZI sebagai pelajaran berharga.

Di luar gedung parlemen beberapa anggota parlemen melakukan aksi protes dan boikot. Mereka membentang spanduk dan poster berisi kata-kata penolakan bagi Paus.

Paus Benediktus sendiri memulai kunjungannya ke Jerman untuk membendung gejolak masyarakat yang mulai beramai-ramai meninggalkan gereja Katolik. Ia berbicara selama 20 menit di sana. Ia mengingatkan masyarakat Jerman untuk tidak meninggalkan agama.

Sekitar 100 anggota parlemen dari partai oposisi memboikot kedatangan Paus. Mereka datang dengan slogan untuk Paus "Tidak Diinginkan".

Seorang mahasiswi berkata gereja telah membuat terlalu banyak kesalahan pada abad terakhir. Robert Lammert, juru bicara kelompok pendemo, mengatakan selama berabad-abad Jerman mengalami perang agama. "Dan agama juga mempengaruhi parlemen hingga hari ini," ujarnya.

Selama empat hari ke depan Paus akan mengadakan pertemuan dengan pemimpin komunitas agama Yahudi dan Islam di Jerman serta mengadakan tiga misa di jemaat gereja Luther. Tercatat lebih dari 250 ribu orang yang akan mengikuti misa tersebut di Stadion Olimpia Berlin.

Sehari sebelum kedatangan paus, ratusan orang juga turun ke jalan melakukan aksi demonstrasi menentang kedatangan putra Jerman yang pertama kali menduduki tahta kepausan sejak 500 tahun terakhir ini. Mereka menolak kedatangan Paus yang dituding 'diam' atas aksi pelecehan seksual di gereja Jerman selama puluhan tahun.
Sumber: Republika.co.id, 23 September 2011
Ket foto: Paus Benediktus XVI

Angelina Sondakh Bantah Pelukan dengan Muji di KPK

Saat menjalani pemerikasaa di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) beberapa waktu lalu, Angelina Sondakh ditemani oleh Muji. Sebagian orang melihat jika keduanya berpelukan. Benarkah itu?

Politisi Demokrat itu memang ditemani dengan adik kandung mendiang suaminya Adjie Massaid, Muji Massaid. Namun saat dikonfirmasi soal keduanya yang berpelukan, Angie membantahnya.

"Nggak itu hanya tertangkap kamera, biar waktu yang menjawab," ujar Angie saat ditemui Plaza Indonesia, Jakarta Pusat, Kamis (22/9/2011).

Angie juga tak peduli apa tanggapan orang mengenai hubungannya dengan Muji. Yang terpenting saat ini adalah bagaimana membesarkan sang buah hati tercinta, Keanu.

"Biar saja orang yang menjawab," imbuhnya lagi.

Meski begitu, ia tak menampik kehadiran Muji sangat membantu disaat ia tengah sibuk. "Kak Muji sangat membantu aku kalau aku lagi sibuk. Dia bisa jemput Keanu. Alhamdulillah saya bersyukur sama Allah," ungkapnya.
Sumber: detik.com, 22 September 2011
Ket foto: Angie dan Muji

Pemkab Lembata Wajib Ganti Rugi Lahan Bandara

Written By ansel-boto.blogspot.com on Thursday, September 22, 2011 | 5:51 PM


Anggota Komisi V DPR RI yang membidangi infrastruktur jalan dan irigasi, Saleh Husin, mengatakan, Pemkab Lembata, NTT wajib mengganti lahan Bandara Wunopito yang sudah lama digunakan untuk kepentingan umum.

"Tak ada tawar menawar. Pemkab Lembata wajib melakukan ganti rugi lahan bandara itu. Saya minta Pak Gubernur NTT juga turun tangan agar masalah ini tuntas," kata Saleh Husin di Jakarta, Kamis (22/9/2011).

Saleh mengatakan, sesuai aturan, pembebasan lahan Bandara di mana saja menjadi tugas Pemkab. Pemerintah propinsi dan pusat tinggal mengalokasikan dana untuk pembangunan infrastruktur.

Saleh Husin menilai, ketika proses pembangunan infrastruktur Bandara Wunopito, Pemkab telah melakukan pembohongan kepada pemerintah di tingkat atas.

Biasanya kata dia, untuk proses pembangunan selanjutnya Pemkab melampirkan rekomendasi yang ditujukan kepada pemprop dan pemerintah pusat yang isinya bahwa lahan di Bandara itu sudah dibebaskan.

Jika sekarang muncul masalah kata dia, maka sudah bisa diketahui bahwa proses membebasan tanah itu menyimpang. Bisa saja Pemkab telah memanipulasi surat-surat penting.

"Manipulasi berupa surat keterangan dari pemilik lahan dan akta jual beli. Itu pembohongan publik. Wajar kalau pemiliknya melakukan somasi," kata wakil rakyat dari Dapil NTT II yang meliputi Timor, Sabu, Rote dan Sumba ini.

Apakah pemerintah propinsi dan pemerintah pusat bisa mengalokasikan dana untuk membayar ganti rugi tanah itu? Saleh mengatakan, tidak bisa karena bertentangan dengan aturan.

Sebelumnya diberitakan, Laurentius Hadung Boleng, Pemilik tanah Bandara Udara (Bandara) Wunopito, Lewoleba, Ibukota Kabupaten Lembata, NTT hingga kini belum memperoleh ganti rugi tanah dari Pemkab setempat.

Padahal, tanah itu sudah diserahkan sejak tahun 1984 oleh pemilik kepada Bupati Flores Timur melalui Drs. Antonius Pattymangoe selaku Pembantu Bupati Flores Timur wilayah Lembata.

“Kami sudah melayangkan surat kedua kepada Bupati Lembata, Senin (19/9/2011) lalu. Sebelumnya, surat serupa juga sudah kami kirim agar Bupati Lembata segera membayar ganti rugi kepada klien kami,” kata Petrus Bala Pattyona, S.H, M.H, ketika dihubungi Tribunnews.com di Jakarta, Kamis (22/9/2011) siang.

Tanah seluas 36 hektar yang kini dijadikan Bandara Wunopito adalah milik sah ahli waris Laurentius Hadung Boleng, Joseph Ata Hala, Maria Magdalena Ose Hadung Boleng, Paulina Hadung Boleng, Agnes Agatha Bunga Hadung Boleng, Maxi Lusi Hadung Boleng, dan Lusia Mato Hadung Boleng.

Menurut Bala Pattyona, pihaknya meminta ganti rugi Rp 12.100.000.000 (dua belas miliar seratus juta rupiah). Jumlah ini belum termasuk tanaman yang digunakan selama ini untuk bandara.
Sumber: tribunnews.com, 22 September 2011
Ket foto: Saleh Husin

Pemilik Bandara Wunopito Tuntut Ganti Rugi Tanah

Laurentius Hadung Boleng, salah satu pemilik tanah Bandara Udara (Bandara) Wunopito, Lewoleba, Ibukota Kabupaten Lembata, NTT hingga kini belum memperoleh ganti rugi tanah dari Pemkab setempat.

Padahal, tanah itu sudah diserahkan sejak tahun 1984 oleh pemilik kepada Bupati Flores Timur melalui Drs. Antonius Pattymangoe selaku Pembantu Bupati Flores Timur wilayah Lembata.

“Kami sudah melayangkan surat kedua kepada Bupati Lembata, Senin (19/9/2011) lalu. Sebelumnya, surat serupa juga sudah kami kirim agar Bupati Lembata segera membayar ganti rugi kepada klien kami,” kata Petrus Bala Pattyona, S.H, M.H, ketika dihubungi Tribunnews.com di Jakarta, Kamis (22/9/2011) siang.

Dalam surat bernomor: 073/GRTBW/PBP/IX/2011, Bala Pattyona meminta Bupati Lembata segera memenuhi kewajibannya membayar ganti rugi tanah berikut tanaman di atas lahan itu.

Sebelumnya, melalui surat Nomor 002/GRTBW/PBP/I/2011 tanggal 12 Januari 2011, pihaknya sudah meminta Bupati Lembata segera memenuhi kewajibannya, namun tidak pernah mendapat tanggapan Bupati dan DPRD.

Tanah seluas 36 hektar yang kini dijadikan Bandara Wunopito adalah milik sah ahli waris Laurentius Hadung Boleng, Joseph Ata Hala, Maria Magdalena Ose Hadung Boleng, Paulina Hadung Boleng, Agnes Agatha Bunga Hadung Boleng, Maxi Lusi Hadung Boleng, dan Lusia Mato Hadung Boleng.

Menurut Bala Pattyona, pihaknya meminta ganti rugi Rp 12.100.000.000 (dua belas miliar seratus juta rupiah). Jumlah ini belum termasuk tanaman yang digunakan selama ini untuk bandara.

“Kami juga meminta Menteri Perhubungan Republik Indonesia mencabut sertifikasi operasional Bandara Wunupito selama hak-hak klien kami selaku pemilik lahan bandara belum diselesaikan Bupati Lembata,” ujar Bala Pattyona.

Surat tersebut dikirimkan juga kepada sejumlah pihak terkait seperti DPRD Kabupaten Lembata, Menteri Pekerjaan Umum, Menteri Keuangan, Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala BAPPENAS, Menteri Perhubungan, Gubernur NTT, Sekjen Departemen Perhubungan, dan lain-lain.
Sumber: Tribunnews.com, 22 September 2011
Ket foto: Pesawat Susi Air saat mendarat di Bandara Udara Wunopito Lewoleba, Lembata.
Dok. foto: hurek.blogspot.com

Paulus Sari Kobun, Guru Bersahaja Itu Berpulang

Written By ansel-boto.blogspot.com on Tuesday, September 20, 2011 | 5:18 PM

BERITA duka datang dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lewoleba, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur. Kepala Sekolah Dasar Katolik Puor, Paulus Sari Kobun, dikabarkan meninggal pada Selasa, 20/9 2011 sekitar pukul 10.00 WITA.

Pa Polus, begitu sehari-hari almahrum disapa, dikabarkan meninggal akibat serangan jantung. Malam sebelumnya, almahrum sempat memeriksakan kesehatan. “Namun pagi ini Bapa meninggal dunia,” kata Ola Kia Pukan dari Lewoleba, Selasa (20/9 2011) pagi.

Kabar kematian segera menyebar. Keluarga dan kerabat dekat seperti tak percaya berita duka tersebut. Dalam waktu singkat, kabar itu menyebar ke semua kerabat dan bekas anak murid di hampir seluruh wilayah di Indonesia dan dunia.

Doa dan ungkapan rasa simpati berdatangan mengenang almahrum sebagai sosok guru yang bersahaja. Tak hanya di bidang pendidikan. Keterlibatan dalam urusan gereja tak pernah tanggal. Saat ini, almahrum masih menjabat Ketua Dewan Stasi St Petrus Puor, Paroki St Joseph Boto, Dekanat Lembata, Keuskupan Larantuka, NTT.

“Hari ini keluarga Kobun dilinangi air mata karena telah hilang seorng ayah, nenek tercinta yang sangat berjasa bagi keluarga dan juga lewotana (kampung halaman-pen) tercinta. Saya mengundang semua teman biarawan/i untuk mendoakan kepergiannya,” kata Sr Maria Goreti, SSpS dari Roma melalui akun facebook, Selasa (20/9 2011). Biarawati asal Puor bernama lengkap Fransiska Niccolletta Nuo Kobun saat ini bertugas di Roma, Italia.

Praktisi hukum nasional kelahiran kampung Kluang, Desa Belabaja (Boto), Petrus Bala Pattyona, SH, MH juga mengenang almahrum sebagai sosok yang mudah bergaul. Tatkala berlibur, almahrum selalu menyempatkan diri ngobrol banyak hal.

“Saya selalu ingat beliau. Ketika saya ke kampung, beliau selalu sempatkan waktu ketemu di rumah. Banyak hal kami diskusikan. Ia seorang yang berjasa bagi gereja dan masyarakat selama menunaikan tugasnya. Selamat jalan, Kaka Guru,” kata Bala Pattyona, bos law firm Petrus Bala Pattyona & Rekan Jakarta.
Maria Pega Leban, seorang aktivis sosial di Banda Aceh, Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) mengenang almahrum sebagai sosok yang sangat baik dan pantas digugu dan ditiru. “Kebaikan, ketulusan hati, dan teladan beliau akan dikenang sepanjang masa. Good bye great teacher!,” kata Maria, aktivis sosial asal Puor.

Paul Baon, seorang warga Paroki Boto yang kini menjadi TKI di Johor Bahru, Malaysia Barat, mengakui jasa guru itu bersama sang istri, Edeltrudis Peni Burin, begitu besar bagi dunia pendidikan di Lembata dan gereja lokal.

“Kami sadar. Jasamu begitu besar terutama saat mengabdi di Boto. Kami semua anak tanah tidak akan pernah melupakan jasamu, Pak guru! Hanya doa yang bisa kami panjatkan. Semoga bahagia di sisi-Nya,” kata Paul Baon melalui facebook setelah mendengar kabar duka.

Sekadar tahu. Pak Polus dan istrinya, Ibu Edeltrudis Peni Burin adalah guru sekolah dasar di Lembata yang sudah mengabdi puluhan tahun. Keduanya pernah menunaikan tugas di SDK Boto sebelum akhirnya pindah ke kampung halaman, Puor.

Almahrum tamat Sekolah Pendidikan Guru Bhaktiarsa Maumere, kota Kabupaten Sikka, Flores, tahun 1974. Setamat, ia langsung menjadi guru Badan Penyelenggara Pendidikan (BP3) di SDK Tobiwutung, Ile Ape, Lembata.

Pada tahun 1975, guru kelahiran Puor tahun 1954 ini diangkat jadi PNS dan mendapat tugas di SDK Tobiwutung. Ia melakoni tugas bersama istri tercinta ditemani anak-anaknya: Ati, Hans, Evi, dan Linda.

Guru bersahaja itu dikebumikan di kampung halamannya, Puor. Ribuan masyarakat tumpah mengantar kepergian guru bersahaja itu menuju rumah Bapa di Surga. “Terima kasih, guru! Terima kasih! Semoga engkau berbahagia di sisi-Nya,” kata Ansel Deri dalam akun facebook-nya. Ansel adalah murid almahrum saat bertugas di SDK Boto.
Ket foto:
Almahrum Paulus Sari Kobun selaku tokoh masyarakat ikut menandatangani prosesi pengresmian Desa Puor B, Kecamatan Wulandoni, Lembata, pada 23 Agustus 2008.
Bersama istri tercinta, Edeltrudis Peni Burin saat anjangsana ilmiah di Jakarta pada 17-20 Oktober 2005

Politikus Demokrat Sutjipto Tutup Usia

Anggota Fraksi Partai Demokrat DPR Sutjipto meninggal dunia di Rumah Sakit Pondok Indah Jakarta, Selasa, 20 September 2011 pagi pukul 07.35 WIB.

"Beliau meninggal karena serangan jantung," kata Ketua Fraksi Partai Demokrat M. Jaffar Hafsah kepada Tempo melalui telepon, pagi ini.

Menurut Jaffar, Sutjipto terkena serangan jantung pada Minggu sore, sepulangnya dia dari bermain golf. "Sudah pulang, mandi, sedang duduk-duduk tiba-tiba terkena serangan jantung," ujarnya.

Pihak keluarga, lanjut Jaffar, langsung membawa Sutjipto ke Rumah Sakit Pondok Indah. "Dia dirawat di ICU Rumah Sakit Pondok Indah," ujarnya.

Sejak dirawat pada Ahad sore itu, lanjutnya, Sutjipto tak juga sadar. Kemarin, Jaffar menjenguknya, tapi kondisinya belum berubah.

Jaffar mengatakan, Sutjipto yang baru tiga bulan lalu kembali menikah meninggalkan tiga orang anak. "Satu tahun lalu istrinya, kan, meninggal. Baru tiga bulan lalu menikah lagi," ujarnya.

Di mata Jaffar, pria kelahiran Magetan 5 Oktober 1950 ini merupakan anggota Dewan yang sangat berkomitmen pada tugasnya. Ia juga dikenal sebagai salah satu anggota fraksi yang menaruh perhatian serius pada bidang perundang-undangan.

"Karena beliau, kan, latar belakangnya notaris. Jadi, soal legal drafting-nya beliau sangat menguasai," ujarnya.

Perhatian Sutjjipto belakangan ini, cerita Jaffar, sangat tertuju pada berbagai undang-undang paket politik yang sedang dibahas di Komisi II. "Mulai undang-undang pemilu, penyelenggara pemilu, macam-macamlah dia aktif dalam pembahasannya," tuturnya.

Karena itu, Jaffar merasa kepergian Sutjipto ini merupakan kehilangan besar bagi Fraksi Partai Demokrat. "Beliau menguasai juga soal perhitungan teknis soal Parlementary Tresshold, penambahan jumlah dapil, perhitungan suara, dan sebagainya. Kami sangat kehilangan," ujarnya.

Saat ini jenazah sudah berada di rumah duka Jln. Bukit Golf Utama PB-02, Pondok Indah, Jakarta Selatan. Siang nanti, jenazah akan dibawa ke gedung DPR untuk disemayamkan sejenak.

"Pukul 12.30 jenazah akan disemayamkan di gedung DPR untuk upacara penghormatan terakhir yang akan dipimpin oleh Ketua DPR," kata Jaffar. Kemudian, jenazah akan dikebumikan di pemakaman San Diego Hill, Karawang.
Sumber: Tempo Interaktif, 20 September 2011
Ket foto: Sutjipto

Inkud Gandeng Malaysia Bangun Industri Bioetanol

PT Inkud Exchange menggandeng perusahaan Malaysia, Lestari Pasifik Berhard, membangun perusahaan gabungan yang bergerak di bidang industri bioetanol generasi kedua di Indonesia dengan nilai investasi mencapai 350 juta dolar AS.

Kesepakatan kerja sama itu ditandatangani di Jakarta, Senin, antara Direktur PT Inkud Exchange Herman Y.L. Wutun dan Chief Executive Officer Lestari Pasifik Berhad Dato Dr Clement Tan."Kemitraan ini memungkinkan adanya transfer teknologi baru ke Indonesia dan meningkatkan nilai dari minyak kelapa sebagai tanaman perkebunan alternatif," kata Herman Wutun.

Menurut dia, kemitraan akan memberikan kesempatan bagi pabrik-pabrik kelapa sawit untuk mengambil nilai tambah yang lebih tinggi dari sisa ampas kelapa sawit Malaysia sekaligus meningkatkan sistem pengelolaan limbahnya.

Ia menambahkan, inisiatif kemitraan akan memungkinkan Indonesia untuk menjadi produsen bioetanol berikut mendukung program pemerintah Indonesia dalam upaya pembaharuan teknologi dengan teknologi ramah lingkungan. "Rencananya produk olahan itu akan dieskpor ke Cina sesuai dengan kebutuhan negara tersebut yang akan menggunakan bioetanol untuk menggantikan biodiesel bagi kendaraan di Cina," katanya.

Pihaknya bersama Lestari Pasifik Berhard yang merupakan perusahaan publik terbatas di Malaysia hasil joint venture dengan Rusia, dalam enam bulan ke depan sepakat membentuk perusahaan gabungan yang berkedudukan di Indonesia. Perusahaan yang dibentuk itu akan memproduksi bioetanol generasi kedua yang bersumber dari ampas kelapa sawit.

Lestari Pasifik Berhard selama ini dikenal sebagai perusahaan yang telah berlisensi di banyak negara meliputi Malaysia, Indonesia, Filipina, Singapura, Thailand, Vietnam, Brunei Darussalam, Kamboja, Laos, dan Myanmar. Lestari Pasifik Berhard juga telah mendapatkan izin eksklusif royalti gratis dari pemegang saham terkait dengan produksi bioetanol.

Perusahaan itu memiliki teknologi yang dikenal sebagai mekano-enzimatik system di mana tiap setnya terdiri dari sistem dan metode pra-treatment dari ampas minyak kelapa sawit dan hidrolisis enzymatic hydrolysis of polysaccharides. Ampas yang dihasilkan itu kemudian menjadi ampas karbohidrat larut yang harus difermentasi oleh ragi maupun mikroorganisme lainnya untuk menjadi bioetanol.

Di Indonesia, perusahaan itu menargetkan mampu membangun 316 bio-refinery tanaman selama periode lima tahun. Jalur produksi modular itu merupakan sebuah fasilitas yang berdiri sendiri untuk pengolahan ampas berdasarkan teknologi eksklusif.

Sementara itu CEO Lestari Pasifik Berhard, Dato Dr Clement Tan Wei Loon, pada kesempatan yang sama mengatakan, pihaknya berjanji memberikan keuntungan bersama dari kemitraan dengan pemilik pabrik pada hasil penjualan bioetanol yang telah diproses.

Dengan demikian kemitraan diharapkan bisa memberikan timbal balik keuntungan kepada pemilik pabrik. "Dengan kemitraan antar-dua pihak, usaha baru ini memiliki kapasitas untuk berkolaborasi dengan pabrik kelapa sawit demi mengamankan penjualan ampas kelapa sawit dan menyewakan lahan untuk pembangunan, konstruksi, dan pengoperasian pabrik bio-tanaman modular dalam jarak dekat dengan masing-masing pabrik kelapa sawit yang telah disepakati," kata Clement Tan.

PT Inkud Bursa Inkud Exchange sendiri merupakan perusahaan patungan Induk Koperasi Unit Desa dengan Hongkong yang bertujuan untuk menjadikan pertanian Indonesia agar mampu menjamin pasokan pangan dunia sekaligus meningkatkan hasil panen dan pertanian organik.
Sumber: republika.co.id, 19 September 2011
Ket foto: Ketua Umum Inkud Herman YL Wutun

Profil Desa Majukan Ekonomi Pedesaan

Oleh Artisa Jati Handayani
Penulis adalah implementator program PNPM
Mandiri Perdesaan di Magetan, Jatim.

Pelaksanaan program nasional pemberdayaan masyarakat mandiri perdesaan (PNPM-MP) sebagai wujud pembangunan yang mengunggulkan partisipasi masyarakat secara maksimal akan berakhir pada 2014. Selama 10 tahun lebih, pelaksanaan PNPM-MP yang embrionya berasal dari program pengembangan kawasan (PPK) tahun 1998 berhasil mendorong aktivitas program secara terencana dan terpadu di tingkat akar rumput.

PNPM secara makro berhasil mendorong adanya kreativitas masyarakat dalam merumuskan rencana program pembangunan yang berbasis lokal dan merepresentasikan kepentingan publik. Dimensi PNPM sendiri adalah sebuah konstruksi pembangunan yang penuh dengan partisipasi dan keswadayaan masyarakat.

Best practise atau contoh dari praktik pelaksanaan PNPM yang bisa diduplikasi dalam kegiatan program pembangunan di era keterbukaan yang berorientasi masyarakat.

Pertama, PNPM mengutamakan proses pembangunan dibanding hasil pembangunan. Proses pelaksanaan pembangunan diletakkan dalam fondasi kultur keberdayaan demokrasi masyarakat.

Kedua, produk kegiatan pembangunan yang berpangkal pada partisipasi masyarakat adalah kualitas program. Program-program yang dijalankan sampai saat ini masih terlestarikan. Masyarakat bisa melestarikan hasil pembangunan karena memiliki fungsi sosiologis yang benar-benar berguna bagi pelayanan kepentingan masyarakat di sektor pendidikan, kesehatan, ekonomi mikro.

Ketiga, adanya peningkatan kurva keterbukaan dan akuntabilitas program pembangunan. Selama ini pembangunan selalu menggambarkan kepentingan birokrasi dan elite policy maker pembangunan. Namun, dengan pembangunan partisipatif maka pembangunan menjadi "milik" publik. Ada rasa memiliki (sense of belonging), terhadap kegiatan program pembangunan.

Pembangunan partisipatif semacam PNPM dilaksanakan hampir di 11.250 desa di Indonesia. Pelaku PNPM-MP adalah warga yang memiliki kepedulian terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat desa. Produk pembangunan partisipatif telah menggugah dimensi kegotongroyongan dan keswadayaan masyarakat.

Namun, program pembangunan partisipatif selama ini terkendala oleh keterbatasan aset data potensial dan data dasar tentang masyarakat desa. Data potensi desa dan masyarakatnya belum terkristalisasi dalam data base yang akurat dan valid yang bisa dijadikan sumber informasi bagi perencana pembangunan di desa. Data komprehensif tentang potensi desa dan aset desa, seharusnya bisa menjadi fondasi atau bahan material bagi penyusunan prioritas pembangunan partisipatif.

Data tentang desa dan masyarakatnya selama ini tertumpu pada data monografi desa yang cenderung out to date. Tidak mengherankan, apabila Ditjen Direktorat Jendral Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), merencanakan dan telah menginisiasi sebuah formula penyusunan data base tentang desa dan masyarakat desa. Program tersebut dikenal sebagai 'Profil Desa'.

Profil Desa diharapkan bisa menjadi sumber informasi utama bagi perencanaan program pembangunan. Profil Desa yang ter-update dan datanya valid bisa menjadi materi masukan bagi reformulasi program pembangunan yang berbasis kepentingan masyarakat. Sayangnya, langkah inovatif program Profil Desa itu terbentur oleh kendala teknis dan orientasi di tingkat pelaksanaan. Era otonomi daerah tidak memungkinkan program skala nasional dijalankan tanpa proses sinkronisasi dengan kepentingan di daerah, dalam hal ini pemerintdah daerah (Pemda).

Pentingnya Profil Desa, selain menjadi sumber utama bagi reformulasi program pembangunan partisipatif, juga menjadi bahan bagi kegiatan eksplorasi ekonomi desa. Dengan Profil Desa yang baik maka bisa diketahui potensi ekonomi desa secara aktual sehingga memungkinkan adanya dukungan investasi bagi pengembangan ekonomi di pedesaan.

Profil desa menjadi instrumen penunjuk arah bagi masuknya inisiasi permodalan yang built in dengan keinginan meningkatkan kesejahteraan ekonomi desa. Profil desa ibaratnya memainkan fungsi kehumasan yang menawarkan keunggulan desa untuk dikembangkan menjadi sebuah program pengembagan ekonomi berbasis masyarakat.

Profil Desa bisa menjadi media eksplorasi ekonomi desa jika diniscayakan bisa memasok data keunggulan ekonomi dasar tentang desa. Seain itu, juga dapat menjadi alat pegangan informasi (handbook) bagi intensitas pengembangan modal luar ke pedesaan dengan catatan intensitas pengembangan permodalan tidak mendistorsi otonomi desa dan pengembangan usaha mikro pedesaan.

Eksplorasi ekonomi desa yang ideal adalah yang tetap melanggengkan dimensi kearifan ekonomi lokal dan bertumpu kepada kapitalisasi ekonomi yang adil dan tidak monopolistik. Potensi ekonomi desa yang tereksplorasi dan seharusnya dioptimalisasikan, antara lain, pasar desa, kekayaan alam milik desa, kelembagaan desa, kelembagaan ekonomi mikro, fasilitas dasar publik, dan berbagai infrastruktur sosial-ekonomi yang ada dan terlestari di pedesaan.

Potensi ekonomi desa tersebut seharusnya bisa disajikan dalam Profil Desa, yang komplit, aktual dan valid. Sehingga, bisa menjadi rujukan data dari sebuah rekonsepsi program-program pembangunan partisipatif.
Sumber: Suara Karya, 19 September 2011
 
Didukung : Creating Website | MFILES
Copyright © 2015. Ansel Deri - All Rights Reserved
Thanks to KORAN MIGRAN
Proudly powered by Blogger