Headlines News :
Home » » FPI Menyangkal Terlibat Dalam Penyerbuan Jemaat HKBP

FPI Menyangkal Terlibat Dalam Penyerbuan Jemaat HKBP

Written By ansel-boto.blogspot.com on Monday, August 09, 2010 | 2:19 PM

Pendeta Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Pondok Timur Indah Luspida Simanjuntak mengaku tidak akan dendam terhadap massa yang melakukan penyerangan terhadap dirinya dan jemaat HKBP lain yang terjadi pagi tadi, Ahad (8/8).

"Saya tidak akan membenci dan akan menyayangi mereka. Saya juga tidak dendam. Saya akan doakan para ustad-ustad itu dan masih menyayangi mereka," tanda Luspida.

Luspida memaparkan kronologis aksi penyerangan yang dilakukan sekelompok orang berjumlah ratusan itu bahwa saat para jemaat ingin memasuki lahan kosong yang diklaim milik HKBP untuk melaksanakan kebaktian polisi tidak memberikan ijin hingga akhirnya jemaat terdesak oleh massa.

"Mereka terus mendesak, lalu kami mundur ke arah belakang. Saat kami dikejar massa, terjadi pembiaran oleh polisi. Polisi tidak ada yang datang untuk melindungi," papar wanita berusia 38 tahun itu.

Luspida sangat menyayangkan aksi kejadian tersebut. Menurutnya, ia dan para jemaat HKBP tidak bisa melakukan ibadah di tanah milik mereka sendiri. "Mereka tidak menginginkan gereja berdiri di wilayah mustika jaya, bukan hanya Ciketing. Jadi dimanapun kami ingin mendirikan rumah ibadah mereka terus menolak. Jadi hak kami tertindas oleh sekelompok orang."

Sebelumnya, aksi ini diduga dilakuan oleh massa dari Front Pembela Islam, namun hal ini ditepis oleh Ketua FPI Bekasi Raya Murhali Barda. "Itu bukan oleh FPI. Semuanya itu warga, ribuan disana, jadi tidak ada anggota FPI," tegas Murhali kepada Tempo siang ini.

Dia tak ambil pusing jika ada beberapa orang dalam aksi tadi pagi yang mengaku dari FPI. "Biarin aja. Tidak peduli orang mau ngaku dari FPI atau bukan."

Murhali malah menjelaskan kronologi kejadian di lahan kosong milik jemaat di Ciketing Asem, Kecamatan Mustika Jaya, Kota Bekasi yang ditenggarai terjadi karena ucapan salah seorang jemaat.

"Saya terus mengikuti beritanya bagaimana. Sekitar pukul 7 warga lakukan pagar betis dipinggir jalan agar HKBP tidak masuk. Beberapa menit kemudian datang Pendeta Luspida Simanjuntak beserta pendeta dan jemaat lain. Lalu terjadi debat kusir hingga HKBP memaki pak camat. Warga marah dan mendorong ring kepolisian. Kemudian, terjadi kejar-kejaran dan 2 jemaat HKBP mengeluarkan senjata api. Warga tiarap lalu mengejar lagi hingga mereka keluar lokasi," paparnya.

Usai peristiwa penyerbuan tersebut, para jemaat memang langsung menuju gereja milik HKBP di Jalan Puyuh Nomor 14, Bekasi. Di tempat itu, mereka melakukan dialog dengan pihak kepolisian sambil mempertanyakan sikap polisi yang terkesan tak melindungi. Sekitar pukul 1 siang Kapolres Metro Bekasi Imam Sugianto dan Kepala bidang humas Polda Metro Jaya Komisaris besar Boy Rafli Amar kemudian mendatangi para korban dan jemaat lainnya di tempat itu. Rencananya, para korban akan mendatangi mabes polri untuk melaporkan kejadian tersebut.
Sumber: Tempo Interaktif, 8 Agustus 2010
SEBARKAN ARTIKEL INI :

0 komentar:

Silahkan berkomentar

Tuliskan apa pendapatmu...!

 
Didukung : Creating Website | MFILES
Copyright © 2015. Ansel Deri - All Rights Reserved
Thanks to KORAN MIGRAN
Proudly powered by Blogger