Headlines News :
Home » » Soetopo: Dinamo Sepeda Pak SBY

Soetopo: Dinamo Sepeda Pak SBY

Written By ansel-boto.blogspot.com on Monday, January 03, 2011 | 4:22 PM

Pengalaman indah saat sekolah di SMA Negeri Pacitan, Jawa Timur, masih membekas di hati Soetopo. Pak Topo, begitu ia disapa, selalu akrab dengan sahabat karibnya, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Djoko Darmanto. SBY akhirnya Presiden dua periode. Sedang ia dan Djoko saat itu langsung melamar jadi pegawai di Pemerintah Kabupaten Pacitan, karena tak punya cukup uang.

Saat itu, SBY dikenal sebagai sahabat yang cepat prihatin. Maklum saja. Kondisi ekonomi orangtua Pak Topo dan Djoko Darmanto saat itu sangat memprihatinkan. Rupanya, hal itu disadari SBY. Tak ayal, lampu dan dinamo sepeda miliknya dibongkar kemudian dijual. Padahal, itu sepeda satu-satunya pemberian Mbah-nya.

“Saat itu SBY mau aja karena beliau ingin kami beli beras dan uang jajan. Beliau sosialnya sangat tinggi. Hampir-hampir semua bagian sepeda miliknya habis dijual agar kami punya uang jajan sehabis main musik,” kata Soetopo kepada penulis di sebuah hotel di Magetan, Jawa Timur, belum lama ini.

Saat itu, kata Pak Topo, ia juga merasa heran karena Si Mbah nggak marah. Ia menduga, SBY sudah menyampaikan kalau kedua sahabatnya itu tak punya uang jajan. Demi meraih masa depan, ketiganya selalu menggunakan waktu untuk belajar bersama.

“Kami bertiga belajar di bawah pohon mangga. Kalau tidur alasnya tikar dan pake jarik (kain) ibunya SBY. Kalau lagi pingin mangga, kami manjat dan makan bareng. SBY tinggal makan karena nggak bisa manjat,” timpal Djoko Darmanto sembari tertawa.

Kesamaan hobi bermain gitar tak disia-siakan. Mereka sangat piawai bermain gitar sehingga membentuk grup musik Gaya Taruna. Tapi, ada satu kelebihan SBY. Beliau suka membaca buku-buku sastra, terutama puisi dan drama. Begitu juga ndalang. “Sampai-sampai SBY beli buku bagaimana belajar ndalang. Saya masih ingat buku berjudul Kresno Madek Ratu. Buku itu pernah saya pinjam,” lanjut Pak Topo.

Sejak SBY terpilih menjadi Presiden, jarang bertemu kecuali diundang atau ada kegiatan partai. Maklum, Soetopo dipercaya memimpin Demokrat di Kabupaten Pacitan. “Kalau lagi libur, kami masih bermain musik namun Pak SBY hanya menyanyi,” kata Soetopo. (Ansel Deri)
Sumber: HATI BARU edisi Januari 2011
Ket foto: Soetopo
SEBARKAN ARTIKEL INI :

0 komentar:

Silahkan berkomentar

Tuliskan apa pendapatmu...!

 
Didukung : Creating Website | MFILES
Copyright © 2015. Ansel Deri - All Rights Reserved
Thanks to KORAN MIGRAN
Proudly powered by Blogger