Kasubag Humas Pemkab Lembata,
Moses Museng, S.Sos Sabtu (5/10/2013)
mengklarifikasi pertanyaan publik Lembata terkait tingginya intensintas
perjalanan dinas luar daerah bupati Lembata selama Januari-Agustus 2013.
Bahwa bupati Lembata, Eliaser
Yentji Sunur, ST, menghabiskan lebih banyak pengabdiannya sebagai bupati
Lembata di luar Lembata, bagi kabag humas merupakan hal yang wajar sebagai
pemimpin daerah.
Sebagai bupati, demikian Museng,
Eliaser Yentji Sunur menjalankan tugas di luar daerah, baik untuk urusan di
provinsi maupun di pusat. Semua itu pun teregister dalam dokumen perjalanan
bupati.
Bahwa bupati seolah hanya
berwisata saja di Lembata, jelas Museng, itu adalah persoalan persepsi
masyarakat. Tetapi sebenarnya hal itu wajar sebagai bupati dalam menjalankan
tugas di luar daerah.
Museng menolak berkomentar
lebih lanjut terkait data perjalanan dinas bupati Lembata di mana 61 persen
berada di luar Lembata dan hanya 39 persen berada di Lembata seperti disentil
Bediona Philipus pada rapat Komisi Gabungan DPRD Lembata, Jumat (4/10/2013) di
Kantor DPRD Lembata.
"Kalau itu berbicara
data, tidak bisa lewat telepon seperti ini. Nanti datang ke kantor. Saya mohon
apa yang saya omong ini, tulis demikian adanya. Bisa juga bagikan penjelasan
saya ini ke media lain pak," kata Museng.
Museng menolak berkomentar
terkait out put pembangunan untuk masyarakat Lembata dari berbagai perjalanan
dinas luar daerah bupati Lembata selama tahun 2013.
Di tengah berbagai pertanyaan
publik Lembata tentang "tidak betahnya" bupati Sunur tinggal di
Lembata, masyarakat juga dikagetkan kasus pembunuhan yang menyeret nama bupati
Lembata.
Demikian juga kasus
penyelundupan pasir emas Kedang, nama bupati Lembata juga disebut. Bupati pun
telah mengklarifikasi dua kasus yang menyeret namanya itu sebagai upaya
orang-orang tertentu untuk menjatuhkan nama beliau sebagai bupati Lembata. (kk)
Sumber: Pos Kupang, 8 Oktober
2013.
Ket foto: Bupati Yentji Sunur

0 komentar:
Silahkan berkomentar
Tuliskan apa pendapatmu...!