Headlines News :
Home » » Lima Warga Jadi Korban Gempa Pidie Jaya Aceh

Lima Warga Jadi Korban Gempa Pidie Jaya Aceh

Written By Ansel Deri on Wednesday, December 07, 2016 | 10:33 AM

GEMPA berkekuatan 6,4 Skala Richter (SR) menguncang Kota Pidie Jaya, Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), Rabu (7/12/2016), menimbulkan  seorang korban jiwa dan material.

Meski tanpa tsunami gempa ini cukup mengagetkan warga setempat, ditambah gempa susulan. Hingga pukul 08:00 WIB, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak 5 kali gempa susulan dengan kekuatan di bawah gempa pertama.

Dilaporkan, sebanyak 5 warga di Desa Merdu, Pidie Jaya menjadi korban gempa. Namun identitas lengkap korban belum diperoleh karena petugas masih mengevakuasi dan mendata korban dari lokasi, termasuk korban luka dan meninggal dunia. Akan tetapi data ini masih simpang siur hingga pukul 08:50 WIB, disebutkan warga yang meninggal dunia satu orang di Pidie Jaya.

Demikian juga data rumah dan tempat ibadah, jalan, gedung perkantoran dan lainnya yang rusak. Seluruh korban dibawa ke Puskesmas dan Rumah Sakit Pidie Jaya untuk mendapatkan pertolongan dan perawatan lebih intensif lagi.

Sebagian besar warga di lokasi bencana masih mengungsi ke lokasi aman. Mereka belum berani kembali ke rumah karena khawatir ada gempa susulan, atau tsunami. Selain itu, gempa ini juga terasa di wilayah Bireuen dan daerah lain di sekitar. “Kami belum berani pulang ke rumah,” kata satu warga kepada wartawan.

Aparat TNI, Polri, Basarnas setempat sudah berada di lokasi bencana gempa. Dengan gerak cepat petugas mengevakuasi korban, akan tetapi di lapangan alat berat mengalami kesulitan menuuju lokasi, akibat area yang belum memungkinkan. Karena itu, petugas untuk sementara menggunakan alat seadanya untuk mempercepat bantuan di lokasi.

Sementara itu, berdasar hasil monitoring BMKG sudah terjadi lima kali gempa susulan pascagempa 6,4 Skala Richter yang mengguncang Pidie Jaya, Aceh. Hal ini dikatakan Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Moch. Riyadi, mengatakan gempa susulan dengan kekuatan 4,8 Skala Richter menunjukkan bahwa tren kekuatan gempa susulan semakin kecil.

Hasil analisis BMKG menunjukkan bahwa gempa terjadi pukul 05. 03.36 WIB dengan kekuatan 6,4 Skala Richter dengan pusat gempa terletak pada 5,25 LU dan 96,24 BT, tepatnya di darat pada jarak 106 km arah tenggara Kota Banda Aceh pada kedalaman 15 km.

Hasil analisis peta tingkat guncangan menunjukkan bahwa dampak gempa bumi tektonik berupa guncangan kuat terjadi di daerah Busugan, Meukobrawang, Pangwabaroh, Meukopuue, Tanjong, Meukorumpuet, Panteraja, Angkieng, dan Pohroh pada skala intensitas III SIG-BMKG (VI MMI).

Seluruh wilayah tersebut diperkirakan berpotensi mengalami dampak gempa bumi berupa kerusakan ringan, seperti retak dinding dan atap rumah bergeser.

“Hal ini sesuai laporan sementara dari zona gempa bumi bahwa gempa memang menimbulkan kerusakan di berbagai tempat,” ujar Riyadi.

Jika ditinjau dari kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar lokal. Berdasarkan peta tatanan tektonik Aceh tampak bahwa di zona gempa bumi memang terdapat struktur sesar mendatar.

Hal itu sesuai dengan hasil analisis BMKG yang menunjukkan bahwa gempa bumi Pidie Jaya dibangkitkan oleh aktivitas sesar mendatar (strike-slip fault). Dugaan kuat sesar aktif yang menjadi pembangkit gempa bumi itu adalah Sesar Samalanga-Sipopok Fault yang jalur sesarnya berarah barat daya-timur laut. Sumber: poskotanews.com, 7 Desember 2016 Ket foto: Bangunan ambruk akibat guncangan gempa.
SEBARKAN ARTIKEL INI :

0 komentar:

Silahkan berkomentar

Tuliskan apa pendapatmu...!

 
Didukung : Creating Website | MFILES
Copyright © 2015. Ansel Deri - All Rights Reserved
Thanks to KORAN MIGRAN
Proudly powered by Blogger