Headlines News :
Home » » Ramos Horta Ditopang Ventilator

Ramos Horta Ditopang Ventilator

Written By ansel-boto.blogspot.com on Wednesday, February 13, 2008 | 10:26 AM

Kondisi Presiden Timor Leste Jose Ramos Horta masih kritis tapi stabil setelah menjalani operasi luka tembak kedua Senin malam lalu. "Dia beruntung masih selamat," kata Manajer Umum Rumah Sakit Royal Darwin Len Notaras kemarin. Horta masih dibiarkan dalam kondisi koma untuk memperbaiki kondisinya.

Penerima Nobel Perdamaian pada 1996 itu menjalani operasi selama dua setengah jam untuk mengangkat proyektil peluru yang bersarang di tubuhnya.

"Tiga ahli bedah bekerja mengangkat peluru yang menembus tubuhnya. Operasi berjalan lancar dan Presiden Horta dalam kondisi stabil," kata Notaras.

Horta, 58 tahun, akan kembali menjalani operasi dalam 36 jam ke depan. Operasi itu untuk mengangkat kepingan peluru kedua yang masih ada di dalam tubuhnya. Horta diperkirakan ditembak dua-tiga kali setelah berolahraga pagi oleh sekelompok orang bersenjata yang dipimpin Mayor Alfredo Reinado Alves, Senin lalu.

Hingga kemarin, Horta masih memakai ventilator di ruang perawatan. Kakak Ramos Horta, Arsenio Horta, yang menjenguknya di Darwin, mengatakan adiknya masih berada di ruang intensif dengan ventilator dan infus tapi tak menggunakan alat pacu jantung.

Masa 36 sampai 48 jam ke depan menjadi saat paling kritis buatnya. Namun, menurut Notaras, dokter berharap hasil yang terbaik untuk pasiennya itu. "Selama tidak ada komplikasi, seperti infeksi dan lainnya, kami berharap ada reaksi yang baik dan kesembuhan total," katanya.

Menurut Notaras, Ramos Horta kehilangan banyak darah akibat luka tembaknya. Jika tak ada penanganan yang baik di Dili, Horta bisa saja meninggal. Beruntung, penanganan di sana cukup baik dengan transfusi darah 8 liter.

Menteri Luar Negeri Australia langsung terbang ke Darwin kemarin untuk menemui rekannya dari Timor Leste, Zacharias da Costa, yang setia menunggui Horta, untuk memastikan dukungan Australia terhadap negeri itu.

Dalam konferensi pers bersama, dua menteri itu mengatakan akan memburu dan mengadili 20-30 orang pemberontak yang melakukan upaya pembunuhan terhadap dua pemimpin tertinggi Timor Leste.

Pasukan tambahan asal Australia dan Selandia Baru kemarin tiba di Dili. Sebanyak 150 personel tentara internasional dan 70 polisi asal Australia itu akan bergabung dengan pasukan yang sudah berada di sana sejak 2006.

Komandan tentara internasional Brigadir Jenderal James Baker mengatakan penambahan anggota pasukan itu untuk memperketat keamanan di Timor Leste.

Pasukan ini juga akan ikut membantu memburu kelompok bersenjata yang masih berkeliaran. "Tantangan kami adalah bekerja sama dengan teman-teman dari Timor Leste untuk memastikan stabilitas tetap terjaga di negeri itu," kata Menteri Luar Negeri Stephen Smith.
Juli Hantoro, Faisal Assegaf, Jose Sarito, AP, AFP
Sumber: Koran Tempo, 13 Februari 2008
Ket foto: Jose Ramos Horta dan Alfredo Reinado
SEBARKAN ARTIKEL INI :

0 komentar:

Silahkan berkomentar

Tuliskan apa pendapatmu...!

 
Didukung : Creating Website | MFILES
Copyright © 2015. Ansel Deri - All Rights Reserved
Thanks to KORAN MIGRAN
Proudly powered by Blogger