Headlines News :
Home » » Terserang aspidiotus, produksi kelapa turun

Terserang aspidiotus, produksi kelapa turun

Written By ansel-boto.blogspot.com on Wednesday, February 13, 2008 | 10:35 AM

LEWOLEBA-Serangan hama aspidiotus atau kutu perisai menyebabkan panen kelapa oleh petani di Kecamatan Wulandoni dan Atadei, Kabupaten Lembata, turun drastis. Dalam dua kali panen Oktober dan Desember 2007, buah kelapa dikeringkan menjadi kopra berkurang tiga ton dari jumlah sebelumnya lima ton sekali panen.

Demikian diungkapkan Barudin Nurdin Lewar (53 ), petani kelapa asal Desa Leworaja, Kepala Desa Leworaja, Abdul Rachman Hasan (52) dan Muhamad Zamin Lewar yang ditemui terpisah, pekan lalu.

Burudin menuturkan, empat bidang hamparan kepala sekitar 1.000 pohon di kebun, sebagai penopang ekonomi keluarganya menurun drastis. Setahun dilakukan empat kali dan setiap kali panen bisa mendapatkan lima ton kopra kering dengan harga Rp 5.000/kg. Biasanya hasil kopra dari kelapa yang dipanen mencapai Rp 25 juta sekali panen. Namun, saat ini produksi kopra turun tiga ton atau berkurang Rp 15 juta.

"Sejak September-Oktober 2007, panen turun drastis. Sebelumnya saya bisa dapat lima ton kopra dan saat ini hanya dua setengah ton kopra kering. Pada Desember lalu, saya tidak panen sama sekali dan mulai Januari 2008, daun-daun kelapa mulai kuning," ujar Barudin.

Hasil penjualan kopra, lanjut Barudin, bisa menghidupi keluarga dan membiayai sekolah anak-anaknya. Tetapi, sejak hama kelapa menyerang tanamannya dan pendapatanya semakin berkurang, putrinya Aminah Lewar (18) telah dipanggilnya pulang ke kampung.

Ia bahkan mulai beralih profesi menjadi nelayan, tetapi gelombang pantai selatan sangat ganas sehingga sulit mendapat ikan.

Mengatasi hama kelapa ini, kata Barudin, ia telah melakukan penanganan seadanya memotong pelepah dan daun kelapa kemudian membakarnya. Langkah ini tidak bisa mengusir hama kelapa yang sangat cepat menyebar.

Dinas Perkebunan Lembata sudah turun ke lokasi Maret dan Juli 2007 dengan membawa sejumlah obat-obatan untuk disuntikan pada akar pohon kelapam namun tidak dilakukan karena berbahaya bagi organisme lain. Selain itu, banyak pohon kelapa telah mati.

Pada awal Februari 2008, sejumlah staf Dinas Perkebunan datang ke lokasi menyebarkan predator chilocorus politus. Kepala Desa Leworaja, Abdul Rahman Hasan (52), mengakui berkurang drastis panen kelapa petani di desanya. Meski warga desanya berdiam di pantai, umumnya penduduk Desa Leworaja mengandalkan kelapa sebagai komoditas andalan. Hal yang sama dikatakan mantan Kepala Desa Leworaja, Muhamad Zamin Lewar. (ius)

Sumber: POS KUPANG, 12 Februari 2008
SEBARKAN ARTIKEL INI :

0 komentar:

Silahkan berkomentar

Tuliskan apa pendapatmu...!

 
Didukung : Creating Website | MFILES
Copyright © 2015. Ansel Deri - All Rights Reserved
Thanks to KORAN MIGRAN
Proudly powered by Blogger