Headlines News :
Home » » Wakasat Pol PP Lembata dipukul

Wakasat Pol PP Lembata dipukul

Written By ansel-boto.blogspot.com on Wednesday, February 13, 2008 | 10:37 AM

LEWOLEBA-Buntut informasi pemukulan terhadap Veronika Wejak Koban (63) alias Mama Vero, Wakil Kepala Satuan (Wakasat) Polisi Pamong Praja (Pol PP) Setkab Lembata, Marthin Giga, ditimpuki batu di bagian kepala, ketika ia terperosok jatuh di dalam lumpur hendak mengejar para pelaku.

Polres Lembata menetapkan Koban bersaudara sebagai tersangka penganiayaan dan saat ini sudah mendekam di sel Polres Lembata.

Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Lembata, AKBP Geradus Bata Besu, S.H, dan Kepala Bagian Humas Setkab Lembata, Drs.Ambros Lein, yang dihubungi terpisah, Senin (11/2/2008), mengatakan, kasus itu sedang ditangani aparat penegak hukum.

Asisten III Setkab Lembata, Stanis Nunang, S.H, Kabag Tata Pemerintah, Said Kopong, S.Sos, M.Si, Kepala Kantor Satpol PP, Damasus Atawolo, BA, menegaskan, anggota Satpol PP tidak memukul atau menganiaya Mama Vero. "Kami punya saksi yang mengetahui kejadian ini. Kalau dipukul silahkan divisum dan lapor ke polisi supaya diproses hukum," tandas Stanis.

Geradus menjelaskan, pada Minggu (10/2/2008), sekitar enam orang pemuda mendatangi rumah Marthin. Mereka melempari Martin menggunakan batu kali di bagian kepala, menyebabkan kepala dan dahinya bocor serius.

Enam pelaku ditangkap sekitar setengah jam setelah kejadian ini dan digelandang ke Mapolres Lembata. Dalam penyelidikan, hanya tiga orang diketahui melakukan penganiayaan menggunakan batu yakni, Yeri Koban, Hendro Koban dan Inyo Koban. Saat ini mereka mendekam di sel Mapolres Lembata untuk penyidikan lebih lanjut.

"Saya sudah jelaskan kepada pimpinan Pol PP, yang datang ke rumah korban enam orang, tetapi berdasarkan pemeriksaan yang melakukan penganiayaan hanya tiga orang. Mereka yang kami tahan, sedangkan tiga orang dilepas, karena bukti keterlibatan sangat kecil, meski saat itu mereka ada di lokasi. Korban sudah divisum. Luka-lukanya cukup serius dan butuh perawatan," tandas Geradus.
Ia mengaku sanksi dengan keterangan Mama Vero mengaku ditempeleng dan diramas mulutnya oleh anggota Satpol PP. Informasi tersebut dibesar-besarkan untuk memancing reaksi perlawanan dari keluarganya.

"Kurang masuk akal, seorang anggota Pol PP pukul perempuan. Kenapa tidak dilapor sejak hari Sabtu, kalau dia ditempeleng dan diramas mulutnya," kata Geradus.

Ambros Lein, menjelaskan, pada Minggu siang sejumlah orang mencari Marthin di rumah kostnya. Membaca gelagat tak bersahabat tamu tak diundangnya, Marthin sempat mempersilahkan mereka masuk rumah, namun tak digubris.

Mereka berteriak dan melontarkan caci makian untuk melakukan perhitungan dengannya.Marthin berlatar belakang atlit nasional bela diri mengetahui niat buruk tamunya, keluar rumah memburu para pelaku. Tetapi usahanya gagal ketika terjatuh di tanah lumut.

"Saat itulah Pak Marthin dipukuli dengan batu. Kemarin sore (Minggu) telah kembali dari Kedang mengikuti syukuran jemaah haji, kami langsung ke ke rumahnya. Kasus ini sudah ditangani Polres Lembata,"kata Ambros.

Ambros menjelaskan, kedatangan sekolompok orang ini berdasarkan informasi dari Mama Vero mengaku ditempeleng dan diramas mulutnya oleh anggota Pol PP. Informasi itu dibesar-besarkan mengundang reaksi keluarga. "Justru persoalanya bertambah luas kalau melibatkan anggota keluarga," kata Ambros. (ius)
Sumber: POS KUPANG, 12 Februari 2008
SEBARKAN ARTIKEL INI :

0 komentar:

Silahkan berkomentar

Tuliskan apa pendapatmu...!

 
Didukung : Creating Website | MFILES
Copyright © 2015. Ansel Deri - All Rights Reserved
Thanks to KORAN MIGRAN
Proudly powered by Blogger