Headlines News :
Home » » Dipo Alam: Untuk Apa Membubarkan FPI?

Dipo Alam: Untuk Apa Membubarkan FPI?

Written By ansel-boto.blogspot.com on Tuesday, February 22, 2011 | 7:06 PM

Berang dengan peristiwa di Cikeusik dan Temanggung, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengancam akan membubarkan organisasi masyarakat yang terlibat. Front Pembela Islam, yang tersindir ancaman Yudhoyono, balik mengancam: mereka hendak mengobarkan revolusi jika Yudhoyono tak membubarkan Ahmadiyah.

Sekretaris Kabinet Dipo Alam, salah satu tangan kanan Yudhoyono, tak ambil pusing. Ditemui Setri Yasra dari Tempo di kantornya Jumat pekan lalu, birokrat senior itu menyampaikan pandangannya soal FPI dan sederet kerusuhan belakangan ini. "Untuk apa membubarkan FPI?" katanya.

Ketua FPI Rizieq Shihab mengancam akan menggulingkan SBY bila Ahmadiyah tak dibubarkan....
Boleh saja dia ngomong seperti itu. Kalau dia mengancam pemerintah, itu makar. Memang dia siapa? Kami tak akan diam kalau dia ancam-mengancam seperti itu.

Persoalan Ahmadiyah ini berlarut-larut....
Begini, Presiden itu ingin menyelesaikan masalah Ahmadiyah. Sejak 2008, ada surat keputusan bersama tiga menteri yang menjelaskan beberapa hal. Ahmadiyah warga Indonesia, iya. Apakah mereka bagian dari Islam atau bukan? Kalau mengaku bagian dari Islam, mereka juga harus tertib pada surat keputusan itu. Sebaliknya FPI, sudahlah, sejauh Ahmadiyah tak melakukan syiar, mereka harus mengerem diri. Tak perlu melakukan kekerasan atau pembunuhan.

Lalu?
Kami mengharapkan hak kelompok minoritas dalam kepercayaan, kesucian, syiar, atau penggembalaan harus sama dengan hak mayoritas. Kita menghargai hak minoritas, tapi minoritas pun jangan menistakan mayoritas. Sebaliknya, mayoritas jangan menistakan minoritas. Harus berimbang.

Pemerintah menganggap serius ancaman FPI?
Kami tak pernah takut digertak. Habib Rizieq, pemimpin agama, para tokoh lintas agama yang mengatakan Indonesia menuju negara gagal, atau para purnawirawan yang kecewa, ramai-ramai mengancam (pemerintah). Kami tidak takut diancam. Kekuasaan SBY konstitusional sampai 2014. Kecuali kalau beliau melakukan hal-hal yang masuk kategori pemakzulan. Sekarang kan tidak ada. Tapi mereka (para pengancam itu) cuma bikin-bikin. Mereka mengharapkan Indonesia seperti Mesir dan Tunisia.

SBY mengancam akan membubarkan organisasi massa yang anarkistis. Yang ia maksud FPI?
Saya tak bisa mengatakan itu secara eksplisit. Tapi hati dan pikiran Pak SBY tentunya sama dengan mayoritas kita. Karena itu, waktu Pak SBY mengatakan hal itu di Kupang, tepuk tangan membahana.

Apa langkah yang akan diambil pemerintah terhadap FPI?
Untuk FPI, yang paling baik adalah sosialisasi dan komunikasi. Tapi, kalau FPI melakukan kekerasan, akan kami hajar habis. Kami hor-mati FPI sebagai organisasi massa. Soal kekerasan oleh FPI, rasanya tak tepat menyalahkan mereka seratus persen. Karena itu, Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama, bahkan Ahmadiyah harus mau berkomunikasi dengan FPI.

Maksud Anda?
Pemimpin-pemimpin agama itu diperlukan untuk berkomunikasi dengan FPI. Mereka harus ikut menenangkan. Jangan orang main bunuh, main bakar orang, kemudian bilang SBY gagal karena melakukan pembiaran. Ini bukan cuma peran SBY, tapi juga peran para pemuka agama. Kalau semua SBY, lalu peran mereka di mana? Tokoh-tokoh agama jangan seperti partai politik.

Jadi pemerintah tak akan membubarkan FPI?
Untuk apa membubarkan FPI? Apa kita mau seperti zaman Soeharto? Sekarang tak mudah membubarkan ormas. Mau TNI sekuat apa pun mem-back up, pemerintah tak bisa membubarkan ormas.

Adakah yang menunggangi FPI?
Boleh jadi. Saking banyaknya orang yang ingin menggoyang SBY, kepentingannya kan akhirnya satu. Kalau bisa, mereka ingin menurunkan SBY sekarang juga, dengan menunggangi FPI atau melakukan pembiaran dengan mengecam terus, memanas-manaskan situasi.
FPI bilang ada jenderal yang sakit hati dengan SBY?
I don't know. Saya belum dengar isu itu sebelumnya.
Sumber: Tempo, 21 Februari 2011
Ket foto: Dipo Alam
SEBARKAN ARTIKEL INI :

0 komentar:

Silahkan berkomentar

Tuliskan apa pendapatmu...!

 
Didukung : Creating Website | MFILES
Copyright © 2015. Ansel Deri - All Rights Reserved
Thanks to KORAN MIGRAN
Proudly powered by Blogger