Oleh Qaris Tajudin
wartawan Tempo
wartawan Tempo
Hanya sekali saya bertemu coach carrer Rene Suhardono di kantornya. Dia lebih senang bertemu di mal sambil menenteng tas berisi laptop dan sejumlah dokumen. Termasuk pada hari dan jam kerja sekalipun. Padahal waktu itu dia adalah direktur dan pemilik sejumlah perusahaan. Seharusnya dia orang yang amat sibuk dengan jam kerja tiada henti. Tapi Rene justru bisa bekerja empat hari sepekan dengan jam kerja yang sangat fleksibel.
Itulah yang membuat saya percaya pada apa yang dia tulis di bukunya, Your Job is NOT Your Carrer dan Carrer Snippet. Juga kemudian saat ia meluncurkan buku terbarunya, Your Journey to the Ultimate U. Ketiga buku ini pada akhirnya akan membuat kita menyadari bahwa pekerjaan kita bukanlah segalanya. Pada ujungnya, semua harus bisa memenuhi passion kita, bukan malah menyiksa. “Pekerjaan adalah alat, tidak lebih dan tidak kurang. Berbeda dengan pekerjaan, karier memang konsep yang sangat pribadi.” (halaman 68).
Membedakan antara pekerjaan (job) dan karier (carrer) adalah mantra Rene yang kita jumpai di banyak tulisannya dan buku-bukunya. Mantra ini memang berulang, tapi Rene berhasil membuat kita tak bosan mendengarnya. Apa beda antara karier dan pekerjaan?
“Pekerjaan milik pemberi kerja (perusahaan), sementara karier adalah milik diri sendiri. Bagi individu, pekerjaan adalah alat untuk memperoleh mata pencaharian (baca: gaji)... Karier adalah totalitas kehidupan profesional seseorang. Karier hanya punya dua tujuan: kebahagiaan dan makna.” (halaman 141).
Intinya, Rene tidak ingin kita terpenjara oleh pekerjaan. Sebab, jika itu terjadi, kita akan tersiksa oleh deadline dan pencapaian. Tapi mantra ini tidak akan membuat kita menjadi pemalas. Sebab, karier adalah tentang passion, maka akan ada gairah untuk mengerjakan apa yang kita inginkan sebaik-baiknya.
Seperti juga dalam bukunya yang terdahulu, Your Journey, dikemas secara menarik. Mulai desain sampai pemilihan kertas luks. Tulisan per babnya juga sangat pendek (tak lebih dari 250 kata). Karena buku ini adalah kumpulan tulisan, kita tak harus membacanya dari depan hingga belakang. Setiap bab merupakan satu rangkuman pikiran sendiri. Bahkan, bagi Rene, ini adalah lembaran buku hariannya.
Untuk mengetahui bab mana yang ingin kita baca, kita bisa menggunakan judul bab yang cukup panjang, misal: “1.000 People=1.000 Cerrers. What matters is your contribution, not your position.” Selain itu, kita bisa menggunakan wordle atau comotan kata-kata penting yang muncul dalam bab itu. Dengan membaca wordle itu kita tahu, kira-kira bab tersebut bicara soal apa.
Yang unik dari buku ini adalah, di atas wordle ada kotak yang bisa kita tempeli stiker. Ada 40 stiker yang Rene sediakan, berisi foto-foto teman-temannya sesama penulis. Tampaknya foto-foto itu diambil dengan iPhone yang ditaruh di Instagram. Unik karena, dengan foto-foto ini, kita bisa menandai atau memberi citra (image) pada bab yang kita baca. Tapi, jika citra itu tak kita temukan dalam stiker yang diberikan, kita bisa menempel stiker lain.
Yang perlu menjadi catatan untuk buku ini, juga buku Rene lainnya, adalah penggunaan bahasa Inggris yang berlebihan. Hampir semua judul bab dan juga wordle memakai bahasa Inggris. Ini memang problem yang dihadapi banyak orang berpendidikan di Indonesia akhir-akhir ini, yang lebih akrab dengan literatur bahasa Inggris dibandingkan bahasa Indonesia.
Masalah lainnya adalah, begitu banyak “sambutan” di halaman-halaman awal sebelum kita bisa membaca tulisan Rene. Ada tiga introduce dan 30 komentar. Tentu saja komentar dari orang-orang itu menambah kepercayaan kita akan buku ini. Tapi, bagi pembaca, ini sedikit mengganggu. Ya, seperti sambutan ketua RT, ketua RW, dan pak lurah ketika acara tujuh belasan. Kalaupun ada, alangkah baiknya komentar-komentar itu diletakkan di bagian akhir.
Di luar kedua ganjalan itu, Your Journey tetaplah buku yang menarik. Membuat kita berangkat kerja dengan ide baru di kepala.
Sumber: Koran Tempo, 11 Maret 2012
Judul Buku : Your Journey to the Ultimate U
Penulis : Rene Suhardono
Penerbit : Penerbit Buku Kompas
Halaman : 256 Halaman

0 komentar:
Silahkan berkomentar
Tuliskan apa pendapatmu...!