Headlines News :
Home » » Pelaksanaan Proyek di Lembata tidak Sesuai Kontrak

Pelaksanaan Proyek di Lembata tidak Sesuai Kontrak

Written By Ansel Deri on Wednesday, September 14, 2016 | 2:16 PM

BURUKNYA kualitas pekerjaan jalan hotmix di dalam Kota Lewoleba dan tiga proyek multiyears yang sedang dikerjakan di Lembata disebabkan kontraktor pelaksana tidak bekerja berdasarkan kontrak yang disepakati.

Dalam evaluasi pelaksanaan proyek tahun anggaran 2016, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Lembata Silver Wungubelen meminta kontraktor pelaksana dan konsultan teknis proyek mengerjakan sisa proyek berdasarkan kontrak yang ditandatangani.

Silvester Wungubelen kepada Media Indonesia, Selasa (13/9), mengatakan dari hasil pengawasan DPRD dan pantauan langsung ke tiga proyek jalan dengan pola multiyears di dalam Kota Lewoleba dan di luar kota, pihaknya menyimpulkan rata-rata kontraktor bekerja di luar kontrak yang disepakati.

"Pekerjaan hotmix segmen Perlimaan Wangatoa menuju Kantor Bupati Lembata, kondisi persambungan jalan kasar dan permukaan jalan bergelombang, bahkan sudah ada lobang di puluhan titik. Saya sudah perintahkan kontraktor dan tim teknis proyek mengerjakan ulang proyek tersebut. Proyek itu APBD II senilai Rp 20 miliar dikerjakan oleh PT Trans Lembata," ujar Kadis PU.

Tidak hanya itu, kualitas proyek jalan dengan sistim multiyears, Lapen 6 km, segmen Baopukang-Mingar yang dikerjakan PT Jerry Karya dengan dirutnya Ako Edi juga dikerjakan asal jadi.

Menurut Kadis PU yang meninjau langsung proyek jalan itu, proyek pengerjaan jalan itu akan menimbulkan genangan banjir sebab talud jalan lebih tinggi dari badan jalan.

PT Jerry karya juga dikabarkan menggunakan material lokal pilihan untuk hamparan dan langsung dilapen, tanpa menggunakan batu pecah, sehingga kualitasnya mengkhawatirkan.

Kepala Dinas Pekerjaaan Umum pun memanggil kontraktor pelaksana dan konsultan teknis proyek bernilai Rp 20 miliar itu.

"Saya tegaskan, patuhi kontrak dan kerjakan proyek ini bukan untuk kepentingan diri sendiri tetapi demi kita masyarakat Lembata. Jangan abaikan kontrak karena akan bermasalah baik secara teknis maupun secara hukum," tegas Kadis PU.

Proyek-proyek bermasalah itupun disepakati untuk dikerjakan ulang, terutama pada titik yang secara teknis menyalahi kontrak. (Alexander P Taum)

Alexander P Taum
Alexander P Taum
Sumber : mediaindonesia.com, 13 September 2016 
Ket foto: Kondisi proyek jalan tahun jamak (multiyears) ruas Belame-Boto senilai Rp. 13 miliar lebih yang sangat memprihatinkan. Ini salah satu gambar yang diambil saat libur ke Boto. Foto: dok. Ansel Deri
SEBARKAN ARTIKEL INI :

0 komentar:

Silahkan berkomentar

Tuliskan apa pendapatmu...!

 
Didukung : Creating Website | MFILES
Copyright © 2015. Ansel Deri - All Rights Reserved
Thanks to KORAN MIGRAN
Proudly powered by Blogger