Headlines News :
Home » » Bupati Lembata Bawa Pendukung ke Polres

Bupati Lembata Bawa Pendukung ke Polres

Written By Ansel Deri on Wednesday, April 21, 2010 | 3:43 PM

Bupati Lembata, Drs. Andreas Duli Manuk, membawa pendukung ke Markas Kepolisian Resor (Mapolres) Lembata, Kamis (15/4/2010) malam, saat menjalani pemeriksaan sebagai saksi korban kasus pencemaran nama baik.

Kedatangan massa membalas penyidik Direskrim Polda NTT dan Polres Lembata atas penyitaan mobil suzuki vitara warna merah pada tahun lalu dari kediaman pribadi dan rumah jabatan bupati. Mobil milik putri bupati, Theresia Abon Manuk alias Erni Manuk, yang telah divonis 17 tahun penjara digunakan pelaku membunuh Yohakim Laka Loi Langodai.

Informasi yang dihimpun Pos Kupang di Mapolres Lembata, Jumat (16/4/2010), ratusan massa berkonvoi di malam hari sekitar pukul 19.15 Wita. Kaum pria dan wanita, di antara pegawai negeri sipil dan puluhan anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) berkendaraan mobil dan sepeda motor, memenuhi halaman depan Mapolres Lembata di Jalan Trans Lembata.

Beberapa orang utusan, di antaranya Kasat Satpol PP, Markus Lela Udak, menghampiri Kapolres Lembata, AKBP Marthin Johannis, S.H, yang datang dari rumah dinasnya berjalan kaki ke Mapolres.

Kapolres Lembata, Marthin Johanis, heran dan menanyakan kepada bupati, mengapa membawa massa ke Mapolres? Bupati hanya diam menanggapi kehadiran pendukungnya di Mapolres itu. Situasinya sempat panas selama 30 menit.

Kapolres Lembata, AKBP Marthin Johannis, dikonfirmasi Pos Kupang, Jumat pagi kemarin di ruang kerjanya membenarkan kehadiran ratusan orang pendukung bupati. "Saya tanya kepada pak bupati, mengapa bawa ratusan orang ke kantor saya? Sepertinya beliau juga bingung," kata Marthin.

Ia menjelaskan, beberapa orang menghampirinya menyatakan mereka membawa massa membalas tindakan kepolisian yang membawa massa saat penyitaan mobil milik Erni Manuk, di rumah jabatan bupati.

"Saya tegaskan, polisi tidak pernah mengerahkan massa dalam penyiataan mobil itu. Massa hadir saat itu spontanitas mereka. Mana ada polisi kerahkan massa pergi sita kendaraan? Yang benar saja. Yang datang saat itu hanya penyidik Polda NTT dan Polres Lembata. Kehadiran massa saat itu karena lamanya proses evakuasi mobil. Ban mobil sudah gembos," tandas Marthin.

Ia mengatakan, permintaan keterangan kepada bupati sebagai saksi korban kasus pencemaran nama baik dilakukan Sekretaris Aldiras, Alex Murin, direncanakan dilakukan malam hari. Pertimbangannya, agar kehadiran bupati tidak menyolok, karena bupati merupakan pejabat publik. Namun ternyata dibawa juga massa. "Apakah maksudnya melakukan tekanan, polisi tidak terpengaruh," tegasnya.

Pemeriksaan kepada bupati, demikian Marthin, dilakukan di ruang kerja kapolres. Ia hadir bersama penasehat hukum dan ajudanya. Kapolres berada di dalam ruangan bersama penyidik.

"Sekitar satu jam pemeriksaan. Pendukung tetap berada di halaman Mapolres sampai selesai. Substansi pemeriksaan, bupati menyatakan dia tidak pernah menyatakan menolak konservasi. Justru diharapkan sebelum konservasi didahului sosialisasi kepada masyarakat pesisir," jelas Marthin.

Untuk pemeriksaan selanjutnya kepada bupati, kata Marthin, dilaksanakan pada siang hari. Bupati tak perlu membawa ratusan pendukung, karena keamanannya dijamin kepolisian. "Dia itu pejabat negara dan tamu di kantor kami," tandas Marthin. (ius)
Sumber: Pos Kupang, 17 April 2010
Ket foto: Bupati Lembata Drs Andreas Duli Manuk. Foto: dok. Ansel Deri

Share this article :

0 comments:

 
Support : Creating Website | Johny Template | Ramches Merdeka
Copyright © 2011. Ansel Deri - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger