Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera Aboe Bakar Al Habsy mengatakan partainya berpeluang besar mengajukan Hidayat Nur Wahid sebagai calon Gubernur DKI Jakarta. Keputusan ini, menurut dia, juga akan menggusur peluang Triwisaksana alias Bang Sani yang sebelumnya dicalonkan sebagai calon Wakil Gubernur DKI Jakarta. "Sekitar 99 persen Hidayat Nur Wahid," kata Aboe Bakar di gedung Dewan Perwakilan Rakyat, Senin, 19 Maret 2012.
Sampai saat ini PKS memang belum memutuskan secara resmi siapa calon yang akan mereka usung dalam Pilkada DKI Jakarta Juli nanti. Namun, nama Hidayat Nur Wahid memang santer terdengar setelah PKS gagal menjalin koalisi dengan Partai Demokrat yang mengusung Fauzi Bowo sebagai Calon Gubernur. PKS sendiri menyodorkan nama Triwisaksana atau Bang Sani untuk mendampingi Fauzi Bowo atau Foke.
Aboe Bakar keputusan mengusung Hidayat dan mendrop Sani karena koalisi gagal terbentuk. Menurut dia, Sani secara hitungan suara akan kuat jika disandingkan dengan Gubernur DKI Jakarta saat ini, Foke. "Sani akan kuat kalau sama Foke," kata dia.
Nama Hidayat sendiri muncul karena kalangan internal DPP PKS menganggap Hidayat paling layak memimpin Jakarta. Hidayat yang pernah menjabat sebagai Preisden PKS, Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat, Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen, dianggap mumpuni memimpin Ibu Kota. Selain itu, dukungan dari luar partai juga diterima PKS agar mencalonkan Hidayat. "Artinya mumpuni lah. Banyak orang luar yang menginginkan dia maju," kata pria bertubuh tambun ini.
Soal siapa pendamping Hidayat, Aboe tak berkomentar banyak. Namun, menurut Aboe, peluang Sani untuk mendampingi Hidayat cukup tipis. Berkaca pada hasil Pilkada DKI Jakarta 2007 lalu, Aboe mengatakan partainya tak akan memilih wakil dari internal partai lagi. " Wakilnya jangan dari internal. Nanti kalau PKS dua-duanya enggak nendang," ujarnya.
Sampai saat ini PKS memang belum memutuskan secara resmi siapa calon yang akan mereka usung dalam Pilkada DKI Jakarta Juli nanti. Namun, nama Hidayat Nur Wahid memang santer terdengar setelah PKS gagal menjalin koalisi dengan Partai Demokrat yang mengusung Fauzi Bowo sebagai Calon Gubernur. PKS sendiri menyodorkan nama Triwisaksana atau Bang Sani untuk mendampingi Fauzi Bowo atau Foke.
Aboe Bakar keputusan mengusung Hidayat dan mendrop Sani karena koalisi gagal terbentuk. Menurut dia, Sani secara hitungan suara akan kuat jika disandingkan dengan Gubernur DKI Jakarta saat ini, Foke. "Sani akan kuat kalau sama Foke," kata dia.
Nama Hidayat sendiri muncul karena kalangan internal DPP PKS menganggap Hidayat paling layak memimpin Jakarta. Hidayat yang pernah menjabat sebagai Preisden PKS, Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat, Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen, dianggap mumpuni memimpin Ibu Kota. Selain itu, dukungan dari luar partai juga diterima PKS agar mencalonkan Hidayat. "Artinya mumpuni lah. Banyak orang luar yang menginginkan dia maju," kata pria bertubuh tambun ini.
Soal siapa pendamping Hidayat, Aboe tak berkomentar banyak. Namun, menurut Aboe, peluang Sani untuk mendampingi Hidayat cukup tipis. Berkaca pada hasil Pilkada DKI Jakarta 2007 lalu, Aboe mengatakan partainya tak akan memilih wakil dari internal partai lagi. " Wakilnya jangan dari internal. Nanti kalau PKS dua-duanya enggak nendang," ujarnya.
Sumber: Tempo.co, 19 Maret 2012
Ket foto: Hidayat Nurwahid
Ket foto: Hidayat Nurwahid

0 komentar:
Silahkan berkomentar
Tuliskan apa pendapatmu...!