Rikardus Mau, ayah
kandung Wilfrida Soik, tenaga kerja wanita (TKW) asal Desa Faturika, Kecamatan
Raimanuk-Belu, yang terancam hukuman
mati di Malaysia, meninggal mendadak di kediamannya di Desa Faturika, Minggu (6/10/2013), sekitar pukul 03.00
Wita. Belum diketahui penyebab kematian
Rikardus.
Aparat Kepolisian Resor (Polres) Belu siap
menghadirkan tim forensik dari Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia
(Mabes Polri) untuk melakukan
penyelidikan lebih lanjut.
Ketua Forum
Komunikasi dan Perjuangan Hak-hak Perempuan (Forkom P2HP) Kabupaten Belu,
Magdalena Tiwu Samara, menyampaikan hal ini kepada Pos Kupang di Atambua,
Minggu (6/10/2013).
Magdalena
menjelaskan, meninggalnya Rikardus Mau tidak pernah terbayangkan dan sangat
mendadak. Pasalnya, ia bersama Rikardus dan istrinya, Maria Kolo, baru kembali dari Malaysia mengikuti sidang
putusan sela pengadilan Malaysia atas Wilfrida Soik dan tiba di Belu, Sabtu
(5/10/2013).
Informasi yang
diterimanya dari keluarga Rikardus, tutur Magdalena, Rikardus setelah tiba di kampung halamannya, Sabtu
kemarin, pada malam harinya berkumpul bersama kerabat dan keluarga di kediaman
mereka.
Menjelang tengah
malam, demikian Magdalena, Rikardus pamit tidur lebih awal. Pada Minggu
(6/10/2013), sekitar pukul 03.00 Wita, Rikardus keluar rumah hendak buang air.
Saat itu, dia lemas dan jatuh pingsan
hingga meninggal dunia.
Sumber:
kupang.tribunnews.com, 6 Oktober 2013
Ket foto: Rikardus
Mau bersama istrinya, Maria Kolo, saat berada di Malaysia menyaksikan sidang
putusan sela terhadap anak mereka, Wilfrida Soik.

0 komentar:
Silahkan berkomentar
Tuliskan apa pendapatmu...!