Headlines News :
Home » , » Bupati Lembata Mangkir dari Sidang Paripurna DPRD

Bupati Lembata Mangkir dari Sidang Paripurna DPRD

Written By ansel-boto.blogspot.com on Tuesday, October 22, 2013 | 9:27 AM

Meski jadwal sidang paripurna DPRD disusun jauh sebelumnya, Bupati Lembata Eliazer Yentji Sunur mangkir dari sidang, Jumat (18/10) malam.

Akibatnya, 6 dari 18 anggota DPRD yang telah menandatangani absensi sidang melakukan aksi walk out. Suasana sidang pun menjadi tidak kondusif.

Hadir di ruang sidang Paripurna DPRD Lembata Wakil Bupati Lembata Viktor Mado Watun, bersama pimpinan dinas dan badan, tanpa Bupati.

Paripurna dengan agenda Tanggapan Bupati Terhadap Pemandangan Umum Fraksi atas APBD 2012 serta Paripurna 5, Laporan Pansus Satu dugaan pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan yang dilakukan oleh Pemda dan Pansus 2 tentang Proyek-proyek tahun 2012 bermasalah itu langsung dihujani interupsi setelah dibuka oleh Ketua DPRD Yohanes De Rosari.

Fredi Wahon dalam kesempatan interupsi mempertanyakan ketidakhadiran Bupati dalam paripurna tersebut.

Ketua DPRD Yohanes De Rosari menjelaskan, Bupati Eliazer Yentji Sunur tiba-tiba mangkir dari Sidang.

"Bupati mengirim surat pemberitahuan tidak menghadiri paripurna karena membuka turnamen volley di Kedang. Surat Bupati terkait ketidakhadirannya di paripurna sudah dikirimkan," ujar De Rosari.

Namun, sejumlah anggota DPRD bersikukuh meminta pimpinan DPRD untuk menghadirkan Bupati dalam paripurna itu. Sejumlah anggota lainnya menentang sikap itu.

"UU Susduk sudah mengisyaratkan, jika Bupati tidak hadir, dapat diwakilkan oleh Wakil Bupati, jadi Paripurna dilanjutkan Pa Ketua," ujar Sulaiman Syarif.

Bediona Philipus, anggota Fraksi Nurani Peduli Keadilan (NPK) mengatakan, "Paripurna ini pertanggungjawaban APBD 2012, dan ini berkaitan erat dengan posisi penguasa anggaran, yakni Bupati. Wabup tidak punya posisi dalam penglolaan anggaran. Kalau kita hadir hanya mendengar pembacaan APBD Lembata itu dapat dilaksanakan dalam rapat internal," ujar Bediona.

Enam anggota DPRD yang memutuskan untuk walk out mengaku kesal dengan ulah Bupati yang sengaja berhalangan.

"Bupati sengaja meninggalkan Kota Lewoleba. Ia baru meninggalkan Lewoleba pukul 10.00, untuk membuka turnamen volley di Kedang dan menganggap forum ini tidak lebih penting dari kegiatan di Kedang. Patut diduga, Keputusan Bupati menuju Kedang itu untuk menghindari agenda Pansus," ujar Fredi Wahon.

Salah satu agenda paripurna itu adalah agenda Laporan Pansus Satu tentang dugaan pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan yang dilakukan oleh pemerintah daerah dan Pansus 2 tentang Proyek-proyek tahun 2012 bermasalah.

Hasil Kerja Pansus Satu yang diketuai Bediona Philipus siap disampaikan dalam Paripurna, sementara Pansus II yang diketuai Linus Beseng, hingga kini belum diplenokan dalam Pansus sehingga belum bisa dirampungkan. Sayangnya, agenda penting ini batal dilakukan karena Bupati tidak hadir di sidang. (Alexander P Taum)
Sumber: Metrotvnews.com, 19 Oktober 2013
Ket foto: Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur dan Wakil Bupati Viktor Mado Watun
SEBARKAN ARTIKEL INI :

0 komentar:

Silahkan berkomentar

Tuliskan apa pendapatmu...!

 
Didukung : Creating Website | MFILES
Copyright © 2015. Ansel Deri - All Rights Reserved
Thanks to KORAN MIGRAN
Proudly powered by Blogger