Meski jadwal sidang
paripurna DPRD disusun jauh sebelumnya, Bupati Lembata Eliazer Yentji Sunur
mangkir dari sidang, Jumat (18/10) malam.
Akibatnya, 6 dari
18 anggota DPRD yang telah menandatangani absensi sidang melakukan aksi walk out. Suasana sidang pun menjadi
tidak kondusif.
Hadir di ruang
sidang Paripurna DPRD Lembata Wakil Bupati Lembata Viktor Mado Watun, bersama
pimpinan dinas dan badan, tanpa Bupati.
Paripurna dengan
agenda Tanggapan Bupati Terhadap Pemandangan Umum Fraksi atas APBD 2012 serta
Paripurna 5, Laporan Pansus Satu dugaan pelanggaran terhadap peraturan
perundang-undangan yang dilakukan oleh Pemda dan Pansus 2 tentang Proyek-proyek
tahun 2012 bermasalah itu langsung dihujani interupsi setelah dibuka oleh Ketua
DPRD Yohanes De Rosari.
Fredi Wahon dalam
kesempatan interupsi mempertanyakan ketidakhadiran Bupati dalam paripurna
tersebut.
Ketua DPRD Yohanes
De Rosari menjelaskan, Bupati Eliazer Yentji Sunur tiba-tiba mangkir dari
Sidang.
"Bupati
mengirim surat pemberitahuan tidak menghadiri paripurna karena membuka turnamen
volley di Kedang. Surat Bupati terkait ketidakhadirannya di paripurna sudah
dikirimkan," ujar De Rosari.
Namun, sejumlah
anggota DPRD bersikukuh meminta pimpinan DPRD untuk menghadirkan Bupati dalam
paripurna itu. Sejumlah anggota lainnya menentang sikap itu.
"UU Susduk
sudah mengisyaratkan, jika Bupati tidak hadir, dapat diwakilkan oleh Wakil
Bupati, jadi Paripurna dilanjutkan Pa Ketua," ujar Sulaiman Syarif.
Bediona Philipus,
anggota Fraksi Nurani Peduli Keadilan (NPK) mengatakan, "Paripurna ini
pertanggungjawaban APBD 2012, dan ini berkaitan erat dengan posisi penguasa
anggaran, yakni Bupati. Wabup tidak punya posisi dalam penglolaan anggaran.
Kalau kita hadir hanya mendengar pembacaan APBD Lembata itu dapat dilaksanakan
dalam rapat internal," ujar Bediona.
Enam anggota DPRD
yang memutuskan untuk walk out
mengaku kesal dengan ulah Bupati yang sengaja berhalangan.
"Bupati
sengaja meninggalkan Kota Lewoleba. Ia baru meninggalkan Lewoleba pukul 10.00,
untuk membuka turnamen volley di Kedang dan menganggap forum ini tidak lebih
penting dari kegiatan di Kedang. Patut diduga, Keputusan Bupati menuju Kedang
itu untuk menghindari agenda Pansus," ujar Fredi Wahon.
Salah satu agenda paripurna
itu adalah agenda Laporan Pansus Satu tentang dugaan pelanggaran terhadap
peraturan perundang-undangan yang dilakukan oleh pemerintah daerah dan Pansus 2
tentang Proyek-proyek tahun 2012 bermasalah.
Hasil Kerja Pansus
Satu yang diketuai Bediona Philipus siap disampaikan dalam Paripurna, sementara
Pansus II yang diketuai Linus Beseng, hingga kini belum diplenokan dalam Pansus
sehingga belum bisa dirampungkan. Sayangnya, agenda penting ini batal dilakukan
karena Bupati tidak hadir di sidang. (Alexander P Taum)
Sumber: Metrotvnews.com,
19 Oktober 2013
Ket foto: Bupati
Lembata Eliaser Yentji Sunur dan Wakil Bupati Viktor Mado Watun

0 komentar:
Silahkan berkomentar
Tuliskan apa pendapatmu...!