Warga dan wartawan berdesakan
ketika Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menghadiri Parade 1.000 Bedug . Mereka
mengikuti Jokowi yang berjalan kaki dari Bundaran Hotel Indonesia ke Monumen
Nasional mulai pukul 19.00 sebagai bagian dari acara bertajuk ‘Jakarta
Religious Night Festival itu.
Namun momen ini dimanfaatkan
pula oleh para pencopet. Rangga, seorang warga yang ingin mengabadikan gambar
Jokowi yang mengenakan gamis terusan selutut dan sorban melilit kepalanya
kehilangan telepon genggam. "Gak sadar tadi pas ambil foto kan penuh
banget," kata warga Pademangan, Jakarta Utara ini. Dia mengaku dompetnya
berisi duit Rp 100 ribu, kartu anjungan tunai mandiri dan surat kendaraan.
Di panggung utama Silang Timur
Monas, empat wartawan tak luput menjadi korban copet. Seorang wartawan Tempo,
Persada, 23 tahun, kehilangan dua ponselnya. "Saya taruh di tas pinggang
dan di posisi di depan," kata dia.
Tak berselang lama nasib
serupa dialami tiga wartawan Kompas.com, Ummi Hadyah, 24 tahun. Ponselnya raib
saat mewawancarai Jokowi. Awalnya, dia tidak sadar ponselnya hilang. "Tadi
ada warga kasih tahu tas terbuka, eh pas saya lihat sudah hilang
teleponnya," ujarnya. Nasib serupa dialami wartawan KBR68H Jakarta, Danu
dan wartawan Berita Satu.com, Sesar.
Sumber: Tempo.co, 14 Oktober
2013
Ket foto: Ribuan umat muslim
mengikuti pawai bertajuk "Jakarta Night Religious Festival" saat
melintasi Protokol Thamrin Jakarta, (14/10). Pawai tersebut dimeriahkan dengan
1000 bedug dari Jalan MH Thamrin hingga Monas serta dimeriahkan 20 panggung
hiburan.

0 komentar:
Silahkan berkomentar
Tuliskan apa pendapatmu...!