Headlines News :
Home » » Ambil Format C1 Malam Hari, Dua PNS Ditangkap Warga

Ambil Format C1 Malam Hari, Dua PNS Ditangkap Warga

Written By ansel-boto.blogspot.com on Monday, April 14, 2014 | 11:55 AM

Dua PNS ditangkap warga pada Sabtu (12/4) sekitar pukul 12 malam karena melakukan aksi penjemputan data perolehan suara dalam format C1 lampiran hasil pemilu legislatif  9 April 2014.

Kecurigaan warga bermula ketika dua PNS masing-masing Kepala Seksi Pemerintahan Kecamatan Ile Ape Timur Samuel Sili Belen dan stafnya Bento Manuk mendatangi pengurus PPS dan saksi Parpol di tiap desa dalam kecamatan Ile Ape Timur guna meminta format C1. Warga curiga karena dua PNS itu, tidak sekedar mengimput hasil perolehan suara namun formulir isian C1 pun ikut diambil dari tangan saksi Parpol.

“Bento Manuk bilang kami datang ambil format C1, karena pak Bupati minta malam ini juga data perolehan suara itu sudah harus ada di meja bupati. Mereka omong begitu, saya ini tidak sekolah jadi saya tidak mengerti tentang urusan itu jadi saya antar mereka bertemu salah satu saksi, lalu mereka ambil format C1 dan bawa,” kata Karlos Making, warga desa Todanara.

Aksi itu lalu berlanjut ke desa-desa lain. Kecurigaan baru muncul ketika Karlos warga desa Todanara itu berkunjung ke desa Jontona dan menuturkan ikhwal kedatangan dua PNS ke desanya dan sempat membawa pergi format C1 milik salah satu saksi parpol.

“Mereka juga datang bertemu saya dan sampaikan begini, bapa tua suruh kami datang untuk ambil formulir C1, saya tidak mau kasih jadi mereka hanya ketik di laptop lalu mereka jalan. Kami mulai curiga saat karolos datang kasi tahu bahwa mereka ada ambil C1, dari situ kami putuskan untuk kejar mereka,” kata Guna warga desa Jontona.

Saat di tanya tentang siapa yang dimaksud dengan bapa tua sebagaimana yang disebut Bento Manuk, Guna mengaku tidak tahu. “dia hanya omong begitu, tapi tidak sebut nama,” jawab Guna.

Setelah saling berkoordinasi, warga lalu bersepakat untuk mengejar dua orang yang diduga sebagai orang suruhan pejabat penting Lembata. Dan benar saja, dua PNS itu berhasil di tangkap warga di desa Lamaau, ibu kota kecamatan Ile Ape Timur sekitar pukul 12.00 malam.

Berkat informasi warga, floresbangkit lalu meluncur ke desa Lamaau, yang berjarak sekitar 35 kilo meter dari Lewoleba, Ibu Kota Kabupaten Lembata. Pukul 2,00 dini hari, FBC tiba di TKP, tampak puluhan warga sedang berkumpul di pelataran balai desa Lamaau“Mereka ada di dalam, kaka masuk saja,” sapa seorang warga. Gugup, setidaknya itu itu yang tampak dari raut wajah dua PNS itu.

“Sore tadi saya dapat perintah lisan melalui telepon dari Kabag Tata Pemeritahan Kabupaten Lembata, pak Paulus Sina. Beliau minta untuk input data perolehan suara caleg dan segera dilaporkan ke dia malam ini, jadi kami jalan ambil dari desa ke desa,” kata Samuel Sili Belen mengklarifikasi.

Kepada FBC, Samuel membantah pernyataan stafnya itu. Menurutnya kepentingan mereka adalah menjalankan perintah Kabag Tata Pem. “Keperluan kami seperti yang pak Samuel sampaikan, jadi saya minta maaf kalau tadi sempat buat pernyataan keliru, dan saya tarik pulang,” sambung sang staf Bento Manuk.

Pernyataan staf itu membuat warga berang. Beberapa warga yang sejak tadi memantau dari luar lantas menyergap dengan pernyataan yang bernada menuding. “Jangan tipu. Tadi kau omong lain,  sekarang kamu mau tarik pulang kau punya bahasa, kau kira kami percaya begitu saja? Panggil polisi dan tangkap saja, mereka ini pasti ada maksud tidak baik,” hardik seorang warga.

Diantara kerumunan, tampak juga ketua Pangawas Pemilu Kecamatan Ile Ape Timur, Marselinus Pehan Purek Lolon, dan beberapa petugas Panitia Pemungutan Suara Kecamatan (PPK) Ile Ape Timur.

Polisi dan TNI Ikut Datang Ke Lamaau

Tak disangka, selain menghubungi wartawan, warga juga menghubungi aparat keamanan. Tak selang berapa lama tiba aparat gabungan TNI dan Polri.  Tampak Kapolres Lembata AKBP Wresni Haryadi Satya Nugroho dan perwira penghubung Mayor TNI. Gakuk, memimpin lagsung patroli gabungan.

“Kami kebetulan patroli, dapat informasi tentang kejadian ini maka kami langsung kesini, dan masalah ini nanti ditangani Panwas, prosedurnya begitu. Setelah di klarfikasi Panwas lalu di temukan ada pelanggaran pidana, maka panwas merekomendasikan ke Gakumdu, jadi nanti Panwas tolong jelaskan bagaimana dengan masalah ini, dan saya harap semua kita menjaga ketertiban,” kata Kapolres membuka pembicaraan.

Terkait permintaan Kapolres itu, ketua Panwalu Kecamatan Ile Ape Timur Marselinus Pehan Purek Lolon, menjelaskan masalah dua PNS melakukan penjemputan formulir C1 merupakan temuan dan akan diserahkan ke Panwaskab untuk ditindak lanjuti. Selaku Panwascam, dirinya segera berkoordinasi ke kabupaten, jelasnya.

Usai mendapat penjelasan itu, Polisi lalu meminta warga untuk bubar. Sementara Laptop dan satu berkas format C1 satu disita Panwas untuk dijadikan barang bukti. (Yogi Making) 
Sumber: floresbangkit.com, 13 Maret 2014.
Ket foto: Ket foto: Kasie Pemerintahan Kecamatan Ile Ape Timur Samuel Sili (Kaos bergaris) dan stafnya Bento Manuk saat dinterogasi warga di balai desa Lamaau.
SEBARKAN ARTIKEL INI :

0 komentar:

Silahkan berkomentar

Tuliskan apa pendapatmu...!

 
Didukung : Creating Website | MFILES
Copyright © 2015. Ansel Deri - All Rights Reserved
Thanks to KORAN MIGRAN
Proudly powered by Blogger