
Salah satu pejuang otonomi lembata, Petrus Gute
Betekeneng atau yang biasa disapa Guru Gute tutup usia di Rumah Sakit Umum WZ
Johannes Kupang, Minggu (30/3/2014), sekitar pukul 23.55 wita.
Nama Petrus Gute Betekeneng telah terukir rapi dalam
sejarah pembentukan daerah otonomi Lembata. Teman seperjuangannya satu persatu
telah lama mendahuluinya. Namun pria kelahiran Atawatung-Lembata dipanggil sang
khalik di usianya yang ke- 90.
Meski di usianya yang sudah senja, Guru Gute sering
dimintai pendapatnya dalam pembangunan ataupun pembuatan kebijakan di Lembata.
Dia kenal kritis dan tidak tanggung-tanggung mengkritisi kebijakan pembangunan
yang dianggap melenceng dari cita-cita otonomi daerah Lembata.
Salah satu putranya, Satria Wulan Betenekeng, kepada
Pos Kupang, Senin (31/3/2014) malam,
mengatakan, ayahnya meninggal karena beberapa penyakit yang diderita. Namun,
sebelumnya tidak pernah menderita sakit berkepanjangan.
"Awalnya bapak sakit di rumah dan saya bawa ke
Rumah Sakit Bukit dan dari hasil uji laboratorium, ada malaria vivax positif
dan asam urat. Sempat kembali ke rumah namun sakit lagi dan masuk Rumah Sakit
Umum Daerah Lewoleba selama lima hari. Selanjutnya dari hasil rontgen,
diketahui beliau menderita tumor di usus, namun tidak bisa ditangani di RS
Lewoleba. Bapak kemudian dirujuk ke RSU Prof. WZ Johannes Kupang," urai
Satria.
Di RSU Prof. WZ Johannes, demikian Satria, Petrus
ditangani dokter Kamilus Karangora, namun setelah dicek ternyata tidak ada
tumor di usus, hanya ada penurunan kekuatan ginjal.
"Bapak juga batuk namun sudah agak sembuh
setelah diberi obat. Berbagai upaya telah dilakukan dan kami serahkan
sepenuhnya dokter, perawat dan Tuhan," jelasnya.
Masih menurut Satria, jenazah ayahnya saat ini
disemayamkan di rumah kakaknya di Naikoten II dan selanjutnya akan diterbangkan ke Lewoleba
hari ini, Selasa (1/4/2014).
"Besok (hari ini, Red) pukul 09.00 wita, bapak
akan diterbangkan dengan pesawat TransNusa ke Lewoleba," pungkasnya.
Sumber: Pos Kupang.com, 1 April 2014
Ket foto: Petrus Gute Betekeneng (Guru Gute)
Foto: dok. Fb Gerardus Manyella
Ket foto: Petrus Gute Betekeneng (Guru Gute)
Foto: dok. Fb Gerardus Manyella
0 komentar:
Silahkan berkomentar
Tuliskan apa pendapatmu...!