Headlines News :
Home » » Ketika Aburizal Ditinggalkan Orang Dekatnya

Ketika Aburizal Ditinggalkan Orang Dekatnya

Written By Ansel Deri on Friday, January 08, 2016 | 11:03 PM

WAKIL Ketua Umum Partai Golkar hasil Munas Bali, Priyo Budi Santoso, terkejut orang dekat Aburizal Bakrie turut hadir menemui senior Golkar, Akbar Tandjung, di Akbar Tandjung Institute, Jakarta, Kamis (7/1/2016).

Kedua orang dekat Aburizal itu ialah anggota Dewan Pertimbangan Partai Golkar hasil Munas Bali, Hafidz Zamawi, dan Ketua DPP Munas Bali Indra Bambang Utoyo.

Priyo mengaku lebih terkejut saat mereka memberikan pernyataan keras menyerang Aburizal.

Hafidz Zamawi mengaku mulai gerah dengan sikap Aburizal Bakrie yang terus menolak upaya munas rekonsiliasi.

Dia menilai, Aburizal sudah menjadikan Golkar sebagai perusahaan yang seolah-olah hanya dimiliki oleh pribadi, bukan partai politik yang dimiliki oleh banyak kalangan.

"Golkar itu parpol, bukan perusahaan keluarga. Tidak ada satu orang pun punya saham mayoritas. Tidak bisa parpol dikendalikan seperti perusahaan," kata Hafidz.

Indra Bambang Utoyo mengaku prihatin konflik internal Partai Golkar berlanjut ke tingkat fraksi di DPR.

Terlebih lagi, konflik justru sama-sama berasal dari pengurus Munas Bali di bawah kepemimpinan Aburizal Bakrie.

"Tadinya saya berpikir karena saya Bali, setelah pencabutan SK Munas Ancol mungkin tensi konflik akan menurun. Ternyata, kita menemui di fraksi ribut-ribut lagi, dan itu antar Bali," kata Indra.

Saat diberi kesempatan berbicara, Priyo pun langsung mengungkapkan kedekatan Hafidz dan Indra dengan Aburizal Bakrie.

Menurut dia, sejak di kepengurusan Munas Riau 2009, Hafidz dan Indra yang menjabat sebagai Ketua DPP kerap menjadi andalan Aburizal.

Keduanya, kata Priyo, sama dengan Aburizal merupakan almamater ITB dan sama-sama berasal dari Sumatera bagian selatan.

"Dua sahabat kita ini kurang dekat apa dengan Pak Aburizal," ujar Priyo.

"Makanya, tadi saya terkejut juga saat Pak Hafidz bilang Golkar bukan perusahaan keluarga. Bagus itu, harus dikutip itu," kata mantan Wakil Ketua DPR ini.

Selain Hafidz dan Bambang, pertemuan dengan Akbar Tandjung juga dihadiri oleh pengurus Golkar hasil Munas Bali lain, seperti Mahadi Sinambela, Ibrahim Ambong, Riswantoni, Gede Sumarjaya Linggih, Agusman Effendi, Irsyad Juweli, dan Anwar Arifin.

Ketua DPP Golkar hasil Munas Ancol Agun Gunanjar menambahkan, sebenarnya saat ini mayoritas pengurus Munas Bali juga sudah gerah dengan konflik dan segera ingin digelar munas rekonsiliasi.

Hanya ada lima orang di lingkaran Aburizal yang masih ngotot hendak mempertahankan keabsahan Munas Bali.

Menurut Agun, orang-orang ini membuat kisruh Golkar semakin panjang.

"Yang membuat partai ini berantakan, tidak jauh-jauh, selain Aburizal Bakrie, hanya ada Idrus Marham, Nurdin Halid, Setya Novanto, Syarif Cicip, dan Aziz Syamsuddin," ujar Agun.

"Silakan dikutip, saya tidak masalah dituntut pencemaran nama baik," kata dia.   
Sumber: Kompas.com, 8 Januari 2016 
Ket foto: Aburizal Bakrie
SEBARKAN ARTIKEL INI :

0 komentar:

Silahkan berkomentar

Tuliskan apa pendapatmu...!

 
Didukung : Creating Website | MFILES
Copyright © 2015. Ansel Deri - All Rights Reserved
Thanks to KORAN MIGRAN
Proudly powered by Blogger