Headlines News :
Home » » Novum Baru, Polda NTT Siap Ungkap Aktor Pembunuhan Lorens Wadu Di Lembata

Novum Baru, Polda NTT Siap Ungkap Aktor Pembunuhan Lorens Wadu Di Lembata

Written By Ansel Deri on Tuesday, January 19, 2016 | 5:49 PM


KEPOLISIAN Daerah (Polda) Nusa Tenggara Timur (NTT) berjanji akan mendukung perjuangan aktivis Forum Penyelamat Lewotanah Lembata (FP2L) dalam mengungkap aktor intelektual pembunuh mantan Kepala Dinas Perhubungan Lembata, Lorensius Wadu yang diduga melibatkan Bupati Lembata, Yance Sunur.

"Polda NTT selalu bersikap profesional dan siap mendukung FP2L terkait dugaan keterlibatan Bupati dalam kasus pembunuhan, asalkan punya alat bukti yang kuat,” kata Kapolda NTT, Brigjen Pol E. Widyo Sunaryo, melalui Kabid Humas Polda NTT, AKBP Julest Abraham Abast, di Kupang, Senin, (18/1).

Julest mengatakan, pengakuan terpidana, Marsel Suban Welan bahwa Bupati Yance Sunur terlibat dalam pembunuhan Lorens Wadu bukan pernyataan resmi, karena pernyataan itu tidak diungkapkan dalam fakta persidangan.

Meski demikian, Polda NTT akan segera berkoordinasi dengan pihak Polres Lembata guna membahas informasi tersebut agar segera mengungkap siapa otak pembunuhan sebenarnya. Bahkan, Polda NTT dengan tangan terbuka siap menerima dan mendengar pengaduan para aktivis FP2L jika kelak FP2L mendatangi Polda NTT.

Menurutnya, untuk membuktikan pernyataan Suban Welan, polisi harus memiliki alat bukti yang kuat terkait keterlibatan Yance Sunur.

“Polisi sebagai penyidik bekerja sesuai pasal 184 KUHP tentang alat bukti yang sah. Tidak mungkin polisi menetapkan orang sebagai tersangka tanpa ada alat bukti, minimal penyidik memiliki dua alat bukti yang kuat,” katanya.

Dia mengimbau agar Polres Lembata dalam mengusut kasus ini harus bersikap profesional dan mengedepankan fakta-fakta yang ada.

“Walaupun selalu ditekan publik, saya harap Kapolres Lembata tetap profesional. Jika orang itu terlibat harus diproses tanpa memandang jabatan dan kedudukannya,” ujar Julest.

Bupati Diduga Terlibat

Secara terpisah, aktivis FP2L yang juga rohaniwan Katolik, Pater Vande Raring, SVD, saat dihubungi via telepon dari Lewoleba, mengatakan, bukti-bukti yang mengarah adanya dugaan keterlibatan Bupati, Yance Sunur sudah sangat jelas, di antaranya, keterlibatan sopir pribadi bupati, Omi Wuwur yang berperan menyiramkan air panas ke tubuh korban dan menggunakan mobil merah milik bupati untuk mengangkat korban.

Selain itu, setiap kali ada pemeriksaan tersangka, penyidik Polres Lembata menyerahkan hasil pemeriksaannya ke bupati untuk didengarkan.

“Dugaan keterlibatan bupati sudah jelas. Apa hubungan hasil pemeriksaan dengan bupati sehingga bupati harus diberikan rekaman hasil pemeriksaan?” kata Pater Vande.

Polres Lembata, menurut Pater Vande, tidak bekerja profesional dan terkesan melindungi aktor pembunuhan keji itu.

Selain itu, dalam kasus ini diduga kuat ada keterlibatan oknum polisi di Polres Lembata. Karena menurut pengakuan tersangka lainnya dalam persidangan, bahwa dalam video rekaman yang ditonton Surwa Uran itu ada tiga oknum polisi yang ikut menggotong mayat korban.

Ketiga oknum polisi itu, yakni Irwansyah dan dua lainnya yang bertubuh tegap. Ironisnya, keterlibatan oknum polisi, Irwansyah yang saat itu diungkapkan dalam sidang itu hingga kini didiamkan Polres Lembata.

Menurutnya, untuk mengungkap keterlibatan bupati, polisi harus segera memeriksa tersangka lainnya yakni, Tolif Ulin, mantan anggota DPR Lembata, Bence Ruing, PNS di Lembata dan anak kandung korban, Dion Wadu.

Nama ketiga tersangka ini telah terungkap dalam persidangan bahkan sudah dilakukan gelar perkara oleh Polda NTT dan Kejati NTT. Namun, hingga saat ini proses hukum ketiga tersangka ini tidak berjalan.

“Jika polisi memeriksa ketiganya maka keterlibatan Bupati akan terungkap,” ujarnya.

Pengakuan terpidana, Marsel Suban Welan ini menurutnya sebagai novum baru, karena Marsel merasa kecewa terhadap penyidik Polres Lembata yang tidak memproses hukum tiga tersangka lainnya yang dia ungkapkan dalam persidangan.

“Keempat terpidana itu merupakan korban dari ketidakadilan hukum di negeri ini.  Apa yang merupakan fakta dalam persidangan tetapi masih ditutup-tutupi,”ujarnya.

Pater Vande, mengharapkan agar Kapolda NTT, Brigjen Pol E. Widyo Sunaryo, yang baru bertugas di NTT, dapat memberikan harapan baru kepada masyarakat Lembata NTT, untuk  menindaklanjut janji mantan Kapolda NTT, Brigjen Pol Endang Sunjaya untuk menuntaskan kasus pembunuhan di Lembata.

“Kami juga berharap bapak Kapolri di Jakarta agar tolong memperhatikan perkembangan penanganan proses kasus pembunuhan di Kabupaten Lembata,” tambahnya.

Sebelumnya, Bupati Lembata, Yance Sunur saat dikonfirmasi wartawan terkait dugaan keterlibatannya dalam kasus tersebut, membantah tudingan itu. Menurut Yance, dirinya tidak terlibat dalam kasus pembunuhan itu. [158/L-8] 
Sumber: beritasatu.com, 18 Januari 2016
Ket foto: Alm. Lorens Wadu dan Bupati Eliaser Yentji Sunur
Sumber foto: google.co.id
SEBARKAN ARTIKEL INI :

0 komentar:

Silahkan berkomentar

Tuliskan apa pendapatmu...!

 
Didukung : Creating Website | MFILES
Copyright © 2015. Ansel Deri - All Rights Reserved
Thanks to KORAN MIGRAN
Proudly powered by Blogger