Headlines News :
Home » » Honing Sanny Siap Gantikan Lebu Raya Pimpin NTT

Honing Sanny Siap Gantikan Lebu Raya Pimpin NTT

Written By Ansel Deri on Thursday, May 05, 2016 | 10:44 PM

ANGGOTA DPR RI, Honing Sanny menyatakan kesiapannya untuk maju menjadi kandidat Gubernur NTT menggantikan Frans Lebu Raya. Dia memilih jalur independen untuk mewujudkan mimpinya memimpin NTT.

“Saya serius. Saya siap maju menjadi caon gubernur NTT dari jalur perseorangan atau independen. Tekad saya sudah bulat untuk maju,” tandasnya kepada aksiterkini.com seusai Diskusi Kampung di Oring Titen milik M. Sidhu Batafor, di Lewoleba, tadi malam.

Dalam diskusi bertajuk NTT Bersih, Honing berkali-kali menegaskan pentingnya menciptakan NTT besih dari praktek korupsi, kolusi dan nepotisme.

“Untuk menciptakan NTT bersih harus dimulai dari Pilkada yang tidak banyak ongkos. Apa yang dilakukan Ahok di Jakarta, menginspirasi banyak orang, bahwa ternyata melalui jalur independen ongkosnya jauh lebih murah daripada melalui partai politik. Teman-teman di daerah menjadi pengurus partai politik, tapi saat Pilkada, semuanya diatur dari Jakarta,” ucap mantan politisi PDI Perjuangan ini.

Dia mengaku tidak punya banyak duit untuk beli suara agar terpilih menjadi orang nomor di NTT. “Akan tetapi, uang tidak boleh menjadi penghalang bagi kita untuk berbuat yang terbaik bagi daerah ini. Jika kita mampu menekan biaya politik, maka korupsi bisa kita tekan juga. NTT sekarang ini urutan 4 daerah terkorup di Indonesia. Kalau bisa kita tekan sampai urutan 15 saja sudah bagus,” kata dia.

Dia tidak kaget melihat kondisi ruas jalan yang buruk di daratan Flores dan Lembata. “Biaya yang dipakai untuk mengerjakan jalan, palingan 50%. Karena 11 % untuk bayar pajak, fee over head kontraktor pelaksana 15 %, fee pejabat sekian lagi, ya palingan sisa 50% untuk kerja, maka mutu jalannya ya seperti itu,” ungkap Honing.

Para peserta diskusi yang kebanyakan aktivis dan pengurus teras partai politik tampak mengapresiasi kesiapan Honing Sani untuk maju menjadi calon Gubernur NTT.

Hanny Chandra, Ketua DPC Partai Perindo Kabupaten Lembata, misalnya, menuturkan pengalamannya mendaftar di partai politik untuk Pilkada Lembata 2017.

“Tapi kita diminta harus bayar sekian juta. Nah, belum jadi juga sudah minta bayar. Bagaimana mau Lembata bersih kalau sudah ada pengeluaran sebelum jadi calon. Nanti kalau jadi calon, harus setor lagi sekian miliar untuk calon bupati. Ini kan membuat pemimpin terpilih nantinya akan melakukan korusi,” tandanya.

Honing mengungkapkan bahwa hampir semua partai politik mematok angka mahar tertentu dalam mengeluarkan surat dukungan pencalonan.

“Hitung-hitung, yang paling murah adalah jalur independen. Sehingga saya memilih jalur independen atau perseorangan saja,” tegasnya, disambut tepuk tangan peserta diskusi. (fre)
Sumber: aksiterkini.com, 5 Mei 2016
Ket foto: Honing Sanny
SEBARKAN ARTIKEL INI :

0 komentar:

Silahkan berkomentar

Tuliskan apa pendapatmu...!

 
Didukung : Creating Website | MFILES
Copyright © 2015. Ansel Deri - All Rights Reserved
Thanks to KORAN MIGRAN
Proudly powered by Blogger