Headlines News :
Home » » Ini 5 Gaya Hidup Hemat Presiden Jokowi, Perlu Kalian Tiru!

Ini 5 Gaya Hidup Hemat Presiden Jokowi, Perlu Kalian Tiru!

Written By Ansel Deri on Friday, January 13, 2017 | 9:20 AM

PRESIDEN Joko Widodo memang dikenal sebagai sosok yang bersahaja. Sebelum menjadi Presiden RI ke-7 dan Wali Kota Solo, Jokowi adalah seorang pengusaha furnitur.

Saat bepergian, bapak tiga anak ini identik dengan kemeja batik dan celana kain hitam. Jokowi pun tetap memilih gaya hidup sederhana bahkan setelah menjadi presiden. Baik untuk dicontoh, ini deretan gaya hidup hemat dari Pak Jokowi. Berikut seperti dilansir cekaja.com:

1. Pakai jas hanya satu jutaan

Bukan jas buatan desainer ternama Indonesia yang dipakai Jokowi saat pelantikan presiden 2014 lalu. Jokowi menyerahkan pembuatan jasnya pada Feng Sin Tailor yang beralamat di Gunung Sahari Jakarta. Kios Feng Sin Tailor sudah berdiri sejak 1939. Pemiliknya adalah Rusman (60) yang sejak Jokowi terpilih sebagai gubernur DKI, dia telah menjahitkan batik dan kemeja Jokowi.

Jokowi mengenal Feng Sin Tailor atas rekomendasi Ahok. Rupanya dulu ayah Rusman adalah penjahit langganan ayah Ahok. Menurut Rusman, busana jahitannya selalu pas di Jokowi karena tidak pernah diminta membetulkan ulang. Satu stel jas berserta bawahannya dihargai sejutaan saja. Jauh lebih murah daripada jas bermerek atau buatan desainer dengan harga mencapai belasan juta.

2. Tahun baru di rumah

Presiden Joko Widodo dalam cuitannya di Twitter curhat kalau dia hanya merayakan tahun baru 2017 di rumah saja. Rumah yang dimaksud memang Istana Kepresidenan Bogor Jawa Barat. Yang mencolok adalah tampilan presiden saat menikmati tahun baru karena memakai sarung kotak-kotak. Benar-benar serasa di rumah ya Pak?

Semua orang suka diskon, termasuk Presiden Indonesia Joko Widodo. Saat mengunjungi Manado Oktober lalu, Presiden Jokowi membuat heboh warga yang berada di Manado Town Square. Di salah satu mall terbesar di kota ini, ia menyempatkan diri untuk membeli sepatu buatan dalam negeri dengan diskon 50 persen menjadi Rp 350.000.

4. Makan dari PKL

Sewajarnya, rupa-rupa makanan memang dihidangkan di meja jamuan Istana Bogor saat rapat kabinet berlangsung. Namun Jokowi lebih memilih menghidangkan makanan pinggiran untuk para menteri. Dua gerobak nasi goreng yang biasa mangkal di depan Rumah Sakit Salak didatangkan ke istana untuk menjamu presiden, menteri, awak media, serta staf kepresidenan. Selain nasi goreng, ada pula sekoteng, tauge goreng, sate, dan bakso.

Rupanya Jokowi dan anak-anaknya memang berlangganan nasi dan mie buatan penjaja kaki lima di depan Rumah Sakit Salak. Menurut sekretariat Kepresidenan Darmansjah Djumala, Jokowi ingin mendekatkan rakyat dengan Istana. Ini merupakan pesan kesederhanaan yang ingin disampaikan Jokowi.

5. Naik pesawat kelas ekonomi

Harga tiket kelas bisnis di sebuah pesawat komersial bisa mencapai tiga kali lebih mahal dari harga tiket kelas ekonomi. Dalam beberapa kesempatan Jokowi terlihat memilih menggunakan kelas ekonomi dibanding menggunakan kelas pertama.

Dia dan istrinya Iriana naik pesawat kelas ekonomi Garuda Indonesia untuk terbang menuju Singapura demi menghadiri wisuda putra bungsunya, Kaesang Pangarep. Padahal, sebagai presiden tentu beliau sanggup untuk membeli tiket bisnis.

Ongkosnya pun berasal dari kocek presiden sendiri karena dia beralasan terbang untuk urusan keluarga. Kebiasaan naik pesawat kelas ekonomi ini sudah dilakukan Jokowi sewaktu masih menjadi walikota Solo. Kebiasaan ini sampai ramai diberitakan media internasional Singapura dan Malaysia. 
Sumber: merdeka.com, 12 Januari 2017 
Ket foto: Joko Widodo
SEBARKAN ARTIKEL INI :

0 komentar:

Silahkan berkomentar

Tuliskan apa pendapatmu...!

 
Didukung : Creating Website | MFILES
Copyright © 2015. Ansel Deri - All Rights Reserved
Thanks to KORAN MIGRAN
Proudly powered by Blogger