Headlines News :
Home » » Jumat Agung di Paroki Boto: Umat Jalan Salib Keliling Kampung

Jumat Agung di Paroki Boto: Umat Jalan Salib Keliling Kampung

Written By ansel-boto.blogspot.com on Monday, April 23, 2012 | 9:23 PM




Ratusan umat Paroki St Joseph Boto, Lembata, Keuskupan Larantuka, Nusa Tenggara Timur, mengadakan Jalan Salib di stasi Boto, Jumat (6/4 2012). Jalan Salib mengenang sengsara, wafat, dan kebangkitan Kristus untuk menebus dosa umat manusia dilakukan dengan mengelilingi empat belas perhentian di tiga kampung yaitu Kluang, Belabaja, dan Boto.

Jalan Salib diikuti umat wilayah satu yang meliputi stasi St Antonius Liwulagang, St Petrus Atawai, dan St Joseph Boto. Selain Boto, dua stasi lainnya di wilayah tersebut berada 3-5 kilo meter dari pusat paroki.

Sekretaris Dewan Pimpinan Pusat Paroki Boto Gabriel Buka mengemukakan, selain umat wilayah satu, Jalan Salib diikuti sebelas Kelompok Basis Gerejani, OMK, dan Serikat Gerejani seperti St Ana, Legio Maria serta Gerakan Imam Maria di lingkungan wilayah satu.

Menurut Gabriel, Jalan Salib dimulai dengan doa pembukaan yang dipimpin Ketua Seksi Liturgi DPP Paroki Boto Laurensius Leuweheq di gereja pada pukul 10.00 WITA.

Usai doa, umat secara tertib mengikuti rute yang dimulai dari kampung Boto, Desa Labalimut dan selanjutnya ke Belabaja dan Kluang, Desa Belabaja, sebelum berakhir di gereja. Di setiap stasi, rombongan akan diterima KBG, OMK, dan Serikat Gerejani yang sudah diberi tugas.

Blasius Bao de Ona, umat Stasi St Theresia Loang, Paroki Ratu Damai Mingar, Lembata, mengaku, prosesi Jalan Salib di lereng Gunung Labalekan itu khusuk dan melegakan hati.

“Jalan Salib kali ini khusuk dan kita masuk dalam suasana meditatif dan ikut merasakan serta menghayati penderitaan Yesus Kristus akibat dosa manusia,” kata Blasius, pegawai kantor Kecamatan Nagawutun.

Pastor Lukas Lile Masan, Pr menghargai keterlibatan umat menyukseskan keseluruhan rangkaian kegiatan mulai Kamis Putih hingga Minggu Paskah. Begitu juga dengan prosesi Jalan Salib mengelilingi ketiga kampung. Melalui Jalan Salib, umat menyadari makna penderitaan Yesus hingga mencapai Puncak Kalvari.

“Jalan Salib menunjukkan Yesus mencintai manusia. Peristiwa jatuh-bangun, diolok-olok, dan dihina, tak membuat Yesus menyerah. Semua diselesaikan demi kasih-Nya kepada Bapa dan manusia,” kata Pastor Lukas.

Gregorius Sinun Liman, umat stasi Liwulagang merasa senang karena Jalan Salib mengelilingi kampung merupakan agenda rutin. Kegiatan ini menyatukan umat di tengah kesibukan sebagai petani.

“Sejak Kamis Putih, kami sudah hadir di Boto. Selain mengikuti kegiatan-kegiatan rohani menjelang Paskah, kami juga terlibat dalam kegiatan sosial kemasyarakatan seperti bakti sosial dan olahraga,” kata Goris.

Menurutnya, penderitaan Kristus melalui Jalan Salib menuntut umat berefleksi. Bahwa Tuhan mendesain manusia tak sekadar untuk hidup tenang-tenang tetapi juga dituntut menghadapi tantangan sehingga pada gilirannya kita menjadi pribadi yang tangguh dan kuat. Hal ini sejalan dengan tema: Dalam terang kebangkitan Kristus kita wujudkan  pendidikan nilai.

“Di sekitar kita masih banyak orang yang lapar, sakit, jadi korban persaingan, difitnah bahkan diejek. Melihat realitas itu apakah kita berani membantu atau malah takut diejek? Nilai-nilai ini yang disampaikan Yesus melalui Jalab Salib. Ya, sebagai umat kita dituntut untuk berbagi dengan mereka yang membutuhkan bantuan kita,” lanjut Goris yang juga kepala desa Ile Boli.

Jalan Salib berakhir pukul 12.15. Jalan Salib di Paroki Boto merupakan kegiatan rutin. Stasi-stasi di paroki ini berjauhan. Stasi di wilayah tiga meliputi Bata dan Labanobol (Desa Bolibean), Lamalewar (Desa Ile Boli), Kecamatan Nagawutun, dan Belang (Desa Watokobu), Kecamatan Nubatukan.

Sedangkan stasi di wilayah dua meliputi Puor (Desa Puor A dan B), Posiwatu (Desa Posiwatu) dan Imulolong (Desa Imulolong), Kecamatan Wulandoni. Saat ini sebanyak sepuluh stasi berada di wilayah Paroki Boto. Stasi Watuwara, yang sebelumnya masuk Paroki Boto, bergabung dengan Paroki Wulandoni, pemekaran dari Paroki St Petrus-Paulus Lamalera, Kecamatan Wulandoni.
Ansel Deri
Ket foto: Jalan Salib keliling kampung di stasi Boto, Lembata, Keuskupan Larantuka, Jumat, 6/4.
Foto: Achie Galot
SEBARKAN ARTIKEL INI :

0 komentar:

Silahkan berkomentar

Tuliskan apa pendapatmu...!

 
Didukung : Creating Website | MFILES
Copyright © 2015. Ansel Deri - All Rights Reserved
Thanks to KORAN MIGRAN
Proudly powered by Blogger