Headlines News :
Home » » Begini Bachrun Naim Manfaatkan Telegram Untuk Merancang Teror

Begini Bachrun Naim Manfaatkan Telegram Untuk Merancang Teror

Written By Ansel Deri on Saturday, July 15, 2017 | 10:53 PM

KEMENTERIAN Komunikasi dan Informatika mengumumkan terhitung mulai pukul 11.00, Jumat, 14 Juli 2017  aplikasi Telegram diblokir di Indonesia. Pemblokiran dilakukan karena aplikasi pesan instan ini banyak digunakan kelompok radikal di Indonesia untuk berkomunikasi.

Tempo mendapatkan cerita bagaimana alur kerja kelompok radikal Bachrun Naim merencanakan teror, merekrut teroris baru, dan membagikan tutorial membuat bom lewat Telegram. Aplikasi percakapan yang dibuat dua anak muda Rusia ini tak bisa dilacak dan terlindung enkripsi yang membuatnya tak bisa disadap.

Bachrun Naim menggunakan aplikasi itu setelah Facebook, Twitter, dan blog-nya dibekukan, Bachrun memakai Telegram. Percakapan di dalamnya yang terlindungi enkripsi membuat pesan pentolah ISIS Asia Tenggara ini hanya bisa dibaca pengirim dan penerimanya.

Seorang polisi mengatakan Bachrun Naim membuat channel di Telegram yang cuma beranggotakan pengikutnya. “Channel Telegram Bachrun Naim auto-reply,” ujarnya. “Jadi, orang mau tanya apa, jawabannya otomatis.”

Jawaban Bachrun Naim, kata perwira itu, bisa berupa tausiyah. Ceramah Bachrun biasanya melabeli aparat keamanan sebagai thaghut—pemerintahan yang tidak berdasarkan kedaulatan Tuhan. Bachrun juga diduga menyediakan jawaban otomatis ketika ada yang bertanya soal teknis serangan dan tutorial membuat bom.

Serangan di Kepolisian Sumatera Utara merupakan serangan ketiga dengan sarana Telegram sebagai komunikasi. Menurut perwira itu, bom Kampung Melayu, Jakarta Timur, pada akhir Mei lalu memakai pola perintah yang sama. Juga bom Jalan Thamrin, Jakarta Pusat, awal tahun lalu. “Kami punya bukti, para teroris itu ada dalam channel Telegram Bachrun Naim,” ucapnya.

Menurut Kepala Polda Sumatera Utara Inspektur Jenderal Rycko Amelza Dahniel, para peneror merupakan jaringan Jamaah Ansharud Daulah (JAD). Organisasi yang dibentuk Aman Abdurrahman dari penjara Nusakambangan itu memang berafiliasi kepada ISIS. Aman, terhukum pelatihan militer Aceh, telah berbaiat kepada Abu Bakr al-Baghdadi, pemimpin ISIS.

Kepala Divisi Humas Mabes Polri Inspektur Jenderal Setyo Wasisto menambahkan, Ardial dan Syawaluddin menyerang Markas Polisi atas perintah Bachrun Naim, orang Indonesia yang kini berada di Suriah dan didaulat menjadi komandan ISIS Asia Tenggara. “Bachrun Naim menyebar seruan kepada pengikut ISIS untuk menyerang polisi dengan senjata apa pun yang mereka punya,” kata Setyo.

Terkait dengan Telegram, sebanyak 11 DNS diblokir. Mereka adalah t.me, telegram.me, telegram.org, core.telegram.org, desktop.telegram.org, macos.telegram.org, web.telegram.org, venus.web.telegram.org, pluto.web.telegram.org, flora.web.telegram.org, dan flora-1.web.telegram.org. 
Sumber: Tempo.co, 15 Juli 2017 
Ket foto: Bachrun Naim

SEBARKAN ARTIKEL INI :

0 komentar:

Silahkan berkomentar

Tuliskan apa pendapatmu...!

 
Didukung : Creating Website | MFILES
Copyright © 2015. Ansel Deri - All Rights Reserved
Thanks to KORAN MIGRAN
Proudly powered by Blogger