Headlines News :
Home » » Pesan Kesederhanaan Hasil Audiensi Dai NU di Vatikan

Pesan Kesederhanaan Hasil Audiensi Dai NU di Vatikan

Written By Ansel Deri on Friday, July 14, 2017 | 11:41 PM

Oleh Khumaini Rosadi
Dai Ambassador Cordofa 2017 
dengan penugasan ke Roma, Italia

DI Italia, saya berkesempatan mengikuti audiensi di Vatikan. Tepatnya pada hari Rabu, 28 Juni 2017 yang lalu, saya menghadiri undangan langsung dari Romo Markus Solo. Romo Markus ini mampu berbahasa Arab, karena pernah belajar bahasa Arab di Gereja Katolik di Mesir.

Saya berkenalan dengan beliau saat open house di KBRI Roma. Perkenalan semakin hangat, hingga akhirnya saya katakan ingin tahu acara audiensi. Ternyata salah satu yang bisa memberikan undangan audiensi itu adalah Romo Markus Solo. Akhirnya saya diberikan undangan khusus untuk tiga orang.

Peribahasa mengatakan ‘banyak jalan menuju Roma’. Namun, Ketua Nadwah Ukhuwah Roma (NUR), Yusral Thahir menambahkan banyak jalan di dalam Kota Roma. Hehehe, karena memang di kota Roma, jalanan begitu padat, kecil-kecil, banyak gang, dan seperti berputar di situ-situ saja.

Yusral memang salah satu teman selain Asrarudin Salam yang menemani saya berangkat audiensi. Hari itu kami berangkat pukul 08.00 waktu Roma. Jadwal acara dimulai pukul 10.00 sampai 12.00.

Sesampainya di Vatikan, Basilica telah dipenuhi lautan  pengunjung. Pada acara audiensi ini Paus Fransiscus akan menyapa pengunjung yang berkumpul di depan Basilica dan memberikan lambaian tangan dengan mobil karnaval yang dijaga ketat oleh tentara dan pengamanan.

Paus akan berhenti sejenak ketika melihat ada anak kecil, lantas mencium dan mendoakannya. Riuh pengunjung yang hadir dari berbagai negara akan terdengar pada saat paus menggendong dan mengecup kening anak kecil tersebut. Audiensi dilakukan setiap hari Rabu. Untuk di musim panas, audiensi terakhir di bulan Juni, seperti pagi itu.

Bulan Juli dan Agustus, audiensi libur. Menurut Daniel, staff KBRI di Roma, beruntung sekali jika dapat bersalaman dengan Paus Fransiscus. Paus adalah pimpinan tertinggi di  negara  Takhta Suci Vatikan. Ibarat negara lain, seperti presiden.

Dalam audiensi juga dilakukan wisuda para oriental dari berbagai negara. Seperti dari Hong Kong, Polandia, Swis, bahkan salah satunya dari Indonesia.

Bagi umat Kristiani, terutama Katolik, berkunjung ke Vatikan merupakan sesuatu yang penting dan sangat diinginkan. Pilgrim, sebutan untuk para pengunjung yang datang ke Vatikan.

Sangat menyenangkan dan membuat saya salut, ketika melihat-lihat gereja Basilica di Vatikan. Bangunan dari ribuan tahun masih terjaga. Juga ketika masuk ke dalam Basilica, yang di dalamnya terdapat makam para paus terdahulu.

Saya merenungkan pelajaran yang bisa dipetik dari audiensi ini adalah kesederhanaan. Pada acara ini paus turun ke bawah, menyapa hangat, dan membaur bersama pengunjung sambil memberikan pesan-pesan kebaikan.

Sebagai Muslim, kita pun harus sederhana dan ramah. Kerena Rasulullah mengajarkan kepada kita untuk selalu bersikap rendah hati dan menyebarkan salam. Seperti dalam sebuah hadist yang diriwayatkan Muslim disebutkan, “Dengan salam dan sapa hangat, kita akan damai.” 
Sumber: www.nu.or.id, 13 Juli 2017
SEBARKAN ARTIKEL INI :

0 komentar:

Silahkan berkomentar

Tuliskan apa pendapatmu...!

 
Didukung : Creating Website | MFILES
Copyright © 2015. Ansel Deri - All Rights Reserved
Thanks to KORAN MIGRAN
Proudly powered by Blogger