Headlines News :
Home » » P Avent Saur SVD: Memulihkan Martabat Orang Sakit Jiwa

P Avent Saur SVD: Memulihkan Martabat Orang Sakit Jiwa

Written By Ansel Deri on Friday, September 15, 2017 | 10:56 AM

NAMA Pastor Avent Saur SVD di kalangan masyarakat Flores dan sekitarnya tidak asing lagi. Ia dikenal karena pengabdiannya mengurus orang yang sakit jiwa. Setiap hari Saur mencari penderita gangguan jiwa berat di emperan toko dan di jalan-jalan untuk dirawat secara layak dan diberdayakan setelah mereka sembuh.

“Saya mengumpulkan mereka yang tersebar di jalan, emperan toko, rumah kosong, dan tempat-tempat sampah. Kondisi mereka sangat memprihatinkan. Pakaiannya sangat kotor mirip tanah, rambut sampai berlumut, tubuh dihiasi luka, mereka makan makanan yang dibuang di tempat-tempat sampah. Ada juga yang sakit parah saat ditemukan,” kata Saur, di Ende, Rabu (30/8).

Saur memandikan mereka, memberikan pakaian layak, dan memberi makan. Ia lantas mengantar orangorang telantar itu ke rumah keluarga mereka. Ia memberi pemahaman kepada keluarga agar menerima penderita gangguan jiwa apa adanya.

Saur tidak punya uang untuk menyewa rumah sebagai tempat merawat penderita gangguan jiwa. Ia menilai, keluarga tetap bertanggung jawab atas anggota keluarganya yang menderita gangguan jiwa. Bagaimanapun kondisi si penderita, keluarga mesti berperan mendampingi dan mengobatinya sampai sembuh. Secara psikologis, penderita membutuhkan rasa diakui dan diterima keluarga.

Setiap pekan, tiga-lima kali Saur mendatangi rumah keluarga penderita sakit jiwa dengan membawa nasi bungkus, pakaian, sabun, pasta gigi, dan obat-obatan. Barang-barang itu didapatkan dari para dermawan sekitar atau diusahakan sendiri. Ia bahkan membawa petugas kesehatan untuk memeriksa kondisi kesehatan penderita. Obat-obatan untuk si penderita ditebus Saur dengan uang pribadi.

Mengapa Saur tergerak mengurus penderita gangguan jiwa berat yang telantar? Sebagai seorang biarawan Katolik yang bernaung di bawah Konggregasi Serikat Sabda Allah, Societas Verbi Divini (SVD), Saur menghayati kaul (janji) kemiskinan, selain kemurnian dan ketaatan. Ia mulai menaruh perhatian pada penderita gangguan jiwa berat pada 2014 setelah diajak menjenguk Alfons (25), penderita sakit jiwa yang dipasung sejak 2013 di Kampung Kurumboro, 15 kilometer dari Kota Ende.

Alfons sering mengganggu ketenangan warga sekitar, bahkan ia membunuh kepala suku setempat. Kasusnya ditangani polisi, tetapi ia dibebaskan karena sakit jiwa. Setelah peristiwa itu, warga memasung kakinya dengan kayu berat. Mereka berharap Alfons, mahasiswa pada salah satu perguruan tinggi di Ende, segera meninggal. Saat dipasung, istri dan seorang anak Alfons mengungsi ke rumah orangtua istri.

Luka yang berulat

“Saat saya mengunjungi dia di rumah orangtuanya, 9 Februari 2014, kedua kakinya sudah luka parah, berulat, penuh lalat, dan nyaris putus. Kondisi fisik dia benar-benar tidak terurus. Kondisi ruangan pasungan sangat kotor dan mengeluarkan bau busuk,” kenang Saur.

Setiap bertemu Saur, Alfons dengan air mata berlinang meminta pasungnya dibuka. Rasa iba pun tak tertahankan. Saur membujuk keluarga Alfons, keluarga kepala suku yang dibunuh, dan warga kampung agar mau membuka pasung atau melonggarkan lubang kayu. Dengan begitu, kaki Alfons yang terluka bisa diobati. Akan tetapi, mereka menolak.

Saur tidak putus asa. Ia menghubungi pastor paroki, Uskup Ende, dan Bupati Ende untuk meminta bantuan. Usahanya berhasil. Pemuda itu dibebaskan dari pasungan dan dirawat di RSUD Ende. Lima bulan setelah dirawat, luka Alfons sembuh. Meski begitu, ia tidak bisa berdiri sempurna karena tulang betisnya patah tertindih kayu pasungan.

Juli 2014, Alfons dipindahkan di Panti Rehabilitasi Jiwa Rencong Mose di Ruteng. Setelah 16 bulan dirawat, ia mendapat perawatan lanjutan di Panti Rehabilitasi Sosial di Sukabumi untuk pelatihan keterampilan bidang teknologi informasi, komputer. Kini, ia sudah pulang dan membuka usaha di salah satu tempat di Flores bersama istri dan anaknya.

Inilah salah satu contoh dari 327 pasien sakit jiwa yang Saur bantu. Para pasien itu dari berbagai agama dan latar belakang. Jumlah pasien sakit jiwa terus melonjak.

Tahun 2016, Saur membentuk Kelompok Kasih Insanis (KKI) yang peduli pada orang dengan gangguan jiwa. KKI awalnya beranggotakan 11 orang dan kini mencapai 390 orang. Sebanyak 360 di antaranya bergabung lewat akun Facebook.

Tugas KKI, antara lain, mendata dan melaporkan orang sakit jiwa di daratan Pulau Flores, Lembata, dan Pulau Timor kepada Saur selaku ketua KKI. Anggota KKI juga ikut menangani penderita gangguan jiwa di panti rehabilitasi, rumah sakit jiwa, dan rumah orangtua (keluarga) penderita. Saur melakukan kunjungan ke sejumlah kabupaten, menjumpai para penderita gangguan jiwa.

Anggota KKI memiliki kewajiban moral menyisihkan dana secara sukarela untuk kebutuhan pasien sakit jiwa, di mana saja mereka berada. Anggota KKI yang berdekatan dengan pasien wajib memperhatikan dan menangani mereka sesuai kemampuan.

“Saya hanya mengajak anggota KKI terlibat, tetapi tidak mewajibkan dengan aturan tertentu. Kami punya kewajiban moral membantu pasien sakit jiwa di lingkungan itu,” kata Saur.

Khusus di Ende, Saur memimpin sekitar 200 anggota KKI secara bergilir melakukan kunjungan ke rumah keluarga, tempat pasien sakit jiwa dirawat. Terkadang pasien diantar ke puskesmas terdekat untuk medapatkan perawatan dengan biaya ditanggung ditanggung KKI, BPJS Kesehatan, ataupun Kartu Indonesia Sehat.

Saur berupaya memperluas aktivitas KKI karena masih banyak penderita gangguan jiwa yang tinggal di daratan Flores, Alor, Lembata, Timor, Rote, Sabu, dan Sumba belum mendapat perhatian. Saat berkunjung ke sejumlah kabupaten di NTT, ia menjumpai 5-10 orang sakit jiwa di jalan, pasar, dan emperan toko. Ia hanya menitipkan orang sakit itu kepada anggota keluarga agar dirawat dengan baik, bekerja sama dengan anggota KKI di daerah itu.

“Saya mau membawa mereka ke Ende untuk dirawat, tetapi kami belum punya panti untuk itu,” ujar Saur yang tengah berusaha mendirikan pant untuk merawat orang-orang dengan gangguang jiwa. 
Sumber: Kompas, 15 September 2017 
Sumber foto: Fb Avent Saur
SEBARKAN ARTIKEL INI :

0 komentar:

Silahkan berkomentar

Tuliskan apa pendapatmu...!

 
Didukung : Creating Website | MFILES
Copyright © 2015. Ansel Deri - All Rights Reserved
Thanks to KORAN MIGRAN
Proudly powered by Blogger