Headlines News :
Home » » Baru 23,70 Persen Penduduk Terlayani Listrik

Baru 23,70 Persen Penduduk Terlayani Listrik

Written By Ansel Deri on Friday, November 16, 2007 | 11:52 AM


Sampai dengan Maret 2007, baru 23,70 persen penduduk di Nusa Tenggara Timur, dari total penduduk 4.456.000 jiwa, mendapat pelayanan listrik PT PLN (Persero). Untuk mengatasi krisis listrik itu, di beberapa daerah sedang dibangun pusat listrik tenaga uap dan panas bumi. Pada tahun 2020 seluruh NTT ditargetkan terlayani listrik.


Humas PT PLN Wilayah NTT Buce Lioe, Kamis (15/11) di Kupang, mengatakan, provinsi itu terdiri atas pulau besar dan kecil, sehingga sulit membangun jaringan listrik yang lengkap. Jumlah desa yang telah dialiri listrik 41,68 persen atau 1.143 desa dari total 2.748 desa. Itu belum termasuk desa-desa pemekaran.


Saat ini, seluruh kebutuhan listrik yang dipasok PT PLN NTT bersumber dari 427 unit mesin diesel dengan kapasitas bervariasi. Listrik disalurkan melalui jaringan tegangan menengah sepanjang 3.881 kilometer sirkuit (KMS) dan jaringan tegangan rendah 4.042 KMS, untuk melayani 224.418 pelanggan.


Untuk mengatasi krisis listrik, NTT membangun dua pembangkit listrik tenaga uap (PLTU), yaitu di Bolok, Kupang, dengan kapasitas 2 x 15 MW dan di Ropa, Ende, 2 x 7 MW. Proyek itu sedang dalam proses tender.

"Jika 30 MW di Bolok terbangun, ditambah stok listrik yang ada, seluruh warga Kabupaten dan Kota Kupang serta dan warga di Pulau Semau akan terlayani. PLTU Ende melayani seluruh Ende, sebagian Sikka dan sebagian Nagekeo," kata Lioe.
Di Provinsi Maluku Utara, krisis listrik juga semakin parah sehingga menghambat masuknya investasi. Defisit daya listrik menyebabkan PT PLN tidak mampu memenuhi permintaan untuk hotel, industri, mal, dan kompleks pertokoan besar. Kondisi ini sangat menghambat pertumbuhan ekonomi di provinsi itu.

Ahmad Ismail, Manajer PT PLN Cabang Ternate, Kamis, mengatakan, daya yang bisa dibangkitkan dari 148 unit mesin di 30 pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) hanya 39,8 MW. Dengan beban puncak 30 MW, cadangan daya tidak mencukupi untuk hotel, industri, dan mal.

Untuk mengatasi krisis, di Ternate dan Tidore akan dibangun PLTU 2 x 7 MW, yang beroperasi pada tahun 2009. "Untuk pulau lain belum ada solusi. Potensi yang bisa dikembangkan adalah pembangkit listrik tenaga angin dan panas bumi di Jailolo dan Songa," ujarnya. 
Sumber: KOMPAS, 16 November 2007
Share this article :

0 comments:

 
Support : Creating Website | Johny Template | Ramches Merdeka
Copyright © 2011. Ansel Deri - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger