Plafon salah satu bangunan di Kantor Bupati Lembata yang baru dibangun roboh. Padahal, kantor itu sementara dirampungkan CV AT, setelah AK, kontraktor pengerjaan kantor itu sebelumnya putus hubungan kerja dengan pemerintah.
Plafon yang roboh itu pada teras bangunan bagian belakang kantor tersebut. Kurang lebih luas plafon yang roboh berukuran 9 meter persegi.
Menurut informasi yang diperoleh Pos Kupang Rabu (28/3/2012) di lokasi, menyebutkan plafon itu diperkirakan roboh seminggu yang lalu. Tidak diketahui pasti penyebabnya.
Tetapi kuat dugaan karena material aluminium penahan tripleks tidak dipasang bagus oleh para kontraktor. Tampak kerangka aluminium pada plafon itu bengkok, patah dan terlepas dari ikatan pada dinding tembok.
Material tripleks dari plafon yang jatuh dari atap sudah diangkat dari lantai bangunan. Sedangkan sisa-sisa kecil tripleks yang remuk masih bertebaran di lantai.
Plafon yang roboh itu pada teras bangunan bagian belakang kantor tersebut. Kurang lebih luas plafon yang roboh berukuran 9 meter persegi.
Menurut informasi yang diperoleh Pos Kupang Rabu (28/3/2012) di lokasi, menyebutkan plafon itu diperkirakan roboh seminggu yang lalu. Tidak diketahui pasti penyebabnya.
Tetapi kuat dugaan karena material aluminium penahan tripleks tidak dipasang bagus oleh para kontraktor. Tampak kerangka aluminium pada plafon itu bengkok, patah dan terlepas dari ikatan pada dinding tembok.
Material tripleks dari plafon yang jatuh dari atap sudah diangkat dari lantai bangunan. Sedangkan sisa-sisa kecil tripleks yang remuk masih bertebaran di lantai.
Sumber: pos-kupang.com, 28 Maret 2012
Ket foto: Kantor Bupati di Lusikawak yang terbengkelai sejak lama. Satu dari tiga kantor bupati di Lembata, NTT.
Sumber foto: Ecosoc Right
Ket foto: Kantor Bupati di Lusikawak yang terbengkelai sejak lama. Satu dari tiga kantor bupati di Lembata, NTT.
Sumber foto: Ecosoc Right
0 komentar:
Silahkan berkomentar
Tuliskan apa pendapatmu...!