Kepala Polres Malang AKBP Adi
Deriyan Jayamarta mengatakan, ada pernyataan dari terpidana kasus terorisme Abu
Bakar Ba'asyir kepada kelompoknya untuk mengacaukan jalannya pemilihan umum.
Hal itulah yang kini diantisipasi oleh aparat kepolisian.
"Abu Bakar Ba'ayir
meminta agar anak buahnya tidak 'mandul' dan mengacaukan pelaksanaan Pemilu.
Kita wajib waspada," tegas Adi, Senin (7/4/2014).
"Seluruh anggota polisi
diharapkan terus berkoordinasi dengan para tokoh agama dan berhati-hati jika
menemukan kotak atau bingkisan mencurigakan. Terutama di sekitar TPS,"
sambungnya.
Adi menyebutkan, jika ada
kotak yang mencurigakan, maka warga diimbau untuk tidak sembarangan mengangkat
ataupun membukanya.
"Harus menghubungi
polres. Sudah ada personel ahli yang akan menanganinya. Jangan mentang-mentang
punya ilmu kebal lalu ditangani sendiri," kata dia.
Jaringan pimpinan Abu Bakar
Ba'asyir, menurut Adi, adalah kelompok yang dinamis. Mereka tidak hanya bekerja
di satu lokasi.
"Karenanya, polisi harus
jeli dan peka. Jangan menganggap wilayahnya aman, lalu polisi tenang-tenang.
Hal itu yang akan membuat polisi lengah," ungkap Adi.
Di sisi lain, kata Adi,
Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti-teror Polri pun sudah mensinyalisasi ada
jaringan teroris yang berupaya menggagalkan pelaksanaan Pemilu 2014 dengan
melancarkan serangan bom.
"Hal itu diketahui dari
hasil pemeriksaan tersangka teroris yang mengaku sudah menyusun strategi.
Jaringan itu telah melakukan pelatihan militer menggunakan senjata api dan
bom," kata Adi.
Sumber: Kompas.com, 7 April
2014
Ket foto: Terpidana kasus
terorisme Abu Bakar Ba'asyir

0 komentar:
Silahkan berkomentar
Tuliskan apa pendapatmu...!