Headlines News :
Home » , » Umat Balabaja Jalan Salib Keliling Desa

Umat Balabaja Jalan Salib Keliling Desa

Written By ansel-boto.blogspot.com on Monday, April 07, 2014 | 8:28 PM

Ratusan Umat Katolik mulai dari anak-anak hingga orang tua, Sabtu (5/4) dengan tertib dan hikmat mengikuti jalan salib merenungkan kisah sengsara dan wafatnya Yesus Kristus keliling desa Belabaja, kecamatan Nagawutun, Lembata. Jalan salib keliling desa itu mengikuti rute yang sudah disiapkan dengan jarak tempuh sekitar dua kilo meter (km).

Sekretaris Desa Belabaja, Yoseph Enga Alior sebelum dimulainya jalan salib itu menjelaskan, peristiwa ini selalu dilakukan setiap tahun pada pekan kelima masa Puasa. Jalan Salib ini merupakan prakarsa pemerintah desa untuk bersama umat di desa Belabaja merenungkan sengsara dan wafatnya Yesus Kristus.

Enga menjelaskan, setiap hari Jumat dalam masa puasa ini, umat tetap mengikuti upacara jalan salib di gereja sebagaimana biasanya. Namun pada pekan ke lima, Jalan Salib diselenggarakan di tingkat desa Belabaja sebagai sarana untuk mempererat rasa persatuan diantara warga.

“Pemerintah memprakarsai jalan salib keliling desa dengan tujuan agar semakin mempersatukan masyarakat yang adalah umat katolik di desa ini untuk bersama-sama membangun desa dalam semangat sengsara dan wafatnya Yesus Kristus. Artinya, masyarakat juga diharapkan ikut bersama-sama dalam semangat kebersamaan dilandasi ajaran Tuhan Yesus membangun desa ini dengan nurani yang bersih dalam semangat rela berkorban demi kepentingan bersama,” katanya.

Enga Alior yang juga memimpin ibadat jalan salib keliling desa Belajaba ini mengatakan, beberapa tahun sebelumnya, mereka melaksanakan bersama desa tetangga yakni Labalimut, namun tahun ini mereka menggelarnya di masing-masing desa.

“Kalau tahun-tahun sebelumnya kita gabung dengan desa Labalimut, namun karena jarak tempunya sangat jauh maka kita sepakat untuk laksanakan sendiri-sendiri. Biasanya kita jalan salib mulai jam 15.00 dan baru berakhir sekitar jam 17.00 karena jarak tempuhnya sangat jauh. Pertimbangan waktu itulah maka kita terpaksa pisah tahun ini,” katanya.

Seperti disaksikan floresbangkit.com jalan salib warga desa Belabaja itu dimulai tepat pukul 15.00 wita dan berakhir pukul 18.00 wita. Jalan salib dimulai dengan stasi pertama di dusun kemudian masuk ke dusun keluang dan berakhir dengan peristiwa ke–14 di kantor desa Belabaja.

Umat Katolik dengan khusuk mengikuti jalan salib mulai dari stasi pertama hingga stasi ke – 14 diiringin lagu-lagu bernuansa Lamaholot. Dalam perarakan dari stasi ke stasi selalu diselingi doa dan lagu. Semua peserta jalan salib mulai dari anak-anak hingga orang tua berjalan dengan khusuk ambil merenungkan peristiwa-peristiwa penderitaan Yesus Kristus hingga wafat dan dimakamkan.

“Kami setiap tahun mengikuti proses jalan salib keliling desa ini. Setiap Kelompok Basis Gerejani (KBG) di desa ini diberikan tanggungjawab yang sama untuk menyiapkan tempat-tempat dan segala keperluan lainnya untuk masing-masing stasi. Kesempatan ini menjadi kesempatan baik untuk kami saling bahu membahu menyiapkan tempat peristiwa sesuai pembagian dari desa,” kata Marianus Doron, warga dusun Keluang, desa Belabaja. (Bonne Pukan)
Sumber: www.floresbangkit.com, 5 April 2014
Ket foto: Umat Katolik dengan khusuk mengikuti jalan salib mulai dari stasi pertama hingga stasi ke – 14 diiringin lagu-lagu bernuansa Lamaholot. (Foto : FBC/Bonne Pukan)
SEBARKAN ARTIKEL INI :

0 komentar:

Silahkan berkomentar

Tuliskan apa pendapatmu...!

 
Didukung : Creating Website | MFILES
Copyright © 2015. Ansel Deri - All Rights Reserved
Thanks to KORAN MIGRAN
Proudly powered by Blogger