GEMPA bumi mengguncang
Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), sebanyak tiga kali. Warga pun
lari berhamburan keluar rumah.
Fares Bere, warga
Kelurahan Selandoro, Kecamatan Nubatukan, Lembata, mengaku gempa bumi terjadi
dini hari dan pagi tadi, getarannya terasa cukup keras.
"Kami lari
keluar rumah saat gempa bumi pagi tadi. Dini hari getarannya dua kali,
sedangkan pagi tadi hanya satu kali, tapi guncangannya keras sekali," kata
Fares.
Kepala Stasiun
Geofisika Kampung Baru Kupang, Hasanudin mengatakan, tiga kali gempa bumi
terjadi pada pukul 02.19 Wita dan pukul 02.27 Wita serta pukul 06.23 Wita.
Hasil analisis
BMKG, lanjut Hasanudin, menunjukkan gempa bumi yang terjadi berkekuatan 4.3
magnitudo, 4.6 magnitudo dan 4,9 magnitudo.
"Pusat gempa
bumi berada di darat atau 11 kilometer arah Barat Laut Kota Lembata dengan
koordinat 8.37 derajat lintang selatan dan 123.46 derajat bujur timur pada
kedalaman 10 kilometer. Gempa bumi kedua lokasinya di laut atau 35 kilometer
arah Barat Laut Kota Lembata dengan koordinat 8.15 derajat lintang selatan dan
123.47 derajat bujur timur pada kedalaman 11 kilometer," paparnya
Sementara gempa
bumi ketiga berpusat di darat 23 kilometer arah barat laut Kota Lembata dengan
koordinat 8.26 derajat lintang selatan dan 123.47 derajat bujur timur, pada
kedalaman 10 kilometer.
Berdasarkan hasil
analisis peta tingkat guncangan (shakemap) BMKG, dampak gempa bumi ini
menimbulkan guncangan pada II Skala Intensitas Gempabumi BMKG (SIG-BMKG) atau
II-III skala intensitas Modified Mercally Intensity (MMI) di wilayah Lembata
dan sekitarnya.
Kemudian
berdasarkan informasi masyarakat yang diterima di BMKG, getaran gempa bumi
dirasakan II SIG-BMKG (II-III MMI) di wilayah Lembata, I SIG-BMKG (I-II MMI) di
wilayah Larantuka, Flores Timur dan II SIG-BMKG (III MMI) di wilayah Lembata, I
SIG-BMKG (I-II MMI) di wilayah Larantuka.
Sedangkan gempa
bumi 4,9 magnitudo menimbulkan guncangan pada II Skala Intensitas Gempa bumi
BMKG (SIG-BMKG) atau III-IV skala intensitas Modified Mercally Intensity (MMI)
di wilayah Lembata dan sekitarnya.
"Berdasarkan
informasi masyarakat yang diterima di BMKG getaran gempa bumi dirasakan II
SIG-BMKG (III-IV MMI) di wilayah Lembata, Adonara II SIG-BMKG (III-IV MMI), dan
Larantuka II SIG-BMKG (III-IV MMI)," jelasnya.
Ditinjau dari
kedalaman hiposenternya, kata Hasanudin, gempa bumi ini merupakan jenis gempa
bumi tektonik akibat sesar aktif di sekitar Lembata hingga memicu terjadinya
gempa bumi.
Terkait dengan
peristiwa gempa bumi Lembata yang baru saja terjadi, hingga laporan ini disusun
pada pukul 07.03 Wita, belum terjadi aktivitas gempa bumi susulan.
"Masyarakat
diimbau agar tetap tenang, dan terus mengikuti arahan BPBD dan BMKG. Gempa bumi
yang terjadi tidak berpotensi tsunami, karena pusat gempa bumi berada di
darat," tutupnya.
Sumber: Kompas.com, 10 Oktober 2017
Ket foto ilustrasi: kupang.tribunnews.com

0 komentar:
Silahkan berkomentar
Tuliskan apa pendapatmu...!