Majalah berita mingguan Tempo pernah membahas
dinasti politik klan Chasan Sochib di Banten pada edisi 25 September 2011.
Dalam tulisan tersebut, terungkap kekuasaan dinasti Chasan Sochib dalam politik
dan bisnis di provinsi paling barat Pulau Jawa itu.
Di Banten, nama Chasan tersohor karena status jawara
yang disandangnya. Seorang anggota Dewan Perwakilan Daerah asal Banten mengakui
adanya "keseganan mendekati rasa takut" masyarakat Banten. Banyak
orang tunduk kepada Chasan, dan pembentukan atau pemilihan organisasi di Banten
harus seizinnya. "Kalau mau ada pemilihan pengurus, mereka minta petunjuk
dulu dari Abah (sapaan Chasan)," kata sumber Tempo.
Chasan sukses mendukung keluarganya menempati posisi
penting di Banten. Empat anak dan menantunya menjadi kepala dan wakil kepala
daerah. Dua yang terkenal yakni Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah dan Wali
Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany. Atut adalah anak tertua Chasan dari
istri pertama, sedangkan Airin adalah menantunya. Istri keempat Chasan, Heryani,
juga menjabat Wakil Bupati Pandeglang. Menantu, cucu, dan istri Chasan yang
lain menjadi wakil rakyat di pusat atau di wilayah Banten.
Namun Atut mengatakan keluarganya bisa menempati
posisi penting murni karena kepercayaan masyarakat, bukan karena ketokohan
Chasan. Dia mengakui ayahnya meminta keluarga "tak hanya menjadi
penonton" dalam pembangunan Banten. Tapi ia menampik keluarganya sengaja
membangun dinasti di kawasan barat Pulau Jawa. "Yang mendudukkan mereka
adalah rakyat, bukan saya atau ayah," kata dia.
Sumber Tempo yang dekat dengan Chasan mengatakan
semua anggota keluarga itu selalu saling membantu jika ada yang mencalonkan
diri sebagai kepala daerah. Pada saat Airin maju dalam pemilihan Bupati
Tangerang, Atut berjanji kepada tim kampanye akan mengerahkan para pegawai
negeri. Tapi upaya itu kandas dan Airin kalah oleh pasangan Ismet Iskandar-Rano
Karno.
Seorang petinggi partai lain mengatakan keluarga ini
tak segan menggelontorkan duit miliaran rupiah untuk memenangi pemilihan kepala
daerah. Saat kampanye Airin sebagai calon Wali Kota Tangerang Selatan, petinggi
yang menemani Chasan makan siang itu menyaksikan suami Airin, Chaeri Wardana,
ditanya soal jumlah uang yang dikeluarkan selama putaran pertama. "Dijawab
Rp 72 miliar," katanya.
Atut membantah keluarganya mengerahkan pegawai
negeri. Ia mengatakan tak pernah mau hadir di Tangerang Selatan ketika adik
iparnya berkampanye. Menjelang pemilihan gubernur, Atut menyatakan sudah
mengeluarkan surat edaran agar bupati dan wali kota serta pegawai negeri
berlaku netral. "Surat ini sudah disebar sebelum saya mendaftar ke
KPU," ujarnya.
Sumber: Tempo.co, 4 Oktober 2013
Ket foto: Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah

0 komentar:
Silahkan berkomentar
Tuliskan apa pendapatmu...!